1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : PSIM Yogyakarta Datang dengan Kondisi Timpang Jelang Duel Kontra Madura United di Akhir Putaran Pertama

Kapten PSIM Yogyakarta, Reva Adi Utama, mengajak seluruh suporter Laskar Mataram untuk memadati Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, saat tim kesayangannya menjamu Bhayangkara FC dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026. Dukungan langsung dari tribun dinilai sangat krusial untuk meningkatkan motivasi tim, terutama di tengah tren menurunnya jumlah penonton dalam beberapa laga kandang terakhir.

PSIM dijadwalkan menghadapi Bhayangkara FC pada pekan ke-13 BRI Super League 2025/2026. Laga sesama tim promosi tersebut akan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (22/11/2025) sore WIB. Pertandingan ini menjadi momentum penting bagi Laskar Mataram untuk mengamankan poin sekaligus mengembalikan kepercayaan publik sepak bola Yogyakarta.

Ajakan Kapten PSIM untuk Suporter Laskar Mataram

Reva Adi Utama menegaskan bahwa kehadiran suporter di stadion memiliki dampak besar terhadap performa tim di lapangan. Ia berharap laga melawan Bhayangkara FC bisa menjadi titik balik antusiasme publik untuk kembali memenuhi tribun SSA.

Menurut Reva, dukungan langsung dari suporter memberikan energi tambahan bagi para pemain. Sorakan, nyanyian, dan atmosfer stadion yang hidup menjadi faktor non-teknis yang sering kali mampu mengangkat mental bertanding tim, terutama dalam laga-laga penting.

Ia juga menekankan bahwa pemain selalu berusaha tampil maksimal di setiap pertandingan. Namun, kehadiran suporter diyakini bisa menjadi pembeda, terutama saat tim berada dalam tekanan atau membutuhkan dorongan ekstra untuk bangkit.

Laga Penting Sesama Tim Promosi

Pertemuan PSIM Yogyakarta kontra Bhayangkara FC memiliki arti strategis bagi kedua tim. Sama-sama berstatus promosi, kedua klub tengah berjuang untuk menjauh dari papan bawah klasemen dan mengamankan posisi di BRI Super League.

Bagi PSIM, laga ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga soal membangun momentum positif di hadapan pendukung sendiri. Kemenangan di kandang diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri tim untuk menghadapi rangkaian pertandingan berikutnya yang tak kalah menantang.

Selain itu, duel kontra Bhayangkara FC menjadi kesempatan bagi PSIM untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi sepak bola nasional.

Animo Penonton PSIM yang Terus Menurun

Ajakan Reva Adi Utama bukan tanpa alasan. Data menunjukkan bahwa jumlah penonton PSIM di Stadion Sultan Agung mengalami penurunan signifikan sepanjang musim ini. Dari lima laga kandang yang telah dijalani, tren kehadiran suporter cenderung menurun.

Jumlah penonton terbanyak tercatat saat PSIM menahan imbang Persib Bandung dengan skor 1-1. Pada laga tersebut, sebanyak 8.725 penonton hadir langsung di stadion. Angka itu menjadi yang tertinggi sejauh ini.

Sementara itu, pada laga kandang perdana kontra Arema FC, jumlah penonton mencapai 8.618 orang. Saat menghadapi Borneo FC, kehadiran suporter turun menjadi 8.068 penonton.

Kondisi semakin memprihatinkan pada dua laga kandang terakhir. Saat menjamu Dewa United dan Persik Kediri, jumlah penonton yang hadir bahkan tidak mencapai 4.000 orang. Penurunan drastis ini menjadi perhatian serius manajemen dan tim pelatih PSIM.

Kapasitas Stadion dan Realita Penjualan Tiket

Stadion Sultan Agung Bantul yang menjadi markas sementara PSIM memiliki kapasitas sekitar 20 ribu kursi. Namun, berdasarkan rekomendasi kepolisian setempat, jumlah penonton yang diizinkan masuk stadion dibatasi maksimal 9 ribu orang per pertandingan.

Meski demikian, tiket yang dicetak panitia pelaksana belum pernah terjual habis. Fakta ini menunjukkan bahwa tantangan utama bukan pada kuota penonton, melainkan pada minat publik untuk datang langsung ke stadion.

Manajemen PSIM berharap laga melawan Bhayangkara FC yang digelar pada akhir pekan bisa menarik kembali minat suporter, mengingat sebagian besar pertandingan sebelumnya berlangsung di hari kerja.

Respons Realistis Pelatih Jean-Paul van Gastel

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, turut menanggapi situasi menurunnya jumlah penonton di Stadion Sultan Agung. Pelatih asal Belanda itu mencoba melihat persoalan tersebut secara realistis.

Ia menilai jadwal pertandingan yang digelar di tengah pekan menjadi salah satu faktor utama minimnya kehadiran penonton. Banyak suporter yang memiliki aktivitas kerja sehingga tidak dapat hadir langsung ke stadion.

Van Gastel berharap laga akhir pekan bisa menghadirkan suasana berbeda. Bermain di hadapan stadion yang lebih ramai diyakini akan memberikan dampak positif bagi tim, baik secara mental maupun performa di lapangan.

Atmosfer Stadion dan Pengaruhnya bagi Tim

Menurut Van Gastel, atmosfer stadion yang penuh selalu menjadi pengalaman istimewa bagi pemain. Ia mengaku sangat menikmati bermain di hadapan banyak penonton saat masih berkarier sebagai pemain profesional.

Energi dari tribun, kata Van Gastel, mampu menciptakan suasana pertandingan yang lebih hidup dan kompetitif. Hal tersebut kerap menjadi faktor tambahan yang mendorong pemain tampil lebih berani dan percaya diri.

PSIM Yogyakarta kini berharap dukungan suporter bisa kembali mengalir deras. Laga kontra Bhayangkara FC menjadi momentum penting bagi Laskar Mataram untuk menyatukan kembali kekuatan tim dan pendukung demi hasil maksimal di BRI Super League 2025/2026.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE