Ada kisah menarik di balik kedatangan Gabriel Silva, pemain asing anyar Arema FC, yang mulai mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia. Winger asal Brasil berusia 28 tahun itu ternyata memiliki hubungan pertemanan lama dengan bintang Real Madrid, Vinicius Junior. Keduanya pernah mengenyam pendidikan sepak bola di akademi Flamengo U-20, salah satu pabrik talenta terbaik Brasil.
Fakta tersebut menjadi nilai tambah tersendiri bagi Arema FC yang tengah membangun kekuatan baru di kompetisi domestik. Meski jalur karier keduanya berbeda jauh, kisah perjalanan Gabriel Silva justru menghadirkan sudut pandang menarik tentang ketekunan, adaptasi, dan keberanian mengambil tantangan baru.
Satu Akademi dengan Vinicius Junior
Gabriel Silva dan Vinicius Junior sama-sama tumbuh dalam sistem pembinaan Flamengo hingga tahun 2017. Pada periode tersebut, keduanya kerap berlatih dan bermain bersama di level usia muda. Mereka menempati posisi yang sama, yakni winger, dengan gaya bermain eksplosif khas Brasil.
Namun, takdir membawa mereka ke arah yang berbeda. Vinicius Junior mendapatkan promosi cepat ke tim senior Flamengo dan hanya bertahan satu musim sebelum direkrut Real Madrid. Sementara itu, Gabriel Silva harus menjalani proses yang lebih panjang dan berliku.
“Saya bersama Vinicius sampai 2017. Dia teman saya, dan sampai sekarang kami masih berkomunikasi,” ujar Gabriel Silva saat memperkenalkan diri sebagai pemain Arema FC.
Jalan Karier Berbeda, Mental Tetap Kuat
Perbedaan nasib tidak membuat Gabriel Silva merasa kecil hati. Ia justru menganggap perjalanan kariernya sebagai pengalaman berharga yang membentuk mental dan karakter sebagai pesepak bola profesional.
Setelah meninggalkan Flamengo, Gabriel sempat dipinjamkan ke beberapa klub Brasil seperti Veranópolis. Bahkan, pada musim 2021, ia sempat berada dalam situasi sulit karena tidak memiliki klub. Namun, kondisi tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk terus berkarier di dunia sepak bola.
Alih-alih menyerah, Gabriel mengambil keputusan besar dengan merantau ke Asia Tenggara pada 2022. Langkah tersebut menjadi titik balik penting dalam kariernya.
Bangkit di Asia Tenggara Bersama Klub Kamboja
Petualangan Gabriel Silva di Asia Tenggara dimulai bersama Angkor Tiger FC di Liga Kamboja. Di sana, ia perlahan menemukan kembali kepercayaan diri dan performa terbaiknya. Kemampuannya sebagai winger cepat dan agresif membuatnya menjadi salah satu pemain penting.
Musim berikutnya, Gabriel bergabung dengan Svay Rieng FC, klub papan atas Kamboja. Bersama Svay Rieng, ia mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih dua gelar juara, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai pemain asing berkualitas di kawasan Asia Tenggara.
Kesuksesan tersebut membuka peluang baru bagi Gabriel untuk melanjutkan karier ke level yang lebih kompetitif.
Tantangan Baru di Malaysia dan Indonesia
Pada 2025, Gabriel Silva memutuskan hijrah ke Terengganu FC dan tampil di Liga Super Malaysia. Kompetisi yang lebih ketat membuatnya semakin matang secara permainan dan mental bertanding.
Kini, tantangan berikutnya datang dari Indonesia. Gabriel resmi bergabung dengan Arema FC, salah satu klub besar dengan basis suporter fanatik dan tekanan kompetisi yang tinggi.
“Sekarang saya bermain di Indonesia. Saya merasa ini tantangan baru yang sangat menarik,” kata Gabriel dengan penuh antusias.
Latihan Perdana Bersama Arema FC
Sejak Rabu (14/1/2026), Gabriel Silva sudah mengikuti sesi latihan perdana bersama Arema FC di lapangan DFP, Kabupaten Malang. Kehadirannya disambut hangat oleh rekan-rekan setim, terutama para pemain asing yang mayoritas berasal dari Brasil dan Portugal.
Faktor bahasa menjadi keuntungan tersendiri bagi Gabriel. Ia bisa berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa Portugis bersama pemain asing lain, sekaligus menggunakan bahasa Inggris untuk berinteraksi dengan pemain lokal.
“Saya senang berada di tim ini. Latihan pertama berjalan baik dan saya sudah mulai berkomunikasi dengan semua pemain,” ungkapnya.
Meski demikian, Gabriel masih terlihat beradaptasi dengan lingkungan baru. Ia datang dan pulang latihan seorang diri, serta belum memiliki kedekatan personal dengan pemain lain. Namun, hal tersebut dianggap wajar dalam fase awal bergabung.
Modal Bahasa dan Pengalaman Jadi Nilai Plus
Kemampuan Gabriel Silva berbahasa Inggris menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan beberapa pemain asing Arema FC lainnya. Hal ini memudahkan proses adaptasi di dalam maupun luar lapangan.
Dengan pengalaman bermain di Brasil, Kamboja, Malaysia, dan kini Indonesia, Gabriel membawa perspektif sepak bola yang luas. Arema FC berharap kehadirannya mampu menambah variasi serangan dan memperkuat sektor sayap Singo Edan.
Kisah Gabriel Silva membuktikan bahwa kesuksesan dalam sepak bola tidak selalu harus mengikuti jalur instan. Meski tidak setenar sahabat lamanya, Vinicius Junior, Gabriel tetap melangkah dengan keyakinan dan kerja keras. Kini, ia siap menuliskan bab baru bersama Arema FC dan Liga Indonesia.
BACA JUGA :












