PSIM Yogyakarta kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun klub secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi prestasi di lapangan, tetapi juga penguatan brand dan bisnis klub. Terbaru, manajemen Laskar Mataram tengah merampungkan pembukaan PSIM Store di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kulonprogo, sebuah langkah strategis yang dinilai berani dan visioner.
Kehadiran store resmi PSIM di kawasan bandara internasional ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan klub legendaris asal Kota Gudeg tersebut. Lebih dari sekadar tempat penjualan merchandise, PSIM Store di YIA dirancang sebagai medium branding klub sekaligus etalase pariwisata Yogyakarta.
PSIM Store di YIA, Lebih dari Sekadar Bisnis
Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, menegaskan bahwa pembukaan PSIM Store di YIA bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan komersial. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari visi besar manajemen untuk menjadikan PSIM sebagai simbol kebanggaan dan ikon pariwisata Yogyakarta.
“Strategi pengembangan bisnis PSIM kenapa kami buka di YIA karena memang visi dari PT PSIM mau membawa klub ini sebagai salah satu simbol pariwisata Kota Yogyakarta. Itu strateginya dilakukan, makanya kami buka di YIA,” ujar Liana.
Bandara Internasional Yogyakarta dipilih bukan tanpa alasan. Sebagai pintu utama masuknya wisatawan domestik maupun mancanegara, YIA dinilai sebagai lokasi strategis untuk memperkenalkan identitas PSIM kepada publik yang lebih luas.
Progres Hampir Rampung, Lokasi Sangat Strategis
Proses pembangunan PSIM Store di YIA saat ini telah memasuki tahap akhir. Liana menyebut progres pengerjaan sudah mencapai sekitar 90 persen dan tinggal menyelesaikan detail akhir sebelum resmi dibuka untuk publik.
“Progresnya sudah 90 persen di sana. Posisinya juga cakep banget, benar-benar tusuk sate. Jadi semua penumpang yang akan berangkat dan ke gate pasti akan melihat PSIM Store, dan ukurannya juga cukup besar,” jelasnya.
Lokasi store yang berada di jalur utama pergerakan penumpang diyakini akan memberikan eksposur maksimal bagi brand PSIM. Setiap penumpang yang melintas menuju area keberangkatan hampir dipastikan akan melihat keberadaan store tersebut, menjadikannya sebagai salah satu titik strategis branding klub.
Langkah Berani di Tengah Tantangan Finansial
Manajemen PSIM tidak menutup mata terhadap tantangan finansial yang masih dihadapi klub. Liana mengakui bahwa pemasukan klub saat ini belum sepenuhnya ideal. Namun, ia menilai langkah berani tetap diperlukan demi membawa PSIM naik ke level yang lebih tinggi.
“Itu salah satu tindakan yang berani juga dari manajemen. Kami sadar betul pemasukan belum maksimal, cuma harus step up karena kami mau mengharumkan PSIM menjadi sumber destinasi, menjadi salah satu destinasi pariwisata nasional,” ungkapnya.
Keputusan ini mencerminkan perubahan pola pikir manajemen PSIM yang tidak lagi hanya berorientasi jangka pendek, melainkan membangun fondasi kuat untuk masa depan klub, baik dari sisi finansial maupun citra.
Momentum Pariwisata Yogyakarta Jadi Faktor Pendorong
Pembukaan PSIM Store di YIA juga dinilai tepat secara momentum. Dalam beberapa waktu terakhir, pariwisata Yogyakarta menunjukkan tren positif dan mendapat pengakuan luas di tingkat nasional.
“Puji Tuhan kemarin Yogyakarta juga bisa menggeser pariwisata Kota Bali, walaupun masih skala nasional. Tapi itu sesuatu yang menyenangkan untuk Kota Yogyakarta dan saya menyadari itu, makanya kami buka di situ,” lanjut Liana.
Manajemen PSIM ingin mengambil peran dalam geliat pariwisata tersebut dengan menghadirkan identitas sepak bola lokal yang kuat, sehingga wisatawan tidak hanya mengenal Yogyakarta lewat budaya dan destinasi wisatanya, tetapi juga melalui klub sepak bola kebanggaannya.
Terbuka untuk Kolaborasi dengan Komunitas dan Suporter
Selain fokus pada bisnis dan branding, PSIM juga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas serta kelompok suporter. Liana menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap ide-ide kreatif yang memiliki nilai sosial dan berdampak positif.
“Untuk kolaborasi dengan komunitas atau wadah suporter sangat terbuka. Kemarin departemen komersial juga menerima proposal botol ditukarkan dengan telur, lalu telurnya dikasihkan ke anak-anak PSIM ABC,” tuturnya.
Meski demikian, Liana mengakui bahwa manajemen masih dalam tahap merapikan sistem internal sehingga belum bisa sepenuhnya fokus pada pengembangan program kolaborasi yang intens dan berkelanjutan.
“Kalau dari departemen kami, memang belum sampai ada yang khusus dan intens memikirkan program itu. Karena kami masih serabutan,” tambahnya.
Konsep Locker Room, Siap Diresmikan Februari
PSIM Store di YIA dijadwalkan akan resmi diluncurkan pada Februari mendatang. Store ini akan mengusung konsep locker room, menghadirkan nuansa ruang ganti pemain yang ikonik dan sarat identitas klub.
“Kami mau launching bulan Februari. Konsepnya locker room. Luasnya sedikit lebih besar dari yang ada sekarang, tapi posisinya bagus banget. Mudah-mudahan bisa jadi kebanggaan kita semua,” pungkas Liana.
Dengan kehadiran PSIM Store di Bandara Internasional Yogyakarta, Laskar Mataram tidak hanya memperkuat fondasi bisnis klub, tetapi juga mempertegas perannya sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan pariwisata Yogyakarta di level nasional.
BACA JUGA :












