1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Mengenal Kepulauan Solomon, Calon Kuda Hitam Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

FIFA resmi merilis daftar lawan Timnas Indonesia pada ajang FIFA Series 2026, Senin (19/1/2026). Turnamen yang digelar pada jendela internasional Maret 2026 tersebut akan berlangsung di sejumlah negara tuan rumah, termasuk Indonesia, dan diikuti oleh empat tim dalam setiap grup dengan format masing-masing tim memainkan dua pertandingan.

FIFA Series 2026 menjadi ajang uji coba internasional berskala besar yang melibatkan total 48 tim nasional. Seluruh peserta dibagi ke dalam 12 grup, masing-masing berisi empat tim. Menariknya, dari total 12 grup tersebut, tiga di antaranya merupakan kategori putri, sementara sembilan grup lainnya khusus putra.

Indonesia mendapat kepercayaan sebagai salah satu tuan rumah grup putra. Selain Indonesia, delapan negara lain yang juga menjadi tuan rumah adalah Australia, Azerbaijan, Puerto Riko, Uzbekistan, Kazakhstan, Mauritania, Selandia Baru, dan Rwanda. Khusus Rwanda, negara Afrika tersebut menjadi tuan rumah untuk dua grup sekaligus.

Timnas Indonesia Satu Grup dengan Bulgaria dan Dua Negara Non-Asia

Berdasarkan rilis resmi FIFA yang dikutip melalui PSSI, Timnas Indonesia tergabung bersama tiga negara lain dalam FIFA Series 2026. Ketiga negara tersebut adalah Bulgaria, Saint Kitts and Nevis, serta Kepulauan Solomon. Komposisi ini sesuai dengan rumor yang sebelumnya telah beredar di publik.

Dari ketiga lawan tersebut, nama Kepulauan Solomon menjadi yang paling menarik perhatian. Negara kepulauan di kawasan Oseania itu relatif jarang disorot dalam peta sepak bola global, namun kerap menghadirkan kejutan di level regional.

Kepulauan Solomon, Negara Kepulauan di Samudra Pasifik Selatan

Kepulauan Solomon merupakan negara kepulauan yang terletak di Samudra Pasifik bagian selatan dan berbatasan langsung dengan Papua Nugini di sebelah barat. Negara ini dikenal luas akan keindahan alamnya, khususnya pantai-pantai berair biru jernih yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara.

Selain panorama laut, Kepulauan Solomon juga memiliki kekayaan biota laut yang luar biasa. Dunia bawah lautnya dihuni beragam spesies seperti pari manta, hiu karang, barracuda, jack fish, hingga makhluk laut unik seperti kuda laut, nudibranch, dan ghost pipefish. Tak heran jika negara ini menjadi salah satu destinasi menyelam favorit di kawasan Pasifik.

Jejak Sejarah dan Latar Belakang Sosial

Dalam sejarahnya, Kepulauan Solomon pernah menjadi protektorat Inggris sebelum akhirnya meraih kemerdekaan pada 1978 dan berdiri sebagai negara republik. Honiara, yang terletak di pantai utara Pulau Guadalcanal, menjadi ibu kota sekaligus kota terbesar di negara tersebut.

Mayoritas penduduk Kepulauan Solomon masih tinggal di desa-desa kecil dengan mata pencaharian utama di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Dari sisi etnis, sebagian besar penduduk merupakan Melanesia, dengan minoritas Polinesia yang tersebar di beberapa atol terpencil. Selain itu, terdapat pula komunitas kecil keturunan Tionghoa, Eropa, dan Mikronesia.

Sepak Bola Jadi Olahraga Kebanggaan Nasional

Sepak bola menjadi olahraga paling populer dan dibanggakan di Kepulauan Solomon. Negara ini tergabung dalam Konfederasi Sepak Bola Oseania (OFC) dan dikenal sebagai salah satu kekuatan tradisional di kawasan tersebut, tepat di bawah Selandia Baru.

Dalam berbagai edisi kualifikasi Piala Dunia, Kepulauan Solomon kerap berstatus sebagai tim kuda hitam. Mereka beberapa kali memberikan perlawanan sengit kepada tim-tim besar Oseania, termasuk Australia sebelum pindah ke AFC. Bahkan, Kepulauan Solomon pernah mencatat kemenangan bersejarah atas Selandia Baru pada Kualifikasi Piala Dunia 2006.

Meski demikian, secara konsistensi, Kepulauan Solomon masih mengalami kesulitan ketika menghadapi tim-tim dari Asia Tenggara atau konfederasi kuat lainnya. Hal ini tercermin dari peringkat FIFA mereka yang umumnya berada di luar 150 besar dunia.

Peringkat FIFA dan Perbandingan dengan Timnas Indonesia

Dalam ranking FIFA terbaru, Kepulauan Solomon menempati peringkat ke-152 dunia. Posisi tersebut masih berada di bawah Timnas Indonesia yang kini menghuni peringkat ke-122. Namun, Kepulauan Solomon sedikit lebih baik dibanding Saint Kitts and Nevis yang berada di peringkat ke-154.

Meski secara peringkat tertinggal, status Kepulauan Solomon sebagai wakil Oseania tetap membuat mereka tidak bisa dipandang sebelah mata. Karakter permainan fisik dan tempo cepat kerap menjadi senjata utama mereka.

Kekuatan Tim dan Pemain Kunci

Informasi terkini mengenai kekuatan Timnas Kepulauan Solomon memang tidak terlalu banyak terekspos. Berdasarkan data Transfermarkt, tim ini saat ini ditangani oleh pelatih Joshua Smith yang berusia 38 tahun. Mayoritas pemain mereka masih bermain di kompetisi domestik.

Namun, terdapat beberapa pemain yang merumput di luar negeri, di antaranya William Komasi yang bermain untuk Adelaide Omonia Cobras, Micah Lea’alafa di Vipers FC, serta Raphael Lea’i yang membela Wollongong Wolves. Nama terakhir menjadi bintang utama tim dengan koleksi 11 gol dari 22 penampilan internasional.

Sementara itu, pemain paling senior di skuad Kepulauan Solomon adalah penjaga gawang Philip Mango. Kiper berusia 30 tahun tersebut telah mengoleksi 45 caps dan menjadi figur penting di lini belakang.

Potensi Jadi Kuda Hitam di FIFA Series 2026

Dengan komposisi pemain yang mengandalkan kekompakan dan pengalaman regional, Kepulauan Solomon berpotensi menjadi kuda hitam di FIFA Series 2026. Bagi Timnas Indonesia, laga melawan wakil Oseania ini akan menjadi ujian penting untuk mengukur kesiapan menghadapi gaya permainan berbeda.

FIFA Series 2026 pun menjadi panggung ideal bagi Indonesia untuk meningkatkan peringkat FIFA sekaligus mematangkan skuad jelang agenda internasional berikutnya.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE