1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Ketua Jakmania Kritik Minimnya Pemain Pembeda di Persija Jakarta

Ketua The Jakmania, Diky Soemarno, melontarkan evaluasi tajam terhadap performa Persija Jakarta sepanjang putaran pertama BRI Super League 2025/2026. Menurutnya, Macan Kemayoran masih memiliki satu kelemahan krusial yang berpotensi menghambat ambisi juara, yakni minimnya pemain pelapis yang mampu memberi dampak nyata ketika tim utama menemui kebuntuan.

Pandangan tersebut disampaikan Diky saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Liputan6, belum lama ini. Ia menilai bahwa secara umum Persija sudah memiliki fondasi yang cukup solid, terutama dari sisi susunan pemain inti dan pendekatan taktik di awal pertandingan. Namun, masalah kerap muncul ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana.

Minim Pemain Pembeda Jadi Sorotan Utama

Diky menilai bahwa Persija sering kesulitan menemukan solusi alternatif saat permainan menjadi monoton. Ketika skema utama tidak berjalan, pilihan dari bangku cadangan dinilai belum cukup memberikan perubahan signifikan.

“Menurut saya pelapis di Persija kurang. Pelapis jangan hanya menjadi pemain pengganti, tapi juga harus menjadi pembeda. Pemain yang bisa memberikan solusi lain ketika permainan mentok atau terlalu monoton,” ujar Diky.

Ia menekankan bahwa peran pemain cadangan di klub besar seperti Persija seharusnya lebih dari sekadar menggantikan posisi pemain inti yang kelelahan atau cedera. Pelapis ideal adalah sosok yang mampu mengubah ritme, memberi warna baru, dan memaksa lawan mengubah strategi.

Masalah Ini Terlihat Sejak Putaran Pertama

Menurut Diky, problem tersebut sejatinya sudah terlihat jelas sejak putaran pertama kompetisi. Beberapa hasil kurang maksimal, terutama saat bermain di kandang, menjadi indikator kuat bahwa Persija belum sepenuhnya siap bersaing di jalur juara.

“Kita dua kali gagal menang di kandang, lawan Malut dan lawan Bali. Lawan Malut kita main 10 orang dan kebobolan lewat gol Yance Sayuri yang memang bagus. Terus lawan Bali juga kita kemasukan duluan saat main di JIS,” ungkapnya.

Bagi Diky, kegagalan memaksimalkan laga kandang adalah alarm serius. Ia menilai tim yang ingin menjadi juara wajib menjadikan kandang sebagai tempat yang angker bagi lawan.

Perbandingan dengan Klub Pesaing

Dalam evaluasinya, Diky juga menyinggung Persib Bandung sebagai contoh klub yang dinilai mampu memaksimalkan kekuatan kandang. Menurutnya, konsistensi meraih poin penuh di kandang menjadi salah satu faktor utama yang membuat Persib tampil menakutkan.

“Kalau mau jadi juara, kandang itu harus full total menang. Persib salah satu klub yang bisa melakukan itu. Dengan skuad yang sekarang dan dukungan Bobotoh, Persib punya modal yang sangat kuat,” jelas Diky.

Pernyataan tersebut menjadi refleksi bahwa Persija perlu belajar dari pesaingnya, baik dari sisi kedalaman skuad maupun efektivitas strategi sepanjang 90 menit pertandingan.

Dorongan untuk Berbenah di Putaran Kedua

Memasuki putaran kedua BRI Super League 2025/2026, Diky berharap Persija berani melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menilai improvisasi mutlak diperlukan, termasuk kemungkinan melakukan perubahan pada pemain yang kontribusinya dinilai belum optimal.

“Salah satunya yang harus dilakukan Persija adalah berimprovisasi di putaran kedua. Pemain yang kontribusinya kurang, ya harus diganti,” tegasnya.

Diky mencontohkan momen ketika Aditya Warman mampu menjadi pembeda dalam satu pertandingan melalui keberanian mencetak gol dari luar kotak penalti. Namun, ia menilai kontribusi seperti itu masih terlalu jarang muncul.

“Aditya Warman waktu lawan Jepara itu jadi pembeda karena berani nendang dari luar kotak penalti. Tapi kan baru satu. Kita belum lihat yang lain,” ujarnya.

Suporter Sudah Bisa Membaca Kekurangan Tim

Lebih lanjut, Diky menyebut bahwa suporter kini semakin paham soal kebutuhan tim. Menurutnya, jika pendukung saja bisa membaca kekurangan Persija, seharusnya manajemen dan tim pelatih memiliki pemahaman yang jauh lebih mendalam.

“Kalau suporter saja tahu apa kekurangan tim dan apa yang harus dilakukan, harusnya manajemen dan pelatih jauh lebih tahu dibandingkan kami,” kata Diky.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa ekspektasi publik terhadap Persija sangat tinggi, seiring status klub sebagai salah satu raksasa sepak bola nasional.

Pentingnya Peran Pelapis di Bangku Cadangan

Ketika ditanya aspek paling kurang dari Persija saat ini, Diky kembali menegaskan soal pentingnya peran pelapis. Ia bahkan memberi ilustrasi konkret terkait kebutuhan striker alternatif dengan karakter berbeda.

“Pelapis itu pemain di bench yang bukan cuma menggantikan, tapi memberikan peran berbeda. Misalnya striker utama sudah sulit pegang bola karena dijaga ketat, kita butuh striker pelapis yang kuat menahan bola atau tiba-tiba bisa cetak gol tanpa banyak ruang,” jelasnya.

Menurut Diky, tipe pemain seperti itu sangat penting untuk memecah kebuntuan, terutama dalam laga-laga ketat yang sering menentukan hasil akhir.

Kedatangan Ajaraie Jadi Harapan Baru

Pada bursa transfer paruh musim, Persija Jakarta resmi mendatangkan striker asal Maroko, Alaeddine Ajaraie. Kehadiran pemain anyar tersebut diharapkan mampu menambah variasi serangan sekaligus menjawab kebutuhan akan pemain pembeda di lini depan.

Putaran kedua BRI Super League 2025/2026 pun akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Persija. Apakah evaluasi dan perubahan yang dilakukan mampu membawa Macan Kemayoran tampil lebih tajam dan konsisten, atau justru persoalan lama kembali terulang.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE