Grup A Piala AFF 2026 diprediksi akan menghadirkan persaingan sengit antarnegara. Grup ini diisi juara bertahan Vietnam, Timnas Indonesia, Singapura, Kamboja, dan menunggu pemenang play-off antara Brunei atau Timor Leste. Namun salah satu tim yang menarik perhatian publik adalah Timnas Singapura, yang memiliki sejarah panjang dan prestisius di turnamen sepak bola ASEAN ini.
Meskipun dalam beberapa tahun terakhir performanya menurun, Singapura tetap tidak bisa dianggap remeh. Dengan sejarah gemilang dan pemain-pemain berbakat, The Lions siap kembali menantang dominasi tim-tim kuat di kawasan.
Sejarah Gemilang The Lions
Timnas Singapura memiliki catatan prestasi yang mengesankan di Piala AFF, yang dulu dikenal sebagai Piala Tiger. Mereka berhasil menjuarai turnamen ini pada edisi 1998, 2004, 2007, dan 2012. Prestasi ini menempatkan Singapura sebagai pemegang gelar terbanyak kedua setelah Thailand, membuat mereka menjadi salah satu tim yang paling diperhitungkan di Asia Tenggara.
Generasi emas Singapura meninggalkan kenangan manis bagi penggemar. Nama-nama seperti Indra Sahdan Daud dan Noh Alam Shah (Along) menjadi legenda, dengan Along menjadi top skor Piala AFF dua kali (2004 dan 2007). Tidak hanya itu, pemain-pemain naturalisasi seperti Itimi Dickson, Agu Cashmir, Daniel Bennett, dan Precious Emuejeraye juga turut mengukir prestasi dan membuat Singapura menjadi kekuatan dominan di kawasan pada masanya.
Namun, sejak 2012, Singapura mengalami penurunan performa. Dalam 14 tahun terakhir, The Lions puasa gelar Piala AFF dan gagal menembus babak final. Mereka hanya mencapai semifinal atau tersingkir lebih awal, menandai periode yang sulit bagi sepak bola Singapura di level regional.
Perlahan Bangkit Menuju Kejayaan
Meski puasa gelar, Timnas Singapura perlahan mulai bangkit. Pada Piala AFF 2020, mereka berhasil melaju hingga semifinal, meski akhirnya kalah dari Timnas Indonesia melalui adu penalti. Pada edisi terakhir, Piala AFF 2024, Singapura kembali menembus semifinal, tetapi dihentikan Vietnam dengan agregat 1-5.
Kapten Timnas Singapura, Hariss Harun, menegaskan ambisi timnya menjelang Piala AFF 2026. “Kembali ke semifinal di edisi terakhir mengingatkan kami betapa pentingnya turnamen ini bagi warga Singapura. Kami ingin tampil lebih baik lagi dan berjuang untuk meraih gelar,” ujar Hariss, dikutip dari laman resmi federasi sepak bola Singapura (FAS).
Persiapan Tim dan Perkembangan Pemain
Singapura memanfaatkan jeda kompetisi untuk memperkuat skuad dan meningkatkan kualitas pemain. Fokus mereka bukan hanya pada Piala AFF, tetapi juga persiapan menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi, setelah sukses lolos dari babak kualifikasi.
Timnas Singapura menorehkan prestasi gemilang di Kualifikasi Piala Asia 2027. Mereka menjuarai Grup C dengan koleksi 11 poin, memastikan tiket ke putaran final. Ini menjadi pencapaian bersejarah, karena terakhir kali mereka tampil di Piala Asia adalah pada 1984, atau 41 tahun lalu. Keberhasilan ini menjadi sinyal bahwa Timnas Singapura sedang berada dalam fase perkembangan positif.
Hariss menambahkan, “Kami telah banyak berkembang sebagai tim. Dengan Piala Asia di depan mata, semua orang bersemangat untuk melihat seberapa jauh kami bisa mendorong diri sendiri. Dukungan warga Singapura juga menjadi motivasi besar bagi kami untuk tampil maksimal.”
Tantangan Grup A dan Ambisi Gelar
Di Grup A, Singapura harus bersaing ketat dengan Vietnam sebagai juara bertahan dan Timnas Indonesia yang memiliki pengalaman turnamen regional kuat. Kamboja, serta pemenang play-off antara Brunei atau Timor Leste, juga akan menjadi lawan yang perlu diwaspadai.
Dengan kombinasi pengalaman, pemain muda berbakat, dan beberapa wajah naturalisasi, Timnas Singapura memiliki potensi untuk mengakhiri puasa gelar 14 tahun di Piala AFF. Strategi pelatih, disiplin pemain, dan mental juara akan menjadi kunci kesuksesan mereka di turnamen ini.
Harapan Baru untuk Warga Singapura
Selain target prestasi, Timnas Singapura juga ingin memberikan hiburan dan kebanggaan bagi penggemar sepak bola di negaranya. Setiap langkah tim ini di lapangan dianggap sebagai representasi semangat dan identitas sepak bola Singapura. Hariss menekankan pentingnya solidaritas dan kerja sama tim dalam mencapai ambisi besar tersebut.
“Kami ingin terus membuat warga Singapura bangga dengan semangat juang dan kebersamaan di lapangan. Gelar Piala AFF bukan sekadar trofi, tetapi juga simbol kebangkitan dan bukti bahwa Singapura bisa bersaing kembali di tingkat regional,” ujar kapten tim dengan penuh keyakinan.
Kesimpulan
Meski 14 tahun puasa gelar, Timnas Singapura menunjukkan tanda-tanda kebangkitan menjelang Piala AFF 2026. Dengan sejarah gemilang, pemain berbakat, dan motivasi tinggi, The Lions bertekad kembali menorehkan prestasi. Grup A akan menjadi ajang pembuktian, tidak hanya untuk meraih gelar, tetapi juga menegaskan eksistensi Singapura di panggung sepak bola ASEAN.
Bagi para penggemar sepak bola, Piala AFF 2026 bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga kisah kebangkitan Timnas Singapura yang siap mengakhiri penantian panjang dan menyalakan kembali aura juara di kawasan Asia Tenggara.
BACA JUGA :












