1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Hadapi Jadwal Padat Februari, PSIM Fokus Tingkatkan Kondisi Fisik Pemain

PSIM Yogyakarta bersiap menghadapi tantangan besar pada awal putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Laskar Mataram itu akan melakoni jadwal yang sangat padat sepanjang Februari, dengan total lima pertandingan yang harus dijalani dalam waktu relatif singkat.

Sebelum memasuki periode krusial tersebut, PSIM lebih dulu menghadapi ujian berat saat menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-18. Laga tersebut akan digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (25/1/2026) sore WIB. Pertandingan ini menjadi pembuka rangkaian laga padat yang menuntut kesiapan fisik dan mental seluruh pemain.

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah meningkatkan kondisi fisik agar para pemain siap menghadapi intensitas pertandingan yang tinggi.

Jadwal Padat Menanti Laskar Mataram

Setelah duel kontra Persebaya, PSIM Yogyakarta dijadwalkan menghadapi lawan-lawan tangguh sepanjang Februari. Mereka akan bertemu Borneo FC pada 1 Februari, disusul laga kontra Persis Solo (6 Februari), Persik Kediri (13 Februari), Bali United (23 Februari), dan PSBS Biak (27 Februari).

Rangkaian pertandingan tersebut membuat PSIM nyaris bermain setiap beberapa hari sekali. Situasi ini menuntut manajemen energi yang tepat, rotasi pemain yang efektif, serta kesiapan fisik yang optimal.

“Kami fokus sedikit pada bagian fisik karena jadwal sekarang akan sangat padat dengan banyak pertandingan dalam waktu singkat,” ujar Jean-Paul van Gastel usai sesi latihan pada Jumat (23/1/2026).

Menurut pelatih asal Belanda tersebut, fase ini menjadi momen penting untuk bekerja keras secara fisik sebelum jadwal pertandingan semakin rapat.

Genjot Fisik Sebelum Intensitas Laga Meningkat

Van Gastel menjelaskan bahwa PSIM memanfaatkan waktu yang ada untuk meningkatkan kebugaran pemain. Ia menyadari bahwa dalam beberapa pekan ke depan, porsi latihan fisik akan sangat terbatas karena padatnya jadwal pertandingan.

“Sekarang waktunya bekerja keras secara fisik karena dalam beberapa minggu ke depan kami tidak bisa lagi berlatih fisik secara intens,” lanjutnya.

Pendekatan ini diambil agar para pemain memiliki daya tahan yang cukup untuk menjaga performa tetap stabil di tengah tekanan jadwal. PSIM ingin memastikan bahwa para pemain tidak hanya siap untuk satu atau dua laga, tetapi mampu tampil konsisten sepanjang Februari.

Update Kondisi Pemain Cedera

Selain fokus pada kebugaran, PSIM Yogyakarta juga terus memantau kondisi sejumlah pemain yang masih dibekap cedera. Van Gastel mengungkapkan bahwa beberapa pemain kunci belum sepenuhnya pulih dan masih membutuhkan waktu sebelum kembali merumput.

“Yusaku masih cedera. Dia sudah kembali ke lapangan, tetapi belum berlatih bersama tim,” ungkap Van Gastel.

Ia juga menyebutkan bahwa Donny, Anton, dan Harlan masih dalam tahap pemulihan. Ketiganya diperkirakan membutuhkan waktu tambahan sebelum siap bergabung penuh dengan tim utama.

Meski demikian, PSIM mendapat kabar positif dari kondisi Andi Irfan. Pemain sayap tersebut dinyatakan fit dan berpeluang tampil saat menghadapi Persebaya.

“Andi Irfan fit dan kemungkinan bisa bermain melawan Persebaya,” kata Van Gastel.

Franco Ramos Absen, PSIM Siapkan Pengganti

PSIM dipastikan tidak dapat menurunkan Franco Ramos pada laga kontra Persebaya. Bek asal Argentina itu harus absen akibat sanksi larangan bertanding setelah menerima kartu merah pada pertandingan sebelumnya.

Van Gastel memastikan bahwa tim sudah menyiapkan pengganti untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Ramos.

“Ya, Andy,” jawabnya singkat ketika ditanya siapa yang akan menggantikan Franco Ramos. Kepastian tersebut menunjukkan bahwa PSIM telah memiliki rencana matang untuk menjaga keseimbangan lini belakang.

Penyesuaian Jadwal Latihan Akibat Musim Hujan

Menjelang laga penting melawan Persebaya, PSIM juga melakukan penyesuaian jadwal latihan. Jika sebelumnya latihan rutin digelar pada sore hari, kini sesi latihan dipindahkan ke pagi hari.

Alasan utama perubahan tersebut adalah faktor cuaca. Musim hujan yang tengah berlangsung membuat kondisi lapangan pada sore hari sering kali tidak ideal.

“Musim hujan. Itu saja,” ujar Van Gastel.

Ia mengaku telah berdiskusi dengan staf pelatih dan pihak lokal yang lebih berpengalaman menghadapi kondisi cuaca di Indonesia.

“Saya perhatikan pada waktu tertentu di pagi hari cuacanya lebih baik, sementara siang ke sore justru makin buruk. Kami sudah kehilangan beberapa sesi latihan karena hujan, jadi kami memutuskan latihan pagi,” jelasnya.

Adaptasi Ritme Baru Jelang Laga Penting

Perubahan jadwal latihan ini juga menuntut adaptasi dari pelatih dan pemain. Van Gastel mengakui bahwa ritme kerja menjadi sedikit berbeda, namun hal tersebut tidak menjadi masalah besar.

“Bagi saya pribadi sama saja, hanya ritmenya yang berbeda. Biasanya saya bekerja pagi, sekarang ritmenya berubah. Saya rasa pemain juga harus menyesuaikan,” tuturnya.

Dengan persiapan fisik yang dimaksimalkan, penyesuaian jadwal latihan, serta pengelolaan pemain yang cermat, PSIM Yogyakarta berharap mampu melewati periode Februari dengan hasil positif. Duel melawan Persebaya pun menjadi titik awal bagi Laskar Mataram untuk menunjukkan kesiapan mereka menghadapi jadwal super padat di BRI Super League.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE