1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Pelatih Madura United Sayangkan Kekalahan Timnya Usai Kena Dua Penalti di Jakarta

Madura United kembali menelan kekalahan di BRI Super League 2025/2026. Terbaru, Laskar Sape Kerrab harus mengakui keunggulan Persija Jakarta dengan skor 0-2 dalam laga pekan ke-18 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (23/1/2026) malam.

Kekalahan ini menjadi catatan pahit bagi Madura United, karena kedua gol Persija lahir dari eksekusi penalti di masa injury time. Tim tamu gagal mengantisipasi situasi kritis yang muncul akibat konsentrasi menurun dan pelanggaran di area terlarang.

Penalti yang Menentukan Laga

Dua gol Persija tercipta dari titik putih, masing-masing dicetak oleh Gustavo (44’) dan Maxwell (90+15’). Momen penalti ini menjadi penentu kemenangan tim ibu kota, sekaligus menutup peluang Madura United untuk meraih poin di markas lawan.

Meski demikian, Madura United sempat mencatat beberapa peluang emas. Namun, lini depan tim asuhan Carlos Parreira kesulitan menembus pertahanan rapat Persija.

“Sayangnya, di babak pertama, kami gagal menemukan ritme permainan yang bagus. Kami bertahan cukup baik, tetapi penalti yang diberikan lawan membuat saya harus melakukan perubahan di babak kedua,” ungkap Parreira seusai laga.

Formasi Tiga Bek Sejajar

Dalam laga ini, Madura United menurunkan tiga pemain anyar mereka: Riquelme, Junior Brandao, dan Giovani Numberi. Pelatih asal Brasil itu memilih formasi tiga bek sejajar, strategi yang terbukti cukup meredam serangan Persija. Namun, efektivitas formasi ini tidak cukup untuk meraih hasil positif karena kedua gol Persija lahir dari penalti.

Carlos Parreira menambahkan bahwa performa tim mulai membaik di babak kedua berkat pergantian pemain. Beberapa peluang berhasil diciptakan, tetapi belum membuahkan gol.

“Kami melakukan perubahan di babak kedua dengan mengganti pemain, dan permainan lebih baik. Beberapa peluang tercipta, tapi sayangnya tidak ada yang berbuah gol,” jelas Parreira.

Laga Berlangsung Sengit

Pertandingan berjalan sengit dengan beberapa kali dihentikan oleh wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, karena pelanggaran. Bahkan, tambahan waktu hingga 11 menit diberikan di akhir laga karena seringnya permainan terhenti.

Meskipun menghadapi tekanan, Madura United tetap berusaha tampil kompak dan disiplin. Formasi tiga bek sejajar membantu mengurangi peluang terbuka Persija, namun faktor penalti menjadi momen krusial yang tak bisa dihindari.

Pemain Ungkap Kesulitan di Lapangan

Pemain Madura United, Taufik Hidayat, menyatakan pertandingan kali ini sangat sulit. Beberapa keputusan wasit menurutnya merugikan tim dan mengganggu ritme permainan.

“Saya minta maaf kepada fans Madura, kami tidak bisa membawa pulang poin. Pertandingan ini memang tidak mudah, dan dua penalti yang diberikan mungkin bisa dipertanyakan. Saya sendiri juga terkena pelanggaran yang cukup riskan, tapi wasit tidak memberikan perlindungan,” kata Taufik.

Tren Kekalahan dan Tantangan Berikutnya

Hasil ini membuat Madura United menelan tiga kekalahan beruntun dan kini mengumpulkan 17 poin dari 18 laga. Tim Laskar Sape Kerrab harus segera bangkit untuk menghadapi pertandingan berikutnya melawan PSIM Yogyakarta dalam laga pekan ke-19, Sabtu (31/1/2026) malam.

Pelatih Carlos Parreira menekankan pentingnya evaluasi cepat dan fokus pada pertandingan berikutnya. Ia yakin dengan rotasi pemain yang tepat dan disiplin dalam bertahan, tim bisa memperbaiki performa.

“Kami harus bangkit. Babak kedua menunjukkan bahwa tim bisa menciptakan peluang. Hal ini akan menjadi modal penting untuk laga selanjutnya melawan PSIM,” ujar Parreira.

Kesimpulan

Kekalahan Madura United dari Persija Jakarta dengan skor 0-2 menegaskan pentingnya konsentrasi penuh di setiap menit pertandingan. Dua penalti yang diberikan menjadi momen krusial yang menentukan hasil akhir.

Meski kalah, performa tim di babak kedua menunjukkan perbaikan. Formasi tiga bek sejajar dan pergantian pemain membuat tim lebih solid, meski masih gagal mencetak gol.

Kini, fokus Madura United adalah memperbaiki kesalahan, menjaga mental pemain, dan bersiap menghadapi jadwal padat BRI Super League, khususnya laga berikutnya melawan PSIM Yogyakarta. Tim dan pelatih harus memaksimalkan peluang di tiap pertandingan agar bisa mengamankan poin penting demi menghindari zona degradasi dan memperbaiki posisi di klasemen.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE