1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Kekalahan dari Sassuolo, Pelatih Cremonese Bela Emil Audero

Cremonese harus menelan hasil pahit saat bertandang ke markas Sassuolo pada lanjutan pekan ke-22 Serie A musim 2025/2026. Bermain di MAPEI Stadium, Minggu (25/1/2026) malam WIB, tim tamu takluk dengan skor tipis 0-1 dalam pertandingan yang berjalan ketat.

Laga ini menjadi sorotan karena keterlibatan Emil Audero di bawah mistar gawang Cremonese. Kiper berdarah Indonesia tersebut kebobolan cepat saat pertandingan baru berjalan tiga menit. Gol semata wayang Sassuolo dicetak Alieu Fadera, memanfaatkan bola muntah yang gagal diamankan dengan sempurna oleh Audero.

Hasil ini memperpanjang tren negatif Cremonese yang belum mampu meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir di Serie A. I Grigiorossi kini tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan koleksi 23 poin, situasi yang membuat tekanan kian besar menjelang fase krusial musim ini.

Gol Cepat Sassuolo Jadi Titik Balik Pertandingan

Sejak peluit awal dibunyikan, Sassuolo tampil agresif dan langsung menekan lini pertahanan Cremonese. Tekanan tersebut berbuah hasil cepat melalui skema serangan dari luar kotak penalti. Tembakan keras Armand Laurienté sebenarnya masih bisa diantisipasi Emil Audero, namun bola pantul justru mengarah ke Alieu Fadera.

Tanpa pengawalan ketat, Fadera dengan tenang menyambar bola dan mengubah skor menjadi 1-0. Gol cepat itu membuat Sassuolo lebih nyaman mengontrol permainan, sementara Cremonese harus bekerja ekstra untuk mengejar ketertinggalan.

Sepanjang sisa pertandingan, Cremonese berusaha meningkatkan intensitas serangan. Namun rapatnya pertahanan tuan rumah membuat setiap upaya tim tamu sulit membuahkan hasil. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor tidak berubah dan Sassuolo mengamankan tiga poin penting di kandang.

Davide Nicola Tetap Tenang Usai Kekalahan

Pelatih Cremonese, Davide Nicola, memilih bersikap realistis dan tenang saat menghadapi media dalam konferensi pers seusai laga. Ia menilai para pemainnya sudah menunjukkan usaha maksimal meski hasil akhir tidak berpihak.

Nicola tidak menutupi adanya kesalahan teknis dalam pertandingan tersebut, termasuk momen yang berujung pada gol Sassuolo. Namun ia menegaskan bahwa kesalahan seperti itu merupakan bagian dari dinamika permainan, terutama ketika tim sedang berada dalam periode sulit.

“Saya bisa menerima kesalahan teknis. Kami sedang berada dalam fase tertentu, dengan intensitas pertandingan yang tinggi dan beberapa pemain yang tidak tersedia,” ujar Davide Nicola.

Menurutnya, situasi seperti ini tidak hanya dialami Cremonese, tetapi juga tim-tim lain di Serie A. Ia menekankan pentingnya menjaga mentalitas dan semangat juang untuk keluar dari periode negatif.

Mentalitas Jadi Fokus Evaluasi Cremonese

Davide Nicola juga menyoroti aspek mental sebagai faktor yang perlu segera dibenahi. Ia menilai timnya sempat kehilangan ketenangan di awal laga, terutama setelah kebobolan cepat.

“Setelah sepuluh menit pertama, kami memang tidak menciptakan banyak peluang. Ada beberapa kesalahan posisi, tetapi saya melihat keinginan untuk tidak pernah menyerah tetap ada,” katanya.

Nicola menilai performa Cremonese secara keseluruhan tidak sepenuhnya buruk. Ia justru melihat tanda-tanda positif bahwa timnya masih kompetitif, meski hasil akhir belum sesuai harapan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa sang pelatih masih percaya pada proses yang sedang dijalani, alih-alih menyalahkan individu tertentu atas kekalahan tersebut.

Skema 3-5-2 Belum Berjalan Maksimal

Dalam laga melawan Sassuolo, Davide Nicola menerapkan formasi 3-5-2. Emil Audero dipercaya sebagai penjaga gawang utama, sementara lini belakang diisi oleh sejumlah pemain berpengalaman untuk meredam serangan lawan.

Namun, skema tersebut belum berjalan optimal. Cremonese kesulitan mengantisipasi serangan balik cepat Sassuolo, terutama di sisi sayap. Gol yang tercipta di awal laga menjadi bukti bahwa transisi bertahan tim tamu masih menyisakan celah.

“Dengan tiga bek di belakang, kami harus membayar mahal dari serangan balik. Kami tidak cukup baik dalam menghindarinya, dan itu bagian dari permainan,” jelas Nicola.

Meski demikian, ia mengapresiasi upaya para pemain yang tetap mencoba mengambil alih kendali permainan di babak-babak berikutnya, meskipun pilihan di lini serang cukup terbatas.

Performa Emil Audero Tetap Dapat Apresiasi

Meski melakukan satu kesalahan yang berujung gol, performa Emil Audero tidak sepenuhnya buruk. Berdasarkan catatan statistik, Audero mencatatkan enam penyelamatan penting sepanjang pertandingan dan mendapatkan rating 6,2.

Musim ini, Audero telah tampil dalam 18 pertandingan Serie A bersama Cremonese. Ia kebobolan 22 gol dan mencatatkan enam clean sheet, dengan rata-rata penilaian performa di angka 7,18 per laga.

Kontribusinya tetap vital bagi Cremonese, terutama dalam beberapa pertandingan sebelumnya yang berhasil diselesaikan dengan hasil positif.

Tantangan Berat Menanti Cremonese

Kekalahan dari Sassuolo membuat Cremonese harus segera berbenah. Tantangan berat sudah menanti di laga berikutnya, ketika mereka akan menjamu Inter Milan di Stadion Giovanni Zini, Senin (2/2/2026) dini hari WIB.

Inter Milan datang sebagai salah satu kandidat kuat juara Serie A musim ini. Pertandingan tersebut akan menjadi ujian besar bagi Emil Audero dan rekan-rekannya untuk membuktikan kebangkitan, sekaligus mengakhiri rentetan hasil negatif yang membayangi.

Dengan evaluasi yang tepat dan mentalitas yang lebih kuat, Cremonese berharap bisa kembali ke jalur positif dan menjauh dari zona berbahaya klasemen Serie A.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE