AS Roma harus puas membawa pulang satu poin saat menjamu AC Milan di Stadion Olimpico pada pekan ke-22 Serie A 2025/2026, Senin (26/01/2026) dini hari WIB. Laga sengit ini berakhir imbang 1-1, meskipun Roma tampil dominan hampir sepanjang pertandingan.
Rossoneri membuktikan bahwa meski ditekan, mereka tetap berbahaya dan mampu memanfaatkan peluang krusial. Gol dari Koni De Winter melalui sundulan situasi sepak pojok sempat membuat Milan unggul, sebelum Roma menyamakan kedudukan lewat penalti Lorenzo Pellegrini di menit ke-74.
Hasil ini semakin memanaskan persaingan papan atas Serie A. Milan tetap kokoh di posisi kedua klasemen, sementara Roma terus membuntuti di peringkat ketiga, menegaskan bahwa setiap poin di papan atas sangat berharga.
Gasperini Akui Bahaya AC Milan
Pelatih Gian Piero Gasperini menyoroti kemampuan Milan bertahan dan memanfaatkan peluang meski mendapat tekanan berat dari tuan rumah.
“AC Milan menunjukkan kualitas tim papan atas. Ketika mereka menemukan momentum, mereka menjadi sangat berbahaya dalam serangan balik, terutama dengan kecepatan Pulisic dan kekuatan Fullkrug,” ujar Gasperini kepada DAZN, dikutip Football Italia.
Babak pertama dimulai dengan tekanan tinggi Roma, yang mendominasi penguasaan bola dan terus menekan lini belakang Milan. Namun, Rossoneri berhasil menjaga konsentrasi dan tidak kebobolan hingga pertengahan babak kedua.
Gol De Winter lahir dari peluang pertama Milan yang nyata, menegaskan bahwa tim ini memanfaatkan setiap kesempatan dengan sangat efektif.
Roma Bisa Lebih Unggul Jika Lebih Dini Mencetak Gol
Statistik menunjukkan bahwa Roma tampil lebih dominan. Tim ibukota menguasai bola 58 persen berbanding 42 persen milik Milan, serta melepaskan 15 tembakan dengan tujuh mengarah ke gawang. Milan hanya mencatatkan lima tembakan dengan dua tepat sasaran, namun gol tandang mereka tetap berdampak maksimal.
Gol balasan Roma lahir dari penalti setelah Davide Bartesaghi dianggap melakukan handball di kotak terlarang. Lorenzo Pellegrini menjalankan tugasnya dengan sempurna, menyelamatkan satu poin untuk Roma.
Gasperini menambahkan bahwa hasil bisa berbeda jika Roma lebih dulu membuka keunggulan:
“Jika kami bisa mencetak gol pertama, peluang kemenangan akan sangat besar. Tapi saya bangga dengan karakter tim kami, dan setidaknya kami tetap membawa pulang satu poin,” tuturnya.
Pertandingan AS Roma vs AC Milan menunjukkan bahwa penguasaan bola dan dominasi statistik tidak selalu menjamin kemenangan. Milan, meski lebih sedikit menekan, mampu mengeksekusi peluang dengan efektif, sementara Roma harus puas dengan satu poin.
Hasil ini menjadi pelajaran penting bagi Roma untuk lebih efektif dalam memanfaatkan peluang di laga-laga berikutnya. Dengan persaingan papan atas yang semakin ketat, setiap detik dan peluang di lapangan menjadi sangat menentukan.
BACA JUGA :












