Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menegaskan dirinya tidak terlalu mengkhawatirkan isu kerawanan cedera yang sering dikaitkan dengan pemain anyar Maung Bandung, Layvin Kurzawa. Menurut Bojan, kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan bisa dikelola dengan baik seiring padatnya jadwal pertandingan yang akan dijalani Persib dalam beberapa bulan ke depan.
Layvin Kurzawa merupakan salah satu rekrutan paling mencuri perhatian Persib pada paruh musim BRI Super League 2025/2026. Namun, riwayat cedera yang pernah dialami pemain asal Prancis itu sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan publik. Bojan Hodak memilih bersikap tenang dan menilai situasi tersebut tidak perlu dibesar-besarkan.
Jadwal Padat Jadi Kesempatan Bangun Ritme
Bojan Hodak justru melihat padatnya agenda Persib sebagai peluang positif bagi Kurzawa untuk kembali menemukan ritme terbaiknya. Dalam waktu sekitar tiga setengah bulan ke depan, Persib dipastikan akan menghadapi jadwal yang sangat padat karena harus berlaga di dua kompetisi sekaligus, yakni BRI Super League dan AFC Champions League 2 2025.
Menurut Bojan, timnya akan menjalani setidaknya 19 pertandingan dalam periode tersebut. Jumlah itu bahkan bisa bertambah menjadi 21 hingga 25 laga, tergantung hasil dan progres Persib di kompetisi Asia.
Situasi ini membuka peluang besar bagi Kurzawa untuk mendapatkan menit bermain secara bertahap. Bojan menilai banyaknya pertandingan akan membantu pemain seperti Kurzawa membangun kembali kebugaran dan konsistensi performa.
Dengan rotasi yang tepat, Persib bisa memaksimalkan kontribusi Kurzawa tanpa harus memaksakan kondisi fisiknya.
Bukan Pengalaman Baru bagi Persib
Bojan Hodak mengakui bahwa Layvin Kurzawa memang cukup lama tidak bermain secara reguler sebelum bergabung dengan Persib. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan hal baru bagi tim Maung Bandung.
Pelatih asal Kroasia itu mengungkapkan bahwa Persib pernah menghadapi situasi serupa saat mendatangkan Federico Barba dan Stefano Beltrame di musim-musim sebelumnya. Kedua pemain tersebut juga sempat menjalani periode tanpa pertandingan cukup lama sebelum akhirnya kembali menemukan performa terbaiknya bersama Persib.
Pengalaman tersebut membuat Bojan lebih percaya diri dalam menangani kondisi Kurzawa. Ia menilai pemain dengan jam terbang tinggi biasanya membutuhkan waktu adaptasi, tetapi tetap mampu memberikan dampak besar ketika sudah menemukan ritme.
Kualitas Tetap Jadi Nilai Utama
Terlepas dari isu cedera, Bojan Hodak menegaskan bahwa kualitas Layvin Kurzawa tidak perlu diragukan. Menurutnya, pengalaman panjang Kurzawa di sepak bola Eropa menjadi aset penting bagi Persib, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Bojan menyebut Kurzawa memiliki pemahaman taktik yang baik, mentalitas profesional, serta kemampuan teknis yang sesuai dengan kebutuhan tim. Kehadiran pemain dengan latar belakang Paris Saint-Germain dan Timnas Prancis juga dinilai memberi nilai tambah tersendiri bagi Persib.
Ia menilai mendatangkan nama besar seperti Kurzawa bukan hanya menguntungkan dari sisi teknis, tetapi juga berdampak positif bagi atmosfer tim dan daya tarik kompetisi secara keseluruhan.
Bojan menegaskan bahwa pihak klub dan tim pelatih akan mengatur proses adaptasi Kurzawa secara bertahap agar pemain tersebut bisa tampil optimal tanpa risiko berlebihan.
Proses Adaptasi Jadi Fokus Tim Pelatih
Dalam waktu dekat, tim pelatih Persib akan memprioritaskan proses adaptasi Layvin Kurzawa. Bojan Hodak ingin memastikan bahwa sang pemain benar-benar siap secara fisik dan mental sebelum dimainkan secara reguler.
Menurut Bojan, pendekatan ini penting agar Kurzawa bisa memberikan kontribusi maksimal dalam jangka panjang, terutama mengingat padatnya jadwal yang akan dihadapi Persib.
Ia juga menekankan bahwa Persib tidak terburu-buru memaksimalkan Kurzawa dalam waktu singkat. Fokus utama tim saat ini adalah menjaga keseimbangan antara performa dan kebugaran pemain.
Menunggu Penyelesaian Administrasi
Terkait kapan Layvin Kurzawa bisa bergabung dalam sesi latihan penuh, Bojan Hodak menjelaskan bahwa saat ini sang pemain masih menunggu penyelesaian dokumen administrasi. Kurzawa baru bisa mengikuti latihan bersama tim setelah seluruh persyaratan, termasuk KITAS, rampung.
Bojan menyebut proses tersebut menjadi syarat utama sebelum Kurzawa bisa berlatih dan bermain secara resmi. Sementara itu, satu rekrutan anyar lainnya, Dion Markx, juga masih menunggu kedatangan di Bandung dan diperkirakan akan segera bergabung dalam waktu dekat.
Situasi ini membuat Persib harus bersabar, namun Bojan menilai semua proses berjalan sesuai rencana.
Optimisme Hadapi Sisa Musim
Dengan kombinasi pemain lama dan rekrutan anyar, Bojan Hodak optimistis Persib Bandung bisa tetap kompetitif di sisa musim BRI Super League dan AFC Champions League 2. Ia percaya kedalaman skuad akan menjadi kunci menghadapi jadwal padat dan persaingan ketat.
Bojan menegaskan bahwa manajemen risiko cedera menjadi bagian penting dalam perencanaan tim. Dengan pengelolaan yang tepat, ia yakin Layvin Kurzawa bisa memberikan kontribusi signifikan bagi Maung Bandung.
Kepercayaan Bojan terhadap Kurzawa menjadi sinyal bahwa Persib serius membangun kekuatan tim, bukan hanya untuk jangka pendek, tetapi juga untuk menjaga konsistensi performa di level tertinggi.
BACA JUGA :












