PSMS Medan terus menunjukkan keseriusannya dalam menatap putaran kedua Pegadaian Liga 2 musim 2025/2026. Klub legendaris asal Sumatra Utara itu melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari komposisi pemain hingga jajaran tim pelatih. Langkah ini diambil demi mengangkat performa tim sekaligus menjaga asa bersaing di papan atas klasemen.
Manajemen PSMS Medan memilih pendekatan strategis dengan merekrut sejumlah pemain muda potensial pada bursa transfer paruh musim. Selain itu, keputusan penting juga diambil dengan menunjuk pelatih anyar yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta filosofi permainan yang sesuai dengan karakter Ayam Kinantan.
Nama Eko Purjianto akhirnya dipercaya untuk mengemban tugas sebagai pelatih kepala, menggantikan Kashartadi yang sebelumnya menukangi PSMS Medan.
Eko Purjianto, Figur Berpengalaman di Sepak Bola Nasional
Eko Purjianto bukan nama asing di kancah sepak bola Indonesia. Mantan pemain PSIS Semarang itu mulai aktif menjalankan tugasnya sebagai pelatih PSMS Medan sejak pekan pertama Januari 2026. Pada usia 49 tahun, Eko membawa segudang pengalaman yang menjadi modal berharga bagi tim.
Sepanjang karier kepelatihannya, Eko Purjianto pernah mengemban berbagai peran penting. Ia tercatat pernah menjadi asisten pelatih PSIS Semarang, Timnas Indonesia U-19, serta Bali United. Puncak reputasinya terlihat saat menangani Persis Solo pada 2021, di mana ia sukses membawa Laskar Sambernyawa promosi ke kasta tertinggi Liga Indonesia.
Pengalaman itulah yang membuat manajemen PSMS Medan yakin menunjuk Eko Purjianto sebagai sosok yang tepat untuk memimpin tim di fase krusial musim ini.
Filosofi Permainan Jadi Pertimbangan Utama
Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, menegaskan bahwa penunjukan Eko Purjianto bukan keputusan instan. Manajemen melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait latar belakang, filosofi bermain, dan kecocokan dengan karakter pemain PSMS.
Menurut Fendi, gaya kepelatihan Eko Purjianto sangat detail dan komunikatif. Sang pelatih tidak hanya memberikan instruksi secara umum, tetapi juga membimbing pemain secara personal di lapangan.
Pendekatan tersebut dinilai efektif karena membuat pemain lebih mudah memahami peran dan tanggung jawab masing-masing. Filosofi ini juga menciptakan suasana latihan yang intens, disiplin, namun tetap edukatif.
Manajemen bahkan aktif meminta masukan dari para pemain terkait gaya kepelatihan Eko. Hasilnya, mayoritas pemain merasa nyaman dan mampu menyerap instruksi dengan baik.
Perombakan Skuad dan Fokus Pemain Lokal
Selain pergantian pelatih, PSMS Medan juga memaksimalkan bursa transfer Januari dengan melakukan perombakan skuad. Manajemen memilih fokus memperkuat tim melalui rekrutmen pemain lokal, khususnya talenta muda dari berbagai daerah.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka menengah klub, sekaligus untuk menciptakan persaingan sehat di dalam tim. Sejumlah pemain yang sebelumnya dipinjamkan atau tidak masuk rencana pelatih dilepas, sementara wajah-wajah baru mulai mengisi berbagai lini.
Fendi Jonathan mengungkapkan bahwa pada putaran kedua ini, PSMS Medan melakukan rotasi cukup besar dengan melepas hingga delapan sampai sembilan pemain. Posisi mereka digantikan oleh pemain muda yang dinilai memiliki energi, motivasi, dan potensi berkembang.
Menunggu Kebugaran Vitor Barata
Di tengah fokus pada pemain lokal, PSMS Medan juga masih memantau kondisi gelandang asing asal Portugal, Vitor Barata. Pemain tersebut belum tampil maksimal karena masih dalam proses pemulihan cedera.
Meski begitu, manajemen tetap membuka peluang bagi Barata untuk kembali memperkuat tim. Apalagi, gaya bermain sang gelandang disebut sangat cocok dengan filosofi permainan Eko Purjianto yang mengandalkan permainan cepat dan satu-dua sentuhan.
Saat ini, Barata sudah mulai menjalani latihan ringan dan diproyeksikan bisa kembali merumput pada pertengahan Februari. Keputusan akhir akan bergantung pada kondisi fisik serta kebutuhan tim.
Pemain Muda Langsung Beri Dampak Positif
Keputusan merekrut pemain muda mulai menunjukkan hasil positif. Dalam beberapa pertandingan terakhir, sejumlah pemain anyar langsung dipercaya tampil dan memberikan kontribusi nyata, termasuk mencetak gol penting.
Menariknya, para pencetak gol tersebut mayoritas merupakan pemain baru dan berusia muda. Fakta ini menjadi sinyal positif bahwa proyek regenerasi PSMS Medan berjalan sesuai rencana.
Manajemen optimistis, dengan kombinasi pemain muda, pengalaman pelatih, serta filosofi permainan yang jelas, PSMS Medan mampu tampil lebih konsisten pada putaran kedua Liga 2.
Optimisme PSMS Medan Menatap Putaran Kedua
Dengan segala pembenahan yang dilakukan, PSMS Medan menatap sisa kompetisi Pegadaian Liga 2 2025/2026 dengan optimisme tinggi. Pengalaman Eko Purjianto diharapkan menjadi faktor kunci dalam membangun mental, disiplin, dan kualitas permainan tim.
Manajemen berharap, kebangkitan PSMS Medan tidak hanya terlihat dari hasil pertandingan, tetapi juga dari identitas permainan yang solid dan berkarakter. Jika konsistensi terjaga, Ayam Kinantan berpeluang kembali bersaing dan mengembalikan kejayaan mereka di sepak bola nasional.
BACA JUGA :












