1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP Tragedi di Lapangan: Pelaku Serangan ke Emil Audero Kehilangan Tiga Jari

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, mengalami insiden mengejutkan saat memperkuat Cremonese dalam lanjutan Serie A 2025/2026. Kejadian ini terjadi saat laga melawan Inter Milan di Stadion Giovanni Zini, Senin (2/2/2026) dini hari WIB, di mana Audero terkena ledakan kembang api yang dilemparkan oleh suporter tim tamu.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran tentang keamanan pemain di stadion dan menyoroti masalah serius terkait perilaku sebagian suporter di Serie A.

Awal Laga: Cremonese Tertinggal

Emil Audero diturunkan sejak menit awal untuk menjaga gawang Cremonese saat menjamu I Nerazzurri pada pekan ke-23 Serie A. Meski tampil penuh fokus, gawang Audero dibobol oleh Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski pada babak pertama.

Inter Milan mendominasi penguasaan bola, sementara Cremonese lebih mengandalkan serangan balik. Meski tertinggal, Emil Audero tetap menunjukkan ketenangan dan profesionalisme dalam menjaga gawangnya.

Insiden Kembang Api

Masuk menit ke-50, pertandingan terpaksa dihentikan sementara. Sebuah kembang api dilemparkan ke lapangan dari tribune yang dihuni suporter Inter. Ledakan terjadi tepat di sebelah Emil Audero, yang saat itu menjadi satu-satunya pemain di area penalti.

Percikan api dari kembang api menyebabkan luka bakar di kaki Audero. Beruntung, setelah mendapat perawatan beberapa menit di lapangan, Emil diperbolehkan melanjutkan pertandingan. Insiden ini menunjukkan betapa berbahayanya perilaku suporter yang membawa kembang api ke stadion.

Suporter Pelaku Kehilangan Tiga Jari

Insiden tidak berhenti di situ. Pelaku pelempar kembang api dilaporkan mengalami cedera parah dan kehilangan tiga jarinya sendiri. Cedera ini terjadi ketika ia hendak melempar kembang api kedua beberapa menit setelah ledakan pertama.

Pemberitaan dari Football Italia menjelaskan, kerusakan terjadi saat ledakan kedua kembang api yang dilempar pelaku sendiri. Suporter itu kemudian harus dirawat di rumah sakit Cremona, dan identitasnya diketahui oleh pihak berwenang.

Tindakan Pihak Berwenang

Pihak keamanan kini telah mengidentifikasi pelaku dan menegaskan bahwa ia akan ditangkap serta dilarang menghadiri stadion untuk sementara waktu. Bahkan, ada kemungkinan langkah lebih tegas, termasuk pelarangan seluruh suporter Nerazzurri menghadiri pertandingan tandang, akan diberlakukan.

Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, secara terbuka mengutuk tindakan suporter yang melukai pemain dan meminta maaf kepada masyarakat Cremonese serta seluruh pendukung klub tuan rumah.

Reaksi Pelatih Cremonese

Pelatih Cremonese, Davide Nicola, mengaku kecewa dan sedih dengan insiden yang menimpa Emil Audero. Ia menilai kejadian seperti ini jauh dari semangat olahraga dan harus segera diberantas.

“Saya hanya melihat bagian terakhir dan merasa takut karena saya pikir dia telah dipukul, tetapi Emil tetap ingin melanjutkan pertandingan. Saya menghargai keputusan profesionalnya,” kata Nicola dikutip dari laman resmi klub.

Ia menambahkan bahwa insiden ini bisa diatasi jika semua pihak meningkatkan budaya olahraga dan disiplin dalam mengontrol perilaku suporter di stadion.

Budaya Olahraga yang Perlu Ditingkatkan

Davide Nicola menekankan bahwa insiden kembang api di stadion bukan budaya olahraga. Ia berharap semua pihak yang terlibat, termasuk klub dan suporter, bisa bekerja sama untuk menemukan solusi demi keamanan pemain.

“Beberapa hal sudah lama terjadi, dan tidak ada yang memperhatikan dinamika sebenarnya. Kita perlu menindak tegas dan meningkatkan kesadaran agar kejadian seperti ini tidak terulang,” jelasnya.

Keselamatan Pemain Prioritas

Insiden ini menjadi peringatan serius bagi seluruh liga dan suporter tentang pentingnya keselamatan pemain. Meskipun Emil Audero bisa melanjutkan pertandingan, potensi cedera serius akibat ledakan kembang api sangat tinggi.

Kejadian ini juga menunjukkan bagaimana tindakan sembrono sebagian suporter bisa menimbulkan konsekuensi fisik yang serius, tidak hanya bagi pemain tapi juga pelaku sendiri.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE