Persis Solo akhirnya memastikan bahwa penyerang asal Brasil, Clayton Da Silveira Da Silva, batal bergabung dengan tim pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Keputusan ini diambil setelah manajemen tim menyadari bahwa status mantan pemain Timnas Brasil U-23 tersebut tidak memenuhi persyaratan regulasi pemain asing di kompetisi domestik.
Sejatinya, Persis merekrut Clayton untuk memperkuat lini depan Laskar Sambernyawa. Kehadirannya diharapkan menambah daya dobrak dan pengalaman bagi skuad yang sedang berjuang di papan atas liga. Namun, kendala regulasi membuat rencana tersebut harus dibatalkan.
“Persis menyatakan bahwa pemain dengan nama Clayton Da Silveira Da Silva tidak akan melanjutkan karier bersama tim, karena adanya Surat Pemberitahuan Terkait Pemain Asing dari PSSI, yang menyatakan ia tidak memenuhi syarat untuk tampil di BRI Super League,” tulis pernyataan resmi Persis Solo.
Upaya Konfirmasi Status Clayton
Manajemen Persis Solo melakukan berbagai upaya untuk memastikan kelayakan Clayton bermain di Indonesia. Langkah pertama adalah berkorespondensi dengan klub terakhir Clayton, Diamond Harbour FC, yang berkompetisi di kasta kedua Liga India.
Hasil konfirmasi menunjukkan bahwa Clayton hanya terdaftar sebagai pemain untuk laga eksebisi bertajuk Durand Cup 2025, dan tidak pernah bermain di kompetisi resmi India. Kontraknya telah diputus berdasarkan kesepakatan bersama, yang dibuktikan dengan release letter tertanggal 24 Januari 2026. Hal ini juga dikonfirmasi oleh pihak All India Football Federation (AIFF).
Langkah berikutnya, Persis menghubungi Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Berdasarkan surat resmi FAM, Clayton tercatat sebagai pemain profesional Perak FC pada Liga Super Malaysia 2024/2025. Artinya, dari sisi administrasi internasional, Clayton memenuhi syarat untuk berkarier di BRI Super League.
International Transfer Certificate (ITC) Sudah Terselesaikan
Persis Solo juga telah menerima International Transfer Certificate (ITC) dari FIFA yang menegaskan bahwa Clayton menyelesaikan semua kewajibannya bersama klub lamanya, baik Diamond Harbour FC maupun AIFF. Dengan dokumen ini, Persis pun mendaftarkan Clayton ke Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP) serta Liga Indonesia Administration System (LIAS).
Proses registrasi administrasi berjalan lancar dan Clayton sempat tercatat sebagai pemain Persis di sistem. Namun, pada Senin (2/2/2026), PSSI mengirimkan surat resmi yang menyatakan bahwa Clayton tetap tidak memenuhi persyaratan tampil di BRI Super League.
Keputusan ini tentu menjadi pukulan tersendiri bagi Persis, yang telah menyiapkan lini depan dengan kehadiran striker asal Brasil tersebut.
Rencana Clayton di Masa Depan
Meski batal tampil di putaran kedua BRI Super League, manajemen Persis tetap mendukung Clayton untuk mencari klub baru agar kariernya tetap berlanjut. Persis tidak menyebutkan secara resmi klub tujuan, namun rumor yang beredar menyebutkan Clayton kemungkinan akan bermain di kasta kedua bersama Garudayaksa FC.
“Clayton akan kembali bergabung bersama Persis pada musim 2026/2027. Persis berterima kasih atas komitmen dari Clayton Da Silveira Da Silva untuk membantu proses registrasi di waktu yang singkat, dan berharap yang terbaik untuk kariernya di masa depan,” tulis pernyataan resmi klub.
Dampak bagi Persis Solo
Kegagalan mendaftarkan Clayton membuat Persis harus mencari alternatif untuk memperkuat lini depan. Klub kini dihadapkan pada tantangan untuk menambal posisi striker asing yang sudah direncanakan sejak awal putaran kedua.
Manajemen Persis menegaskan bahwa meski kehilangan Clayton, fokus tetap pada performa tim di lapangan. Pemain lokal maupun rekrutan lainnya harus siap tampil maksimal agar target tim di BRI Super League tetap tercapai.
Pelajaran dari Kasus Clayton
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi klub-klub Indonesia mengenai kepatuhan terhadap regulasi pemain asing. Meski administrasi dan dokumen internasional sudah lengkap, keputusan federasi domestik tetap menjadi acuan utama.
Selain itu, pengalaman ini juga mengajarkan pentingnya koordinasi awal dengan PSSI sebelum pengumuman resmi perekrutan pemain asing. Hal ini untuk mencegah kerugian waktu dan biaya bagi klub, serta menjaga ekspektasi suporter tetap realistis.
Bagi Clayton, batal tampil di Persis bukan akhir dari kariernya. Pemain yang memiliki pengalaman internasional ini masih memiliki peluang untuk membuktikan kualitasnya di level kompetisi lain, baik di Indonesia maupun Asia Tenggara.
BACA JUGA :












