Persib Bandung kembali menunjukkan dominasinya di ajang BRI Super League 2025/2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan atas Malut United. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (6/2/2026), Maung Bandung sukses mengamankan tiga poin lewat kemenangan 2-0. Hasil ini sekaligus memperpanjang tren positif Persib di papan atas klasemen.
Sebaliknya, kekalahan ini menjadi pukulan bagi Malut United. Tim berjuluk Laskar Kie Raha harus menelan kekalahan kedua secara beruntun setelah sebelumnya takluk 1-2 dari Bhayangkara FC. Pelatih Malut United, Hendri Susilo, mengakui keunggulan Persib, namun juga menyoroti beberapa keputusan wasit yang dinilainya patut dievaluasi.
Penalti Thom Haye dan Gol Penutup Saddil Ramdani
Persib membuka keunggulan pada menit ke-36 melalui Thom Haye. Gelandang asal Belanda itu sukses menjalankan tugas sebagai algojo penalti dengan tenang, menaklukkan kiper Malut United, Alan Bernardon. Gol tersebut membuat atmosfer GBLA semakin bergemuruh dan meningkatkan kepercayaan diri tuan rumah.
Pada babak kedua, Persib tetap tampil disiplin dan sabar dalam membangun serangan. Gol kedua baru tercipta menjelang laga usai. Saddil Ramdani, yang masuk sebagai pemain pengganti, langsung memberi dampak instan. Pada menit ke-87, Saddil sukses menjebol gawang kiper pengganti Malut United, Angga Saputra, sekaligus memastikan kemenangan Persib.
Hendri Susilo Terima Kekalahan, Namun Kritik Wasit
Usai pertandingan, Hendri Susilo menyampaikan apresiasi atas perjuangan anak asuhnya. Ia menilai timnya telah bekerja keras dan berusaha memberikan perlawanan terbaik sepanjang pertandingan.
“Saya pikir para pemain sudah berusaha maksimal dan menjalankan rencana permainan dengan baik. Namun malam ini kemenangan memang menjadi milik Persib,” ujar Hendri Susilo dalam sesi konferensi pers.
Meski demikian, pelatih berusia 60 tahun itu tidak menutupi kekecewaannya terhadap sejumlah keputusan wasit di lapangan. Menurutnya, ada beberapa momen krusial yang seharusnya bisa dievaluasi lebih lanjut oleh perangkat pertandingan.
“Hal yang juga perlu dievaluasi malam ini adalah kepemimpinan wasit. Saya melihat ada beberapa keputusan yang menurut saya kurang tepat,” tambahnya.
Insiden di Kotak Penalti Jadi Sorotan
Hendri Susilo memang tidak menyebutkan secara spesifik keputusan wasit Yudai Yamamoto yang dipermasalahkan. Namun, jika menilik jalannya laga, sorotan utama mengarah pada insiden di kotak penalti Persib pada babak kedua.
Pada salah satu momen, Tyronne del Pino dijatuhkan di area terlarang setelah berduel dengan pemain belakang Persib. VAR sempat melakukan pengecekan, namun wasit memutuskan untuk tidak menghadiahkan penalti bagi Malut United. Keputusan tersebut memicu protes dari kubu tamu, namun hasil akhir tetap tidak berubah.
Adu Taktik Hendri Susilo vs Bojan Hodak
Dari sisi strategi, Hendri Susilo berupaya mengimbangi racikan pelatih Persib, Bojan Hodak. Malut United tampil cukup disiplin pada babak pertama dan berusaha menutup ruang gerak pemain kunci Persib.
Memasuki babak kedua, Hendri melakukan beberapa pergantian pemain, termasuk di posisi penjaga gawang dengan memasukkan Angga Saputra menggantikan Alan Bernardon. Pergantian ini juga bertujuan menjaga keseimbangan komposisi pemain, terutama dari segi jumlah pemain asing di lapangan.
Masuknya Tyronne del Pino, Frets Butuan, dan Lucas Cardoso memberi warna berbeda dalam serangan Malut United. Namun rapatnya lini pertahanan Persib membuat Laskar Kie Raha kesulitan menciptakan peluang bersih hingga peluit panjang dibunyikan.
Gustavo Franca Tetap Optimistis
Kapten Malut United, Gustavo Franca, menegaskan bahwa timnya sudah memprediksi beratnya tantangan menghadapi Persib di Bandung. Ia mengapresiasi kerja keras rekan-rekannya meski hasil akhir belum berpihak.
“Sesuai yang kami perkirakan, menghadapi Persib di kandang mereka bukan hal mudah. Kami sudah mencoba menjalankan strategi yang direncanakan, tetapi hasilnya belum maksimal,” ujar bek asal Brasil tersebut.
Fokus Bangkit di Laga Berikutnya
Gustavo Franca menegaskan timnya tidak ingin larut dalam kekecewaan. Menurutnya, Malut United harus segera mengalihkan fokus ke pertandingan selanjutnya.
“Kami harus segera bangkit. Sekarang waktunya fokus menatap laga berikutnya dan kembali bekerja keras untuk meraih tiga poin,” tuturnya.
Pada pekan ke-21 mendatang, Malut United dijadwalkan menjamu Persijap di kandang sendiri. Laga tersebut menjadi momentum penting bagi Laskar Kie Raha untuk kembali ke jalur kemenangan.
Klasemen Sementara BRI Super League
Kekalahan ini membuat Malut United masih tertahan di peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 37 poin. Sementara itu, Persib semakin kokoh di puncak klasemen dengan 47 poin, memperlebar jarak dari para pesaingnya dan menegaskan status sebagai kandidat kuat juara musim ini.
ALSO READ :












