Mantan kapten Timnas Indonesia, Ponaryo Astaman, kembali berbagi pengalaman dan insight terkait pembinaan sepak bola usia dini. Khususnya di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan sekolah sepak bola atau SSB begitu pesat, terutama di Jakarta dan sekitarnya.
Ratusan bahkan ribuan anak-anak muda memiliki mimpi besar untuk menjadi pesepak bola profesional dan berprestasi di Timnas Indonesia. Namun, Ponaryo menekankan bahwa tidak semua materi latihan yang diberikan kepada anak-anak usia dini sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Masih banyak pelatih yang melakukan kesalahan dalam memberikan dasar-dasar penting pada generasi muda.
Perspektif Tahapan Pembinaan
Lewat kanal YouTube Mansion Sport FC, Ponaryo Astaman memberikan perspektif yang lebih sistematis terkait tahapan pembinaan talenta muda, baik di SSB maupun akademi sepak bola. Menurutnya, pendekatan untuk anak-anak usia dini harus berbeda dari latihan untuk remaja atau dewasa.
“Kalau untuk anak-anak, sebetulnya fun dulu intinya. Mereka harus enjoy. Mereka suka main bola, baru bisa diajari hal-hal lainnya. Tanpa mereka menikmati, namanya anak-anak kan pasti moody-an banget,” ujar Ponaryo.
Ponaryo menekankan pentingnya membuat latihan berbasis permainan. Latihan formal boleh dilakukan, tetapi harus tetap melibatkan bola dalam setiap sesi. Hal ini bertujuan agar anak-anak tetap tertarik dan tidak merasa terbebani dengan instruksi yang terlalu kaku.
“Kalau mereka sudah kesal, mau diajari apa saja pasti sudah enggak masuk. Jadi, latihannya lebih banyak games yang melibatkan bola. Semua latihan harus menyenangkan dan menyatu dengan bola,” tambah eks pemain PSM Makassar dan Persija Jakarta tersebut.
Fun Sepak Bola di Usia Dini
Ponaryo Astaman menekankan bahwa usia dini tidak boleh langsung dibebani dengan latihan fisik yang monoton, seperti berlari atau lompat-lompat, karena hal ini bisa membosankan dan membuat anak cepat jenuh.
“Jangan cuma disuruh latihan lari, terus loncat-loncat. Pasti bosan. Sepak bola itu olahraga, tapi buat mereka yang penting tetap bermain. Jadi, harus fun dulu. Mereka harus enjoy dan penasaran untuk mencoba sesuatu yang baru,” kata Ponaryo.
Menurut Ponaryo, kesabaran menjadi kunci dalam melatih anak-anak. Setiap kelompok usia memiliki cara pendekatan yang berbeda, sehingga pelatih harus menyesuaikan metode dengan tahapan perkembangan anak.
Tahapan Usia dan Materi Latihan
Ponaryo Astaman membagi tahapan usia dan materi latihan anak sebagai berikut:
- Usia 6–8 tahun: Fokus utama adalah mengenalkan anak pada sepak bola melalui permainan. Tujuannya agar anak-anak bisa menikmati olahraga dan membangun minat serta kecintaan terhadap sepak bola. Pada tahap ini, teknik dasar masih belum terlalu diperkenalkan secara formal.
- Usia 8–10 tahun: Mulai diperkenalkan teknik individual secara bertahap, seperti dribbling, passing, dan kontrol bola. Meski begitu, latihan tetap berbasis permainan agar anak-anak tetap tertarik.
- Usia 10–12 tahun: Latihan mulai lebih kompleks dengan pengenalan taktik sederhana dan pengembangan kemampuan individu. Namun, Ponaryo menekankan bahwa anak-anak di usia ini tetap harus menikmati permainan, karena instruksi yang terlalu banyak bisa membuat mereka kehilangan motivasi.
“Anak-anak tidak bisa menerima terlalu banyak instruksi sekaligus. Jadi, biarkan mereka menikmati dulu. Nanti ada level-levelnya sesuai kategori usia,” jelas Ponaryo.
Pentingnya Pelatih yang Memahami Usia Dini
Ponaryo menekankan bahwa keberhasilan pembinaan usia dini sangat bergantung pada pemahaman pelatih terhadap psikologi dan perkembangan anak. Pelatih yang sabar dan kreatif bisa membuat anak-anak tetap semangat belajar sepak bola, sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan sportifitas.
“Pelatih harus sabar. Mereka harus bisa menyesuaikan cara mengajar sesuai dengan usia. Untuk anak kecil, semua harus fun dan interaktif. Itu kunci agar mereka tetap tertarik dan berkembang secara alami,” ujar Ponaryo.
Manfaat Pembinaan Usia Dini
Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak usia dini tidak hanya belajar teknik sepak bola, tetapi juga membangun mental juara, kemampuan berkomunikasi, dan kerja sama tim. Ponaryo meyakini bahwa fondasi yang baik sejak dini akan mempermudah anak-anak untuk mencapai level profesional di kemudian hari.
“Anak-anak yang dilatih dengan benar dari usia dini akan memiliki dasar yang kuat. Mereka bisa menikmati permainan, belajar disiplin, dan siap menghadapi tantangan di level lebih tinggi,” tambah Ponaryo.
Pesan untuk Orang Tua dan Pelatih
Ponaryo Astaman juga memberikan pesan penting bagi orang tua dan pelatih yang mendampingi anak-anak. Jangan terlalu menekan atau memaksa anak bermain dengan serius di usia dini. Biarkan mereka menikmati permainan, bersenang-senang, dan belajar melalui pengalaman.
“Yang penting anak-anak tetap senang dan penasaran. Dari sana mereka akan belajar teknik, strategi, dan mental juara secara alami,” pungkas Ponaryo.
Dengan metode yang tepat dan pelatih yang sabar, Ponaryo Astaman optimistis sepak bola Indonesia bisa menumbuhkan talenta-talenta muda yang berkualitas, sekaligus membangun generasi pesepak bola masa depan yang profesional.
BACA JUGA :












