1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Produktivitas Gol PSIM Mandek di BRI Super League, Ini Penjelasan Jean-Paul van Gastel

Produktivitas lini depan PSIM Yogyakarta tengah menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir BRI Super League. Laskar Mataram dinilai mengalami kesulitan mencetak gol, terutama dari barisan penyerang utama. Situasi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari publik dan suporter terkait efektivitas serangan tim kebanggaan Kota Gudeg.

Menanggapi kondisi tersebut, pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, akhirnya angkat bicara. Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa kontribusi pemain depan tidak bisa dinilai hanya dari jumlah gol semata, melainkan juga dari peran taktis dan kerja keras mereka di lapangan.

Jean-Paul van Gastel Soroti Penilaian Terhadap Penyerang

Jean-Paul van Gastel menyadari betul bahwa penyerang selalu menjadi pihak yang paling disorot ketika tim mengalami krisis gol. Beberapa nama seperti Nermin Haljeta, Ezequiel Vidal, hingga Deri Corfe memang tercatat cukup lama tidak mencetak gol.

Nermin Haljeta, misalnya, terakhir kali mencetak gol pada 31 Oktober 2025 saat PSIM menang 2-1 atas Persik Kediri. Sejak saat itu, penyerang asal Slovenia tersebut belum kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Meski demikian, Van Gastel meminta publik melihat situasi secara lebih luas dan objektif. Ia menilai konteks perjalanan tim dan proses yang sedang dibangun jauh lebih penting dibanding sekadar statistik gol individu.

“Mereka memang perlu mencetak gol, itu sudah jelas. Tetapi kita juga harus melihat konteks yang sedang kami jalani sebagai klub dan sebagai tim, dari mana PSIM berasal, serta apa yang sebenarnya ditampilkan para pemain di lapangan,” ujar Van Gastel.

Kerja Keras Pemain Tetap Layak Dihargai

Pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut menekankan bahwa kerja keras pemainnya pantas mendapatkan apresiasi. Menurutnya, PSIM saat ini tengah bersaing di level tertinggi kompetisi nasional, sehingga tekanan dan ekspektasi publik memang sangat besar.

“Saya pikir apa yang mereka lakukan adalah pekerjaan yang sangat bagus. Saya mengerti kekecewaan banyak orang, dan itu wajar karena kami bermain di level tertinggi. Justru itu menunjukkan bahwa ekspektasi terhadap PSIM semakin tinggi,” jelasnya.

Van Gastel juga menilai bahwa penilaian dari luar terkadang tidak sepenuhnya mencerminkan progres internal tim. Ia menyebut bahwa perkembangan PSIM secara permainan dan mental bertanding sebenarnya menunjukkan tren positif.

“Menurut saya, apa yang dilakukan tim ini jauh lebih baik dibandingkan apa yang dipikirkan banyak orang. Kami terus berkembang, meskipun tidak selalu terlihat dari hasil akhir,” tegasnya.

Minim Rotasi Jadi Pilihan Strategis

Selain persoalan produktivitas lini depan, Jean-Paul van Gastel juga menanggapi pertanyaan mengenai minimnya rotasi pemain yang ia terapkan sepanjang musim. Pelatih berusia 53 tahun tersebut menegaskan bahwa keputusan itu diambil murni berdasarkan pertimbangan teknis.

Ia mengaku selalu menurunkan komposisi terbaik di setiap pertandingan tanpa memikirkan rotasi sebagai prioritas utama.

“Mengenai pemilihan pemain, saya selalu menempatkan tim terbaik saya di lapangan. Rotasi bukan pertimbangan utama karena bagi saya, setiap pertandingan harus dimainkan dengan komposisi terbaik,” ujar Van Gastel.

Selama menangani PSIM, rotasi hanya dilakukan jika ada pemain yang mengalami cedera atau terkena akumulasi kartu. Pendekatan ini dipilih demi menjaga stabilitas permainan dan chemistry antarpemain.

PSIM Masih Konsisten di Papan Tengah Klasemen

Meski lini depan dinilai kurang tajam, posisi PSIM di klasemen sementara BRI Super League masih tergolong kompetitif. Hingga pekan ke-20, Laskar Mataram menempati peringkat ketujuh dengan koleksi 31 poin.

Skuad asuhan Jean-Paul van Gastel mencatatkan delapan kemenangan, tujuh hasil imbang, dan lima kekalahan. Dari sisi produktivitas, PSIM telah mencetak 24 gol dan kebobolan 23 kali, catatan yang menunjukkan keseimbangan antara lini serang dan pertahanan.

Capaian tersebut menegaskan bahwa PSIM masih mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan BRI Super League, meskipun performa lini depan belum sepenuhnya maksimal.

Fokus Hadapi Persik Kediri

Pada laga berikutnya, PSIM Yogyakarta dijadwalkan menghadapi Persik Kediri pada pekan ke-21 BRI Super League. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Jumat (13/2/2026) pukul 15.30 WIB.

Laga ini menjadi kesempatan bagi lini depan Laskar Mataram untuk membuktikan diri sekaligus menjawab kritik yang mengarah pada produktivitas gol. Jean-Paul van Gastel berharap anak asuhnya mampu tampil lebih efektif dan membawa pulang hasil positif.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE