Keputusan Persija Jakarta meminjamkan Ryo Matsumura ke Bhayangkara FC pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026 menuai reaksi emosional dari banyak pihak. Tidak sedikit suporter yang merasa kecewa karena harus berpisah, meski sementara, dengan salah satu pemain paling berpengaruh di skuad Macan Kemayoran dalam dua musim terakhir.
Ryo Matsumura dikenal sebagai figur sentral permainan Persija, terutama pada musim BRI Liga 1 2024/2025. Gelandang asal Jepang tersebut bahkan kerap disebut sebagai pemain yang “menggendong” tim di tengah performa Persija yang naik turun. Kontribusinya sangat nyata dengan catatan tujuh gol dan delapan assist dari total 34 pertandingan.
Namun, situasi berubah drastis pada musim 2025/2026. Cedera, dinamika skuad, serta kebijakan teknis membuat Ryo harus rela kehilangan tempat utamanya di tim ibu kota.
Cedera Awal Musim Jadi Titik Balik
Musim ini sejatinya dimulai dengan harapan besar bagi Ryo Matsumura. Sayangnya, cedera hamstring yang dialaminya di awal kompetisi menjadi mimpi buruk. Kondisi tersebut memaksanya menjalani operasi pada 4 Agustus 2025 dan absen cukup lama dari lapangan.
Penampilan perdana Ryo pada musim ini baru terjadi di pekan ke-15, tepatnya pada 22 Desember 2025 saat Persija kalah 0-1 dari Semen Padang. Ia hanya dimainkan di masa injury time, sebuah gambaran betapa sulitnya Ryo kembali ke performa terbaiknya.
Situasi semakin rumit ketika Ryo harus menerima sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Ia dijatuhi hukuman larangan bermain empat pertandingan akibat dianggap melakukan tindakan tidak sportif dengan mengucapkan kata-kata tidak pantas kepada perangkat pertandingan seusai laga.
Persaingan Kian Ketat di Persija
Selain faktor cedera dan sanksi, bertambahnya kuota pemain asing menjadi sebelas pada musim ini turut memengaruhi posisi Ryo Matsumura. Persija memanfaatkan regulasi tersebut dengan mendatangkan sejumlah pemain asal Brasil yang memiliki karakter menyerang.
Persaingan di lini tengah dan lini depan pun semakin ketat. Dalam situasi seperti itu, Ryo menjadi salah satu pemain yang terdampak, hingga akhirnya Persija memutuskan meminjamkannya ke Bhayangkara FC demi mendapatkan menit bermain.
Surat Perpisahan yang Menguras Emosi
Kepindahan sementara tersebut membuat Ryo Matsumura menuliskan surat perpisahan yang menyentuh hati. Melalui akun Instagram pribadinya, @ryomatsumura.official, pada Selasa (10/2/2026), ia menyampaikan pesan emosional kepada Persija dan The Jakmania.
Ryo mengungkapkan rasa terima kasihnya karena diberi kesempatan menjadi bagian dari Persija selama hampir tiga tahun sebagai pemain Jepang pertama dalam sejarah klub. Ia menyebut pengalaman membela Macan Kemayoran sebagai perjalanan yang sangat berharga dalam kariernya.
Kenang Masa Sulit Persija
Dalam surat tersebut, Ryo juga mengenang masa-masa sulit yang dialami Persija pada musim lalu. Ia secara terbuka menyebut adanya permasalahan finansial yang sempat membayangi klub.
Ryo mengungkap bahwa ada periode ketika gaji pemain tidak dibayarkan selama berbulan-bulan sejak awal musim. Bahkan, Persija harus menjalani pertandingan tanpa kehadiran penonton karena stadion ditutup.
Meski berada dalam situasi sulit, Ryo menegaskan bahwa para pemain tetap berjuang memberikan yang terbaik di lapangan. Dukungan suporter menjadi kekuatan utama yang membuatnya mampu terus berkontribusi.
Kenangan Tak Terlupakan Bersama The Jakmania
Selama dua setengah musim membela Persija, Ryo Matsumura mencatatkan 72 penampilan dengan torehan 17 gol, 18 assist, dan tujuh kartu kuning. Statistik tersebut menegaskan perannya sebagai pemain kunci di era tersebut.
Ryo secara khusus mengenang momen saat mencetak gol pertamanya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Gemuruh ribuan suporter disebutnya sebagai pengalaman yang tidak akan pernah ia lupakan sepanjang hidupnya.
Ia juga mengapresiasi peran tim medis Persija yang membantunya pulih dari cedera lebih cepat dari perkiraan. Dukungan rehabilitasi dan program latihan yang terstruktur membuatnya kembali ke lapangan dalam kondisi bugar.
Masih Sulit Percaya Harus Berpisah
Ryo mengaku masih sulit menerima kenyataan bahwa dirinya kini bukan lagi bagian aktif dari Persija, meski statusnya hanya dipinjamkan. Apalagi kontraknya bersama Persija akan berakhir pada penghujung musim ini.
Ia menyebut kekecewaan karena harus menunjukkan versi terbaik dirinya bersama klub lain, bukan dengan seragam Persija. Meski demikian, Ryo berharap The Jakmania tetap memberikan dukungan kepadanya sebagai satu-satunya pemain Jepang yang pernah memperkuat Persija.
Ryo juga menyampaikan keyakinannya bahwa kondisi finansial Persija saat ini telah jauh lebih stabil dan klub tengah berada dalam periode positif.
Jasa Thomas Doll Tak Dilupakan
Dalam suratnya, Ryo Matsumura turut mengingat jasa Thomas Doll, pelatih yang merekrutnya ke Persija pada 2023. Ia mengenang momen ketika Thomas Doll secara langsung menghubunginya dan mengajukan tawaran untuk bergabung dengan Persija.
Ryo juga menyampaikan rasa terima kasih kepada rekan-rekan setim serta seluruh staf klub yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya di Jakarta.
Ia menutup surat perpisahannya dengan doa dan harapan agar Persija terus meraih kesuksesan di masa depan.
BACA JUGA :












