1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : PSS Sleman Hadapi Putaran Ketiga Pegadaian Championship di Bawah Bayang-Bayang Sanksi Berat

PSS Sleman menghadapi tantangan besar saat memasuki putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026. Tim berjuluk Super Elang Jawa itu harus menjalani fase krusial kompetisi tanpa dukungan langsung suporter di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Sanksi berat dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI dan operator kompetisi I.League menjadi ujian serius bagi konsistensi serta mental bertanding skuad Laskar Sembada.

Sanksi tersebut berupa larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton sebanyak empat laga, ditambah denda sebesar Rp15 juta. Hukuman ini dijatuhkan akibat insiden penyemprotan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) oleh oknum suporter saat PSS Sleman menjamu Barito Putera pada pekan ke-18 Pegadaian Championship, Sabtu malam (31/1/2026), di Stadion Maguwoharjo.

Reaksi PSS Sleman terhadap Keputusan Komdis

Direktur Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sanksi yang dijatuhkan. Pria asal Belanda tersebut menilai keputusan Komdis terlalu berat dan memberikan dampak signifikan terhadap tim, khususnya dalam fase kompetisi yang sangat menentukan.

“Saya tidak bisa bicara banyak soal itu karena kami tidak setuju. Kami sedang mencoba memperjuangkannya, itu sebabnya saya tidak bisa mengomentari lebih jauh,” ujar Huistra kepada awak media.

Huistra menegaskan bahwa atmosfer Stadion Maguwoharjo selama ini menjadi kekuatan utama PSS Sleman. Dukungan penuh dari suporter disebut mampu memberikan energi tambahan bagi para pemain, terutama saat menghadapi laga-laga sulit.

Tantangan Bermain Tanpa Dukungan Suporter

Larangan kehadiran penonton jelas menjadi pukulan telak bagi PSS Sleman. Stadion Maguwoharjo dikenal sebagai salah satu kandang paling angker di Pegadaian Championship berkat militansi suporter Super Elja. Hilangnya atmosfer tersebut berpotensi memengaruhi performa tim, baik secara psikologis maupun taktikal.

Meski demikian, Huistra meminta seluruh pemain untuk tetap fokus dan profesional. Menurutnya, situasi sulit ini justru harus dijadikan momentum untuk membangun mental juara.

“Pemain tentu lebih suka bermain di depan suporter yang mendukung penuh. Namun, kondisi ini memaksa kami beradaptasi. Mereka harus tetap fokus menghadapi putaran ketiga,” tegasnya.

Jadwal Empat Laga Kandang Tanpa Penonton

Sanksi Komdis PSSI berlaku saat PSS Sleman menjalani laga kandang di Grup Timur putaran ketiga Pegadaian Championship. Empat pertandingan yang harus digelar tanpa penonton adalah saat menjamu Deltras FC pada 14 Februari 2026, Persipura Jayapura pada 21 Februari 2026, Persipal Palu pada 4 April 2026, dan Persiku Kudus pada 20 April 2026.

Keempat laga tersebut berpotensi sangat menentukan posisi PSS Sleman di klasemen akhir grup. Kehilangan dukungan suporter membuat setiap pertandingan menjadi tantangan ganda bagi Kim Jeffrey Kurniawan dan rekan-rekan.

Bebas Sanksi Saat Hadapi PSIS Semarang

PSS Sleman dipastikan terbebas dari sanksi larangan penonton saat menjamu PSIS Semarang pada pekan ke-27 Pegadaian Championship. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Maguwoharjo pada 2 Mei 2026 dan diharapkan menjadi momen kembalinya atmosfer penuh dukungan suporter.

Pertandingan melawan PSIS diprediksi menjadi salah satu laga krusial yang dapat memengaruhi peluang PSS Sleman dalam persaingan papan atas Grup Timur.

Posisi Klasemen dan Target PSS Sleman

Hingga memasuki putaran ketiga, PSS Sleman berada di peringkat ketiga klasemen sementara Grup Timur Pegadaian Championship dengan koleksi 36 poin. Laskar Sembada telah mencetak 33 gol dan baru kebobolan 14 kali, catatan yang menunjukkan keseimbangan antara lini serang dan pertahanan.

Meski diterpa sanksi berat, manajemen dan tim pelatih tetap menargetkan hasil maksimal. Konsistensi permainan dan kedalaman skuad menjadi kunci utama agar PSS Sleman mampu bersaing hingga akhir musim.

Menanti Sikap Resmi Manajemen

Sampai berita ini diturunkan, manajemen PSS Sleman belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait sanksi Komdis PSSI. Namun, upaya banding disebut masih terus diupayakan demi kepentingan klub dan suporternya.

Putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026 menjadi ujian nyata bagi karakter PSS Sleman. Bermain di tengah tekanan, tanpa dukungan langsung suporter, Super Elang Jawa dituntut untuk tetap terbang tinggi dan membuktikan mental sebagai tim papan atas.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE