1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Adu Mentereng Pemain Asing di Persija Vs Madura United, Nuansa Samba Menghiasi Laga

Nostalgia terasa begitu kental saat Persija Jakarta menghadapi Madura United di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (23/1/2026) malam WIB. Pertandingan ini bukan sekadar duel biasa, melainkan reuni emosional bagi pelatih Persija, Mauricio Souza, yang memiliki kenangan manis bersama Laskar Sape Kerrap.

Mauricio Souza dan Kenangan Indah Bersama Madura United

Mauricio Souza mengawali kiprahnya di Indonesia sebagai pelatih Madura United pada musim 2023/2024. Prestasi yang ia torehkan tidak main-main, membawa Laskar Sape Kerrap menembus babak championship series. Sayangnya, kontraknya berakhir sebelum ia bisa memimpin tim di fase tersebut, meninggalkan Madura United untuk melanjutkan perjalanan tanpa dirinya.

Tidak hanya Mauricio, beberapa staf pelatih Persija saat ini juga berasal dari gerbong Madura United, termasuk analis Italo Bresende, pelatih kiper Gerson Rios, dan interpreter Claudio Luzardi. Kehadiran mereka di Persija memberi nuansa familiar bagi sang pelatih, sekaligus menambah daya kohesi tim.

Sayangnya, setelah keberangkatan Mauricio, Madura United yang dulu konsisten di papan atas, mengalami penurunan signifikan. Dua musim terakhir membuat mereka terseok di peringkat bawah, kini menempati posisi ke-14 BRI Super League, hanya tujuh poin di atas Persis Solo yang menghuni zona degradasi. Sebaliknya, Persija tampil garang dan menembus tiga besar klasemen, menunjukkan konsistensi tinggi sejak awal musim.

Persija dan Dominasi Pemain Asing Ala Samba

Kehadiran Mauricio Souza di Persija Jakarta memberi dampak besar terhadap komposisi pemain asing. Hampir seluruh pemain kunci mereka berasal dari Brasil, menciptakan nuansa “Samba Connection” yang kental.

Di bawah mistar, Carlos Eduardo menggantikan Andritany Ardhiyasa sebagai kiper utama. Lini pertahanan dibentuk oleh Thales Lira dan Paulo Ricardo di bek tengah, dengan Alan Cardoso dan Bruno Tubarao menempati posisi bek sayap.

Lini tengah mengandalkan duet Van Basty Sousa dan Fabio Silva sebagai double pivot, sementara lini depan diisi Maxwell dan Allano Lima, yang kerap merepotkan lawan dengan pergerakan agresif. Persija juga baru mendatangkan striker Maroko, Alaeddine Ajaraie, dari NorthEast United, menambah daya ledak serangan.

Namun, skuad ini belum sepenuhnya fit, karena Gustavo Almeida dan playmaker asal Jepang, Ryo Matsumura, masih berkutat dengan cedera. Meski demikian, kualitas pemain asing Persija tetap menjadi ancaman serius bagi siapa pun yang menghadapi mereka.

Madura United: Muka-Muka Lama dengan Sentuhan Baru

Berbeda dengan Persija yang merombak hampir seluruh pemain asing, Madura United memilih strategi konservatif. Beberapa pemain kunci tetap dipertahankan, seperti Lulinha (Brasil/winger), Jordy Wehrmann (Belanda/gelandang), Pedro Monteiro (Portugal/bek tengah), Kerim Palic (Bosnia Herzegovina/gelandang), dan Iran Junior (Brasil/gelandang).

Untuk memperkuat skuad, Madura United mendatangkan beberapa wajah baru: Ruxi (Spanyol/bek sayap), Balotelli (Guinea-Bissau/penyerang), dan Jorge Mendonca (Brasil/bek tengah). Strategi ini diharapkan menambah stabilitas tim, meski lini depan masih menjadi pekerjaan rumah bagi klub asal Pulau Garam.

Kurangnya efektivitas menyerang di putaran pertama membuat manajemen Madura United mendatangkan dua penyerang Brasil tambahan: Riquelme dan Junior Brandao. Khusus Brandao, ini merupakan kedatangannya yang kedua di klub, sekaligus menghidupkan kembali kenangan Mauricio Souza saat melatih Madura United.

Adu Taktik dan Gaya Bermain

Pertemuan Persija dan Madura United di putaran kedua BRI Super League tidak hanya sekadar adu pemain, tetapi juga adu gaya. Persija yang kental dengan gaya Brasil menampilkan permainan cepat, tekanan tinggi, dan pergerakan agresif di lini depan. Sementara Madura United masih mengandalkan struktur lama yang diimbuhi beberapa pemain baru untuk menambah kreativitas dan daya ledak serangan.

Duel pemain asing dari kedua tim diprediksi menjadi sorotan utama. Samba Connection Persija menghadirkan pergerakan flamboyan dan teknik individu tinggi, sedangkan Madura United mengandalkan kombinasi pengalaman dan fisik pemain asing yang tersebar dari berbagai negara. Pertandingan ini pun diprediksi akan dipenuhi momen-momen adu skill, dribel, dan tembakan jarak jauh yang menghibur penonton.

Putaran Kedua BRI Super League: Momentum Kebangkitan

Bagi Madura United, laga ini menjadi momentum kebangkitan. Kehadiran pemain asing baru dan strategi putaran kedua diharapkan mampu mengangkat posisi mereka dari papan bawah. Sementara itu, Persija berusaha mempertahankan tren positif dan menjaga posisi di tiga besar klasemen.

Pelatih Mauricio Souza tentu memiliki motivasi lebih, menghadapi mantan timnya sekaligus menunjukkan kualitas yang ia bawa ke Persija. Atmosfer nostalgia ini menjadi bumbu tambahan, membuat pertandingan lebih menarik bagi suporter kedua tim.

Kesimpulan: Adu Kualitas dan Aroma Samba

Pertandingan Persija Jakarta kontra Madura United di Stadion Utama Gelora Bung Karno bukan sekadar duel tiga poin, tetapi juga adu kualitas pemain asing, strategi, dan mentalitas tim. Persija menonjol dengan dominasi pemain Brasil dan permainan ala Samba yang atraktif, sedangkan Madura United mencoba bangkit dengan kombinasi muka-muka lama dan tambahan wajah baru.

Duel ini diharapkan menjadi tontonan menarik, penuh teknik, taktik, dan semangat kompetitif tinggi. Bagi suporter, aroma nostalgia dan pertarungan skill pemain asing membuat laga ini wajib disaksikan, sekaligus menjadi indikator kekuatan kedua tim menjelang sisa musim BRI Super League 2025/2026.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE