Klub asal Jerman, DSC Arminia Bielefeld, kembali menegaskan komitmennya terhadap pengembangan sepak bola Indonesia pada awal tahun 2026. Klub yang berlaga di Bundesliga 2 tersebut membuka tahun dengan serangkaian agenda strategis yang tidak hanya menyasar pembinaan usia muda, tetapi juga memperkuat relasi lintas budaya sepak bola antara Jerman dan Indonesia.
Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 13, 14, dan 16 Januari 2026, Arminia Bielefeld menggelar berbagai program, mulai dari coaching clinic untuk pemain usia dini, sesi latihan yang dipantau langsung dari Jerman, hingga aktivitas non-formal berupa padel session bersama jurnalis olahraga nasional. Seluruh agenda ini dirancang sebagai bagian dari pendekatan jangka panjang klub dalam membangun fondasi sepak bola grassroots di Indonesia.
Indonesia sendiri menjadi salah satu negara prioritas dalam program internasional Bundesliga dan Arminia Bielefeld. Dengan populasi besar, antusiasme tinggi terhadap sepak bola, serta potensi talenta muda yang melimpah, Indonesia dinilai memiliki peran strategis dalam pengembangan jaringan global klub.
Pendekatan Jangka Panjang Arminia Bielefeld di Indonesia
Kunjungan Arminia Bielefeld ke Indonesia bukanlah agenda sesaat. Klub yang bermarkas di SchücoArena itu telah menjalankan berbagai program berkelanjutan sebagai bagian dari misi internasionalisasi klub dan Bundesliga. Melalui aktivitas terstruktur, Arminia Bielefeld ingin memperkenalkan filosofi sepak bola Jerman yang menekankan disiplin, pemahaman taktik, serta pembinaan pemain sejak usia dini.
Pendekatan ini sejalan dengan visi pengembangan sepak bola modern, di mana investasi pada level grassroots menjadi fondasi utama kesuksesan jangka panjang. Arminia Bielefeld berharap, melalui kerja sama ini, akan tercipta peluang pertukaran ilmu, pengalaman, dan bahkan talenta di masa depan.
Patrick Ghigani Jadi Penghubung Filosofi Klub
Sepanjang rangkaian kegiatan di Indonesia, Arminia Bielefeld diwakili oleh Patrick Ghigani. Mantan pemain Arminia tersebut memiliki kedekatan tersendiri dengan sepak bola Indonesia, mengingat pengalamannya pernah bermain di Tanah Air.
Peran Patrick tidak hanya sebatas perwakilan klub, tetapi juga menjadi jembatan antara filosofi sepak bola Jerman dan karakter permainan Indonesia. Ia aktif mendampingi seluruh agenda, memastikan materi yang disampaikan sesuai dengan standar dan nilai-nilai Arminia Bielefeld.
Menariknya, sesi latihan yang berlangsung di Indonesia juga dipantau langsung oleh tim kepelatihan Arminia Bielefeld dari Jerman melalui sambungan Zoom. Pendekatan hybrid ini menunjukkan keseriusan klub dalam menjaga kualitas program meskipun dijalankan lintas negara.
Coaching Clinic Bersama FORSGI Football Academy
Agenda utama tahun ini diawali dengan Coaching Clinic bersama FORSGI Football Academy (FFA) yang digelar pada Selasa, 13 Januari 2026, di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat. Kegiatan ini melibatkan pemain usia muda serta pelatih lokal dengan fokus pada penguatan teknik dasar, pemahaman permainan, dan pembentukan karakter pesepak bola.
Coaching clinic ini menjadi yang keempat kalinya digelar secara virtual oleh Arminia Bielefeld bersama FFA. Konsistensi tersebut mencerminkan kepercayaan jangka panjang antara kedua pihak dalam membangun sistem pembinaan yang berkesinambungan.
Atmosfer kegiatan terasa semakin spesial dengan kehadiran legenda Arminia Bielefeld, Tom Schütz. Para peserta mendapatkan kesempatan berinteraksi langsung, bertanya, serta mendengarkan pengalaman sang mantan pemain yang pernah merasakan atmosfer sepak bola profesional di Jerman.
Indonesia Jadi Fokus Program Internasional Klub
Patrick Ghigani menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam rencana internasional Arminia Bielefeld. Menurutnya, kerja sama ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga pertukaran budaya dan nilai profesionalisme.
“Kami optimistis melihat masa depan dan tetap berkomitmen untuk memperluas kehadiran internasional Arminia Bielefeld dan Bundesliga melalui kolaborasi terstruktur, pertukaran program, serta aktivitas yang melibatkan sepak bola Indonesia,” ujar Patrick dalam keterangan resminya.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa Indonesia tidak sekadar menjadi lokasi program, melainkan mitra strategis dalam pengembangan jaringan global klub.
Respons Positif dari Akademi Sepak Bola Lokal
Dua akademi yang terlibat dalam program ini, FORSGI Football Academy dan H23SS, menyambut antusias kesempatan berharga tersebut. Mereka menilai kehadiran Arminia Bielefeld memberikan pengalaman nyata bagi pemain dan pelatih lokal untuk belajar langsung dari sistem sepak bola Eropa.
Ketua FORSGI Football Academy, H. Totok Edy Purwanto, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh klub Jerman tersebut. Ia berharap program ini mampu memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan pemain usia dini.
Sementara itu, pemilik H23SS, Hamka Hamzah, menilai interaksi langsung dengan tim kepelatihan dari Jerman menjadi motivasi besar bagi para pemain muda. Menurutnya, pengalaman seperti ini dapat menumbuhkan mimpi dan mentalitas profesional sejak dini.
Fondasi Grassroots Jadi Kunci Masa Depan
Rangkaian agenda Arminia Bielefeld di Indonesia menegaskan pentingnya pembinaan usia muda sebagai fondasi utama kemajuan sepak bola. Melalui coaching clinic, pendampingan pelatih, dan kolaborasi berkelanjutan, klub berharap dapat berkontribusi nyata terhadap ekosistem sepak bola Indonesia.
Dengan komitmen jangka panjang dan pendekatan profesional, kehadiran Arminia Bielefeld di Indonesia diharapkan menjadi salah satu langkah positif dalam memperkuat fondasi grassroots dan membuka jalan bagi lahirnya talenta-talenta masa depan yang mampu bersaing di level internasional.
BACA JUGA :












