PSIM Yogyakarta memilih untuk segera bangkit setelah menelan kekalahan telak 0-3 dari Persebaya Surabaya pada pekan sebelumnya. Hasil buruk yang terjadi di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (25/1/2026), itu tidak membuat tim berjuluk Laskar Mataram larut dalam kekecewaan. Tim pelatih langsung mengalihkan fokus ke laga penting berikutnya melawan Borneo FC.
Pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026, PSIM dijadwalkan bertandang ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur. Duel melawan Borneo FC akan berlangsung pada Minggu (1/2/2026) sore WIB dan diprediksi menjadi ujian berat bagi tim tamu, mengingat kekuatan Pesut Etam yang konsisten berada di papan atas klasemen.
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menegaskan bahwa hasil negatif di laga sebelumnya tidak mengubah rencana kerja tim. Ia memastikan seluruh pemain tetap menjalani program latihan dan evaluasi seperti biasa.
Van Gastel Tegaskan Evaluasi Tetap Jalan Normal
Jean-Paul van Gastel menilai evaluasi menjadi bagian penting dalam proses pengembangan tim, terlepas dari hasil pertandingan. Menurut pelatih asal Belanda tersebut, evaluasi selalu dilakukan setelah pertandingan, baik saat PSIM meraih kemenangan maupun saat mengalami kekalahan.
“Persiapan tetap sama seperti biasanya. Kami selalu melakukan evaluasi, bahkan ketika tim menang. Jadi tidak ada perbedaan pendekatan setelah kekalahan,” ujar Van Gastel seusai sesi latihan di Stadion Mandala Krida, Kamis (29/1/2026).
Pendekatan konsisten itu, menurutnya, membantu pemain tetap fokus dan tidak terbawa emosi berlebihan. Tim pelatih ingin memastikan setiap laga menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan performa secara keseluruhan.
PSIM Dinilai Tampil Baik di Babak Pertama
Meski kalah dari Persebaya, Van Gastel menilai performa anak asuhnya tidak sepenuhnya buruk. Ia menyebut PSIM mampu mengontrol permainan dan tampil cukup solid pada babak pertama.
Menurut Van Gastel, Persebaya memanfaatkan satu kesalahan krusial yang dilakukan PSIM untuk mencetak gol pembuka. Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan dan memberi keuntungan psikologis bagi tim tamu.
“Kami bermain cukup baik di babak pertama. Mereka mencetak gol dari percobaan pertama pada menit ke-34. Lawan menunggu kesalahan yang kami buat, dan itu berhasil,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa strategi Persebaya berjalan efektif karena disiplin bertahan dan menunggu celah dari kesalahan lawan.
Risiko Besar di Babak Kedua Jadi Titik Balik
Memasuki babak kedua, PSIM harus mengambil risiko untuk mengejar ketertinggalan. Situasi itu memaksa tim pelatih melakukan perubahan taktis, termasuk penyesuaian posisi pemain di lini belakang.
Van Gastel mengakui keputusan tersebut membawa konsekuensi besar. PSIM akhirnya harus bermain dengan dua pemain yang belum terbiasa mengisi posisi bek tengah, demi meningkatkan tekanan ke area pertahanan lawan.
“Di menit ke-65 kami masih tertinggal satu gol, jadi kami harus mengambil risiko. Kami memainkan dua pemain di posisi bek tengah yang sebelumnya belum pernah bermain di sana,” ungkap Van Gastel.
Langkah itu membuat PSIM lebih terbuka terhadap serangan balik, yang kemudian dimanfaatkan Persebaya untuk menambah keunggulan.
Karakter Borneo FC Dinilai Mirip Persebaya
Menjelang laga kontra Borneo FC, Van Gastel menyebut karakter permainan Pesut Etam tidak jauh berbeda dengan Persebaya. Pada pertemuan pertama musim ini, PSIM harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 1-3.
Menurut Van Gastel, Borneo FC juga cenderung menunggu kesalahan lawan sebelum melancarkan serangan cepat dan efektif.
“Bagi saya, pertandingan melawan Borneo FC mirip dengan saat kami menghadapi Persebaya. Kami lebih banyak menguasai bola, sementara mereka menunggu kesalahan,” ujarnya.
Meski begitu, Van Gastel memprediksi Borneo FC akan tampil lebih agresif pada laga kali ini.
Waspadai Perubahan Strategi Borneo FC
Van Gastel menilai posisi Borneo FC di papan atas klasemen bisa memengaruhi pendekatan permainan mereka. Selain itu, kehadiran pemain baru membuat kekuatan Pesut Etam semakin berbahaya.
“Saya memperkirakan mereka akan bermain lebih menyerang sekarang. Posisi mereka di klasemen cukup bagus, dan mereka juga mendatangkan pemain baru,” kata Van Gastel.
Meski menghadapi lawan kuat, PSIM tetap berpegang pada filosofi permainan yang sudah dibangun sejak awal musim. Van Gastel menekankan pentingnya konsistensi, disiplin, dan keberanian mengambil keputusan di lapangan.
PSIM Incar Hasil Positif di Samarinda
Saat ini, PSIM Yogyakarta berada di peringkat ketujuh klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 30 poin. Sementara itu, Borneo FC menempati posisi kedua dengan 40 poin.
Perbedaan posisi klasemen tidak membuat PSIM kehilangan kepercayaan diri. Laskar Mataram bertekad mencuri poin di kandang lawan demi menjaga persaingan di papan tengah dan mendekat ke zona atas.
Laga melawan Borneo FC menjadi momentum penting bagi PSIM untuk menunjukkan karakter dan mentalitas bangkit setelah kekalahan. Jika mampu tampil disiplin dan meminimalkan kesalahan, peluang meraih hasil positif tetap terbuka lebar.
BACA JUGA :












