Puluhan tim sepak bola kelompok usia 8, 9, dan 10 tahun meramaikan Festival E7AM Football Challenge Series 1 2026 yang digelar di Lapangan Pusdikpom, Cimahi, Minggu (8/2/2026). Sejak pagi hari, lapangan dipenuhi tawa, semangat, dan keceriaan anak-anak yang menikmati permainan sepak bola tanpa tekanan harus menang atau menjadi juara.
Festival ini merupakan gagasan gelandang Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, yang ingin menghadirkan ruang bermain sehat bagi anak-anak usia dini. Melalui E7AM Football Challenge, sepak bola dikemas sebagai sarana belajar, bersosialisasi, dan menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga, bukan sekadar ajang kompetisi hasil akhir.
Sepak Bola Usia Dini Tanpa Tekanan Prestasi
Eks pemain Persib Bandung sekaligus pembina E7AM Football Challenge 2026, Yadi Mulyadi, menegaskan bahwa festival ini sejak awal dirancang tanpa orientasi gelar juara. Fokus utama kegiatan adalah proses pembinaan dan kebahagiaan anak-anak saat bermain sepak bola.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Di E7AM Football Challenge ini, kami tidak mencari juara. Tujuan utamanya adalah membina anak-anak supaya bergembira. Fase usia ini adalah fase kegembiraan,” ujar Yadi Mulyadi di sela-sela kegiatan.
Menurut Yadi, usia 8 hingga 10 tahun merupakan masa emas bagi anak-anak untuk mengenal sepak bola dengan cara yang menyenangkan. Jika sejak dini mereka dibebani tuntutan prestasi, dikhawatirkan justru akan menghilangkan rasa cinta terhadap permainan itu sendiri.
Sosialisasi kepada Orang Tua dan Pelatih
Untuk memastikan tujuan tersebut tercapai, pihak penyelenggara sejak awal melakukan sosialisasi kepada pelatih dan orang tua. Mereka diminta untuk tidak memberikan tekanan berlebihan kepada anak-anak selama mengikuti festival.
Yadi Mulyadi menekankan bahwa pengalaman bermain jauh lebih penting dibanding hasil pertandingan. Proses tersebut akan menjadi bekal berharga bagi anak-anak dalam mengejar mimpi mereka di dunia sepak bola pada masa depan.
“Kami sampaikan bahwa usia 8, 9, dan 10 ini tidak ada beban. Mereka harus senang bermain bola. Ini adalah pengalaman dan pelajaran penting untuk mereka ke depan,” jelas Yadi.
Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk karakter anak-anak agar tumbuh menjadi pemain yang percaya diri, berani mencoba, dan menikmati setiap proses perkembangan.
Antusiasme Peserta Sangat Tinggi
Antusiasme peserta dalam E7AM Football Challenge Series 1 2026 terbilang sangat tinggi. Panitia bahkan mencatat adanya sejumlah tim yang masuk dalam daftar tunggu karena keterbatasan kuota peserta.
“Antusiasmenya luar biasa, sampai ada waiting list. InsyaAllah ke depan kami akan merencanakan series kedua agar lebih banyak anak yang bisa merasakan pengalaman bermain di E7AM Football Challenge,” ungkap Yadi.
Festival ini tidak hanya diikuti oleh tim-tim dari wilayah Cimahi dan Bandung. Sejumlah peserta juga datang dari luar daerah seperti Karawang dan Sumedang, yang tercatat sebagai peserta dengan jarak tempuh terjauh.
Ajang Positif untuk Pembinaan Usia Dini
Sementara itu, Ramdan, salah satu talent scouting di E7AM Football Challenge, menilai festival ini sangat positif bagi pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia. Menurutnya, pendekatan yang menekankan proses dan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk pemain masa depan.
“Ini acara yang sangat bagus. Kami tidak mencari siapa yang juara, tetapi membina pemain usia dini dengan menanamkan nilai-nilai sosial,” ujar Ramdan.
Ia menambahkan bahwa penilaian dalam ajang ini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknik bermain. Sikap, sportivitas, tanggung jawab, serta rasa hormat terhadap teman, pelatih, dan lawan juga menjadi perhatian utama.
“Kami melihat bagaimana anak-anak bersikap di lapangan. Nilai-nilai inilah yang akan membentuk mereka menjadi pemain dan pribadi yang baik,” jelasnya.
Potensi Besar untuk Masa Depan
Ramdan menilai potensi yang ditunjukkan para peserta E7AM Football Challenge Series 1 2026 sangat menjanjikan. Dengan pembinaan yang tepat, konsisten, dan berkelanjutan, ia optimistis akan lahir talenta-talenta hebat dari ajang seperti ini.
“Talenta anak-anak luar biasa. Mudah-mudahan ke depan ada yang menjadi Beckham Putra berikutnya,” ucapnya penuh harap.
Ia juga berharap festival seperti E7AM Football Challenge dapat digelar secara rutin agar anak-anak terbiasa belajar bertanding dengan cara yang benar dan menyenangkan.
“Sepak bola usia muda jangan dijadikan beban prestasi. Fokusnya adalah progres individu. Kalau individunya berkembang, ke depannya sepak bola kita akan baik. Kita harus membina pemain yang juara, bukan sekadar tim yang juara,” pungkas Ramdan.
BACA JUGA :












