Isu kepindahan Muhammad Tahir ke Persipura Jayapura pada bursa transfer paruh musim Pegadaian Championship 2025/2026 akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari manajemen PSBS Biak. Klub berjuluk Badai Pasifik itu memastikan belum ada komunikasi apa pun dari pihak Persipura terkait rencana merekrut sang gelandang.
Nama Muhammad Tahir belakangan memang ramai dibicarakan publik Papua. Rumor menyebutkan pemain berusia 32 tahun itu bakal kembali ke Jayapura dan memperkuat Persipura. Namun, kabar tersebut langsung ditepis oleh manajer PSBS Biak, Alex Yarangga, yang menegaskan bahwa status Tahir saat ini masih jelas dan tidak berubah.
Menurut Alex, Muhammad Tahir masih berstatus sebagai pemain pinjaman yang tengah memperkuat PSS Sleman hingga akhir kompetisi. Kesepakatan peminjaman itu telah tertuang secara resmi dalam surat perjanjian antara PSBS dan PSS.
Belum Ada Komunikasi Resmi dari Persipura
Alex Yarangga menegaskan bahwa hingga saat ini manajemen PSBS Biak sama sekali belum menerima pendekatan resmi dari Persipura Jayapura. Baik itu dalam bentuk surat, komunikasi informal, maupun pembahasan awal terkait transfer atau peminjaman pemain.
“Terkait pemain Muhammad Tahir yang sementara kami pinjamkan ke PSS Sleman, dalam surat perjanjian peminjaman itu sudah jelas bahwa Tahir dipinjam sampai akhir putaran Pegadaian Championship,” ujar Alex, Rabu (28/1/2026).
Ia kembali menekankan bahwa kabar yang beredar di publik tidak memiliki dasar yang kuat. Menurutnya, manajemen PSBS selalu terbuka terhadap komunikasi antarklub, tetapi hingga kini belum ada satu pun konfirmasi dari Persipura.
“Untuk isu peminjaman Muhammad Tahir ke Persipura, sampai sekarang tim Persipura belum ada konfirmasi ke kami sebagai manajemen PSBS Biak,” tegasnya.
Status Kepemilikan Masih di Tangan PSBS Biak
Lebih lanjut, Alex Yarangga memastikan bahwa secara administratif dan kontraktual, Muhammad Tahir sepenuhnya masih menjadi aset PSBS Biak. Tidak ada perubahan status kepemilikan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
“Iya, secara kepemilikan M. Tahir tetap masih menjadi milik PSBS Biak. Sampai sekarang juga belum ada konfirmasi dari Persipura terkait isu Tahir ke Jayapura,” lanjut Alex.
Ia menambahkan bahwa manajemen PSBS tidak bisa mempertanggungjawabkan rumor yang berkembang di luar tanpa adanya pembicaraan resmi. Menurutnya, setiap proses transfer harus melalui mekanisme profesional dan transparan.
“Untuk berita yang beredar, kami sampaikan bahwa itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sampai saat ini belum ada negosiasi atau pembahasan dari Persipura untuk peminjaman ataupun transfer M. Tahir,” ujarnya.
Alex pun menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pihaknya belum bisa berbicara lebih jauh mengenai kemungkinan masa depan Tahir, selama belum ada komunikasi resmi dari klub peminat.
Performa Muhammad Tahir Bersama PSS Sleman
Muhammad Tahir resmi dipinjamkan ke PSS Sleman pada 20 Agustus 2025. Gelandang kelahiran Jayapura itu menjalani masa peminjaman selama satu musim penuh di Pegadaian Championship 2025/2026.
Sejauh ini, Tahir tampil cukup konsisten bersama Super Elang Jawa. Ia telah mencatatkan 11 penampilan di Pegadaian Championship dan menjadi salah satu opsi penting di lini tengah PSS. Pengalaman dan ketenangan bermainnya memberi keseimbangan bagi permainan tim.
Selain tampil di kompetisi kasta kedua, Tahir juga sempat mencicipi atmosfer BRI Super League 2025/2026. Ia tampil selama 45 menit saat PSBS Biak menghadapi Borneo FC pada 18 Agustus 2025 di Stadion Maguwoharjo. Meski PSBS harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 0-1, penampilan Tahir tetap menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang berpengalaman.
Kontribusi Besar Sejak Bergabung dengan PSBS
Muhammad Tahir bergabung dengan PSBS Biak pada November 2023. Keputusan tersebut terbukti sangat tepat bagi kedua belah pihak. Tak lama setelah kedatangannya, Tahir langsung menjadi bagian penting dalam perjalanan PSBS menjuarai Liga 2 dan meraih tiket promosi ke Liga 1 musim 2024/2025.
Pada musim lalu, Tahir juga berperan besar dalam keberhasilan PSBS Biak bersaing di kasta tertinggi. Ia tampil dalam 26 pertandingan dan membantu tim finis di posisi kesembilan klasemen akhir BRI Liga 1. Catatan tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi klub promosi seperti PSBS.
Dengan postur 170 cm, Tahir dikenal sebagai gelandang pekerja keras yang kuat dalam distribusi bola dan membaca permainan. Karakter itulah yang membuat namanya terus diminati banyak klub, termasuk Persipura Jayapura.
Namun untuk saat ini, masa depan Muhammad Tahir masih sepenuhnya berada di bawah kendali PSBS Biak, sambil menuntaskan masa peminjamannya bersama PSS Sleman hingga akhir musim.
BACA JUGA :












