Penunjukan John Herdman sebagai pelatih kepala anyar Timnas Indonesia terus menuai respons positif dari berbagai kalangan sepak bola nasional. Salah satu dukungan datang dari Bima Sakti, pelatih Persela Lamongan sekaligus mantan penggawa dan pelatih tim nasional kelompok usia. Bima menilai kehadiran Herdman sebagai langkah strategis yang patut diapresiasi demi peningkatan kualitas Skuad Garuda.
Menurut Bima, Herdman adalah sosok pelatih berpengalaman yang telah membuktikan kapasitasnya di level internasional. Ia berharap pelatih asal Inggris tersebut bisa beradaptasi dengan cepat dan membawa dampak signifikan bagi perkembangan Timnas Indonesia.
“Semoga sukses untuk coach John Herdman. Mudah-mudahan bisa cepat beradaptasi dan bisa membantu Timnas Indonesia ke arah yang lebih baik,” ujar Bima Sakti.
Rekam Jejak John Herdman Jadi Modal Kuat
John Herdman bukan nama asing di kancah sepak bola dunia. Ia dikenal sebagai pelatih dengan rekam jejak impresif, terutama bersama Timnas Kanada. Pencapaian tertingginya adalah membawa Timnas Kanada putra lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar, sebuah prestasi bersejarah bagi negara tersebut setelah penantian panjang.
Tak hanya itu, Herdman juga sukses menorehkan prestasi bersama Timnas Kanada putri dengan menembus perempat final Piala Dunia Wanita 2015. Pengalaman melatih di level elite internasional inilah yang dinilai Bima Sakti sebagai modal penting untuk membangun Timnas Indonesia yang lebih kompetitif.
Bima menilai, pengalaman Herdman menangani pemain dengan latar belakang berbeda bisa menjadi nilai tambah, mengingat Timnas Indonesia kini dihuni oleh kombinasi pemain lokal dan diaspora.
Harapan untuk Timnas Indonesia di Era Baru
Masuknya Herdman ke dalam struktur kepelatihan Timnas Indonesia menandai era baru yang penuh ekspektasi. Publik menaruh harapan besar agar Skuad Garuda bisa tampil lebih konsisten, baik di level Asia Tenggara maupun Asia.
Bima Sakti melihat bahwa perubahan tidak bisa terjadi secara instan. Menurutnya, adaptasi pelatih asing terhadap kultur sepak bola Indonesia menjadi kunci utama. Namun, ia optimistis Herdman mampu menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan profesional yang dimilikinya.
“Pelatih asing dengan pengalaman seperti beliau tentu punya cara dan metode sendiri. Tinggal bagaimana itu bisa disesuaikan dengan karakter pemain Indonesia,” ujarnya.
Peluang Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia
Seiring penunjukan John Herdman, muncul kabar bahwa pelatih berusia 49 tahun itu tengah mencari asisten pelatih lokal untuk mendampinginya di Timnas Indonesia. Hingga kini, Herdman baru membawa satu asisten dari luar negeri, yakni Cesar Meylan, yang akan menjadi tangan kanannya.
Nama Bima Sakti pun ikut disinggung sebagai salah satu figur yang dinilai memiliki kapasitas untuk masuk dalam staf kepelatihan Timnas. Namun, Bima memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.
Eks gelandang Timnas Indonesia itu menegaskan bahwa saat ini dirinya masih terikat kontrak dan memiliki komitmen penuh bersama Persela Lamongan.
“Yang pasti saya masih punya kontrak dengan Persela dan saya tetap komitmen. Jadi mungkin coach Herdman bisa mencari asisten lain yang bisa lebih baik,” kata Bima.
Pernyataan tersebut menunjukkan sikap profesional Bima Sakti dalam menghormati kontrak dan tanggung jawabnya bersama klub.
Pentingnya Kolaborasi Pelatih Asing dan Lokal
Meski menutup peluang bergabung dalam waktu dekat, Bima Sakti menekankan pentingnya kolaborasi antara pelatih asing dan pelatih lokal di Timnas Indonesia. Ia menilai sinergi tersebut sangat penting untuk mendorong transfer ilmu dan peningkatan kualitas kepelatihan nasional.
Menurut Bima, keberadaan pelatih asing seharusnya tidak hanya berfokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia lokal.
“Semakin banyak pelatih lokal yang diberi kesempatan untuk bekerja sama dengan pelatih Timnas, saya pikir itu akan lebih baik. Di situ bisa terjadi transfer ilmu dan pengalaman,” jelasnya.
Bima berharap ke depan semakin banyak pelatih Indonesia yang dilibatkan dalam struktur tim nasional, sehingga regenerasi pelatih bisa berjalan seiring dengan peningkatan prestasi tim.
Perspektif Jangka Panjang untuk Sepak Bola Nasional
Pandangan Bima Sakti sejalan dengan kebutuhan sepak bola Indonesia untuk memiliki fondasi yang kuat, tidak hanya di level pemain, tetapi juga pelatih. Dengan adanya kolaborasi yang sehat, pelatih lokal bisa belajar langsung dari standar dan metode kepelatihan internasional.
Hal ini dinilai penting agar Indonesia tidak selalu bergantung pada pelatih asing, melainkan mampu mencetak pelatih berkualitas yang siap bersaing di level Asia.
Bima juga menilai bahwa keterbukaan Herdman dalam mencari asisten lokal merupakan sinyal positif. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pelatih anyar Timnas Indonesia terbuka terhadap kerja sama dan tidak menutup ruang bagi kontribusi pelatih dalam negeri.
Harapan Publik terhadap Sinergi Baru Timnas
Dengan dukungan dari figur seperti Bima Sakti, penunjukan John Herdman semakin mendapat legitimasi di mata publik. Sinergi antara pelatih asing dan lokal diharapkan bisa menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan profesional di tubuh Timnas Indonesia.
Ke depan, publik menanti bagaimana Herdman meramu tim, membangun filosofi permainan, serta memanfaatkan potensi besar pemain Indonesia. Dukungan, kritik konstruktif, dan kolaborasi dari seluruh elemen sepak bola nasional akan menjadi faktor penting dalam perjalanan baru Skuad Garuda di panggung internasional.
BACA JUGA :












