Persib Bandung menutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026 dengan catatan yang patut diacungi jempol. Maung Bandung tampil konsisten sejak pekan pertama dan berhasil mengamankan posisi puncak klasemen sementara, menunjukkan kualitas tim yang stabil di tengah persaingan ketat.
Dari 17 pertandingan yang telah dijalani, Persib mengumpulkan total 38 poin. Konsistensi performa yang ditunjukkan sejak awal musim menjadikan Persib sebagai salah satu tim paling meyakinkan, baik dari segi hasil maupun kualitas permainan di lapangan. Posisi puncak klasemen menjadi modal penting untuk menghadapi putaran kedua, namun bagi pelatih Persib, Bojan Hodak, pencapaian ini bukanlah alasan untuk berpuas diri.
Puas di Puncak, Tapi Masih Banyak Catatan
Bojan Hodak mengaku senang melihat timnya berada di posisi teratas klasemen. Bagi pelatih asal Kroasia ini, capaian tersebut mencerminkan kerja keras seluruh elemen tim sepanjang putaran pertama. “Kami berada di posisi nomor satu di liga, tentu saja itu membuat saya senang dan puas,” ujar Bojan Hodak.
Meski demikian, Bojan menegaskan bahwa performa Persib belum sepenuhnya sempurna. Beberapa detail kecil, terutama pada momen-momen krusial, masih menjadi catatan evaluasi. Kebobolan gol di menit-menit akhir dan beberapa kesalahan teknis menjadi fokus yang harus diperbaiki menjelang putaran kedua.
“Kami sebenarnya masih bisa tampil lebih baik, terutama karena kami sempat kebobolan di beberapa pertandingan,” jelas Bojan.
Penalti Gagal dan Gol Telat Jadi Evaluasi
Selain faktor teknis permainan, Bojan juga menyoroti beberapa aspek non-teknis yang dianggap cukup merugikan tim. Salah satu masalah yang menonjol adalah kegagalan dalam mengeksekusi penalti. “Setidaknya ada lima penalti yang gagal kami manfaatkan,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Persib juga sempat kehilangan poin berharga akibat kebobolan di menit-menit akhir pertandingan. Situasi ini dianggap sangat menentukan hasil akhir dan persaingan di papan atas. “Kami juga beberapa kali kehilangan poin akibat kebobolan di menit-menit akhir. Ada dua sampai tiga laga di mana kami kebobolan di penghujung pertandingan, dan itu sangat menentukan,” tambahnya.
Tetap Realistis di Tengah Pencapaian
Meski memiliki sejumlah catatan evaluasi, Bojan menegaskan tidak ingin terlalu mengeluh. Ia memandang seluruh dinamika tersebut sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan tim sepanjang musim.
“Jadi saya tidak bisa terlalu mengeluh karena secara keseluruhan kami bermain bagus, berada di puncak liga domestik, dan juga memimpin di grup ACL-2,” tegas Bojan. Menurutnya, capaian ini menjadi sinyal positif bagi perjalanan Persib ke depan, selama tim tetap fokus dan terus berkembang. “Ini pertanda yang bagus, meski kami masih punya ruang untuk berkembang dan menjadi lebih baik lagi,” imbuhnya.
Pertahanan Jadi Fondasi Kekuatan Persib
Salah satu faktor utama keberhasilan Persib pada putaran pertama adalah kokohnya lini belakang. Maung Bandung tercatat hanya kebobolan satu gol saat tampil di kandang, sebuah statistik yang menegaskan solidnya organisasi pertahanan tim. Bojan menilai sektor ini menjadi fondasi paling penting dalam perjalanan Persib sejauh ini.
“Jika melihat hasil dan posisi kami di klasemen, pertahanan jelas menjadi faktor paling penting. Sejauh ini, lini belakang kami adalah yang terbaik di liga,” jelas Bojan. Ia menambahkan bahwa filosofi membangun tim juara selalu dia mulai dari lini pertahanan yang kokoh. “Serangan bisa memenangkan pertandingan, tetapi pertahanan yang kuat adalah kunci untuk meraih gelar juara,” pungkas Bojan Hodak.
Optimisme Menatap Putaran Kedua
Dengan fondasi pertahanan yang solid dan evaluasi yang jelas, Persib kini menatap putaran kedua BRI Super League 2025/2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Pelatih dan pemain menyadari bahwa menjaga konsistensi akan menjadi tantangan terbesar. Selain itu, perbaikan detail teknis dan fokus pada momen-momen krusial di lapangan menjadi prioritas utama.
Bojan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara optimisme dan kewaspadaan. Semua elemen tim, mulai dari pemain inti, pelatih, hingga staf pendukung, diminta tetap fokus dan disiplin agar performa konsisten bisa dipertahankan hingga akhir musim.
“Target kami jelas, mempertahankan posisi puncak, tampil maksimal di setiap pertandingan, dan terus berkembang. Kami akan bekerja keras, memperbaiki kelemahan, dan memaksimalkan potensi yang ada di tim,” ujar Bojan.
Kesimpulan
Persib Bandung menunjukkan performa stabil dan menjanjikan di putaran pertama BRI Super League 2025/2026. Meski berada di puncak klasemen, pelatih Bojan Hodak tetap realistis dan menekankan perbaikan di beberapa aspek. Fondasi pertahanan yang kuat menjadi kekuatan utama, sementara evaluasi penalti gagal dan gol telat menjadi fokus untuk meningkatkan performa tim.
Dengan strategi matang dan kesiapan mental yang tinggi, Persib optimis mampu menghadapi tantangan putaran kedua dan terus bersaing hingga akhir musim, baik di liga domestik maupun di ajang AFC Champions League Two.
BACA JUGA :












