1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Dari Kartu Merah hingga Skors 20 Laga Kontroversi Sumardji di Timnas Indonesia

Komisi Disiplin FIFA resmi menjatuhkan sanksi berat kepada Sumardji, mantan manajer Timnas Indonesia, menyusul insiden yang terjadi dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Arab Saudi pada Oktober 2025. Keputusan tersebut kembali menyoroti perjalanan panjang Sumardji di tubuh Timnas Indonesia, yang tak lepas dari sejumlah kontroversi disiplin sepanjang kariernya.

Insiden yang berujung hukuman terbaru terjadi saat Timnas Indonesia menghadapi Irak pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertandingan itu digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada 11 Oktober 2025. Dalam laga yang berakhir dengan kekalahan 0-1 bagi skuad Garuda, Sumardji dinilai melanggar Kode Disiplin FIFA.

Perjalanan Panjang Sumardji di Dunia Sepak Bola Nasional

Nama Sumardji bukan figur asing dalam manajemen sepak bola Indonesia. Meski berstatus sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia, ia telah lama berkecimpung di dunia sepak bola profesional.

Pada 2016, Sumardji dipercaya mengemban tugas sebagai manajer Bhayangkara FC, klub yang berada di bawah naungan institusi Polri. Peran tersebut menjadi pintu masuknya ke level manajerial yang lebih tinggi, hingga akhirnya dipercaya menangani Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia.

Puncak prestasi awalnya bersama tim nasional terjadi saat ia ditunjuk sebagai manajer Timnas Indonesia U-22 pada Piala AFF 2019. Dalam turnamen tersebut, Indonesia keluar sebagai juara, menjadikan Sumardji sebagai bagian dari pencapaian internasional tim Merah Putih.

Masa Jabatan sebagai Manajer Timnas Indonesia

Sumardji menjabat sebagai manajer Timnas Indonesia senior dan U-22 sejak 1 Juni 2023. Namun, kiprahnya di posisi tersebut berakhir pada 16 Desember 2025, setelah ia memutuskan mengundurkan diri.

Keputusan itu diambil usai hasil yang dinilai kurang maksimal pada ajang SEA Games 2025. Sumardji kemudian memilih kembali fokus menjalankan perannya sebagai Ketua Badan Tim Nasional (BTN), yang bertugas mengoordinasikan program tim nasional secara keseluruhan.

Selama menjabat sebagai manajer, Sumardji dikenal sebagai sosok vokal dan protektif terhadap pemain serta staf kepelatihan. Namun, sikap tersebut juga kerap menyeretnya ke dalam pusaran masalah disipliner.

Insiden Final SEA Games 2023 di Kamboja

Kasus disiplin pertama yang mencuat terjadi pada final cabang olahraga sepak bola SEA Games 2023 di Kamboja, saat Timnas Indonesia U-22 berhadapan dengan Thailand. Dalam laga sarat emosi tersebut, Sumardji justru tercatat sebagai korban.

Kericuhan pecah pada babak perpanjangan waktu pertama setelah Indonesia mencetak gol ketiga melalui Irfan Jauhari. Keunggulan 3-2 memicu ketegangan yang berujung bentrokan antara pemain dan ofisial kedua tim di pinggir lapangan.

Wasit Qasim Matar Ali Al Hatmi mengeluarkan sejumlah kartu merah, termasuk untuk bek Indonesia Komang Teguh dan kiper Thailand Soponwit. Beberapa ofisial dari kedua kubu juga terkena hukuman serupa.

Dalam insiden itu, Sumardji sempat menjadi korban pemukulan hingga terjatuh. Meski demikian, ia menolak perawatan medis dan tetap bertahan di bangku cadangan. Timnas Indonesia U-22 akhirnya menutup laga dengan kemenangan 5-2 dan meraih medali emas SEA Games.

Kartu Merah di Markas Bahrain

Kontroversi berikutnya terjadi saat Timnas Indonesia bertandang ke markas Bahrain pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (10/10/2024). Laga tersebut berakhir imbang 2-2, namun menyisakan insiden pascalaga.

Wasit Ahmed Al Kaf mengeluarkan kartu merah kepada Sumardji yang kala itu masih menjabat sebagai manajer Timnas Indonesia. Menanggapi kejadian tersebut, Sumardji mengaku sengaja mengambil sikap keras demi melindungi pemain dan pelatih dari potensi hukuman.

“Saya harus ambil sikap. Daripada pemain atau pelatih yang terkena kartu merah, lebih baik saya yang protes keras,” ujar Sumardji saat itu.

Skorsing 20 Laga dari FIFA

Kasus disipliner terberat yang menimpa Sumardji datang dari FIFA. Komisi Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi larangan mendampingi Timnas Indonesia dalam 20 pertandingan, disertai denda yang mencapai sekitar Rp324 juta.

Keputusan tersebut diambil dalam sidang Komite Disiplin FIFA pada 18 November 2025, yang dipimpin oleh Jorge Palacio, Alejandro Jose Piera, dan Paola Lopez Barraza. Sumardji dinyatakan terbukti melanggar Pasal 14 ayat 1 Kode Disiplin FIFA terkait tindakan kekerasan terhadap ofisial pertandingan.

Insiden yang menjadi dasar hukuman terjadi dalam laga Irak kontra Indonesia di Jeddah. Dalam laporan resmi FIFA, Sumardji disebut mendorong wasit Ma Ning hingga sang pengadil asal China tersebut terjatuh di area lapangan.

Catatan Penting bagi Manajemen Timnas

Kasus yang menimpa Sumardji menjadi pengingat penting mengenai profesionalisme dan kontrol emosi di level internasional. Meski niat melindungi tim sering kali menjadi alasan, tindakan di luar batas tetap berisiko mendatangkan sanksi berat.

Rekam jejak Sumardji menunjukkan dedikasi tinggi terhadap Timnas Indonesia, namun juga menegaskan bahwa peran manajerial menuntut ketenangan dan kepatuhan penuh terhadap regulasi. Ke depan, pengalaman ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen tim nasional.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE