Persis Solo resmi memperkenalkan amunisi asing kelimanya untuk bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Kali ini, Laskar Sambernyawa mendatangkan striker asal Ukraina, Roman Paparyga, sebagai bagian dari upaya memperkuat lini depan untuk menghadapi putaran kedua.
Sebelum bergabung dengan Persis, Roman terakhir membela FC Qizilqum, klub papan atas Liga Uzbekistan. Kehadirannya di Solo diharapkan menambah ketajaman serangan tim dan membantu Persis keluar dari tekanan papan bawah klasemen.
Tantangan Besar Menanti Roman Paparyga
Roman menyadari sepenuhnya tantangan yang akan dihadapinya. Persis Solo saat ini tengah berjuang untuk menjauh dari zona degradasi. Dalam konferensi pers resmi pada Rabu (28/1/2026), pemain kelahiran 9 Juli 1999 ini menegaskan komitmennya.
“Saya tahu situasi klub di klasemen sedang sulit. Meskipun tidak akan mudah, saya akan berjuang sekuat tenaga dan memberikan seluruh kemampuan saya,” ujar Roman.
Dia menambahkan, “Saya akan berusaha agar klub ini tetap bertahan di kasta tertinggi liga. Saya tidak sabar untuk segera bermain dan memenangkan banyak pertandingan bersama Persis Solo.”
Siap Berjuang Bersama Laskar Sambernyawa
Saat ini, Persis Solo masih menempati dasar klasemen dengan 10 poin dari 18 pertandingan. Roman menegaskan kesiapannya untuk bekerja sama dengan rekan setim, pelatih, dan ofisial klub demi meningkatkan performa tim.
“Senang rasanya bisa berada di klub yang memiliki sejarah panjang seperti Persis Solo. Ini adalah salah satu klub yang paling disegani di liga ini,” kata Roman.
“Dengan usaha maksimal saya, saya harap kita bisa bersatu, berjuang bersama, dan mengubah situasi klub menjadi lebih baik di putaran kedua,” lanjut striker Ukraina itu.
Pentingnya Dukungan Suporter
Roman juga menekankan pentingnya dukungan suporter dalam perjuangan Persis Solo. Menurutnya, energi dan motivasi pemain akan meningkat ketika didukung penuh oleh Persismania, yang dikenal sebagai salah satu basis suporter paling fanatik di Indonesia.
“Saya dengar fans Solo luar biasa. Saya harap kita terus bersama, berjuang bersama demi klub ini,” kata Roman. Kehadiran suporter di tribun diharapkan bisa memberi semangat tambahan bagi Laskar Sambernyawa di setiap pertandingan.
Roman Paparyga Jadi Amunisi Baru Lini Depan
Kedatangan Roman juga menjadi solusi bagi lini depan Persis yang baru saja melepas striker Timnas Curacao, Gervane Kastaneer, pada putaran kedua. Kehadiran Roman diharapkan mampu menutup kekosongan yang ditinggalkan dan meningkatkan produktivitas gol tim.
Sebagai amunisi baru, Roman Paparyga diharapkan bisa menghadirkan kombinasi ketajaman, kecepatan, dan pengalaman internasional yang selama ini dibutuhkan Persis untuk bersaing di papan tengah hingga atas klasemen.
Rekrutan Asing Kelima Persis Solo
Roman Paparyga merupakan pemain asing kelima yang direkrut Persis untuk memperkuat skuad putaran kedua. Sebelumnya, Persis telah mendatangkan trio asal Serbia: Vukasin Vranes, Dusan Mijic, dan Miroslav Maricic.
Selain itu, ada pemain dari Kroasia, Luka Dumancic, yang bergabung menyusul perekrutan tiga pemain lokal, yakni Yabes Roni, Alfriyanto Nico, dan Kadek Raditya. Langkah ini menunjukkan strategi manajemen Persis untuk merombak komposisi tim dan menambah kualitas skuad demi hasil yang lebih baik di putaran kedua.
Kehadiran Roman menambah opsi bagi pelatih Milomir Seslija dalam menyusun strategi serangan. Dengan kemampuan fisik dan teknik yang dimiliki, striker Ukraina ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam meraih poin maksimal setiap laga kandang maupun tandang.
Optimisme untuk Putaran Kedua
Meski menghadapi tekanan berat di papan bawah, kedatangan Roman dan beberapa pemain asing lain memberikan optimisme bagi Persis Solo. Kombinasi pemain muda, lokal, dan asing diharapkan mampu meningkatkan daya saing tim di BRI Super League 2025/2026.
Roman sendiri bertekad membawa semangat juang tinggi. “Saya siap memberikan yang terbaik, bekerja keras, dan membawa Persis meraih kemenangan demi kemenangan. Kami semua di sini untuk memperbaiki posisi klub di klasemen,” pungkasnya.
Dengan strategi perekrutan pemain asing yang matang, dukungan fans setia, dan kerja keras tim, Persis Solo berharap bisa mengubah nasib dan bertahan di kasta tertinggi liga.
BACA JUGA :












