1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Datangnya Marcos Reina Belum Berdampak Signifikan, Persik Kediri Masih Tertatih

Pergantian pelatih hampir selalu membawa harapan baru bagi sebuah tim. Namun dalam realitas sepak bola profesional, perubahan di kursi kepelatihan jarang memberikan dampak instan. Adaptasi taktik, mental pemain, hingga penyesuaian karakter permainan membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Situasi tersebut kini tengah dirasakan Persik Kediri di BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Macan Putih masih berjuang keluar dari masa transisi setelah ditinggal pelatih sebelumnya, Ong Kim Swee, yang memilih kembali ke Malaysia di tengah kompetisi.

Manajemen Persik bergerak cepat dengan menunjuk Marcos Reina Torres sebagai pelatih kepala anyar. Pelatih asal Spanyol itu resmi diperkenalkan pada 4 Desember 2025 dan langsung dibebani target berat, yakni memperbaiki performa tim serta menjauh dari papan bawah klasemen.

Meski masih memiliki cukup waktu dengan sisa 21 pertandingan, lima laga awal bersama Marcos Reina justru menunjukkan bahwa proses perubahan tidak semudah yang dibayangkan. Persik masih tertatih, baik dari sisi hasil maupun kualitas permainan.

Awal Sulit Marcos Reina Bersama Persik Kediri

Marcos Reina datang dengan latar belakang pengalaman internasional. Ia pernah melatih di Liga Meksiko, Major League Soccer Amerika Serikat, hingga terakhir menangani FC Ranger’s di kompetisi tertinggi Liga Andorra. Namun, pengalaman tersebut belum langsung berdampak signifikan di Kediri.

Dalam lima pertandingan awal, Persik hanya mampu meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan tiga kekalahan. Raihan tersebut membuat Persik tetap berkutat di zona rawan dan belum menunjukkan tanda kebangkitan yang konsisten.

Ironisnya, di bawah arahan pelatih anyar ini, Persik justru mencatatkan dua kekalahan telak yang menjadi rekor terburuk musim ini. Ezra Walian dan rekan-rekannya takluk 0-3 dari Persita Tangerang, lalu kembali tumbang dengan skor mencolok 0-4 saat menghadapi Malut United.

Masalah utama Persik terlihat jelas pada keseimbangan permainan. Hingga pekan ke-18, Macan Putih sudah kebobolan 12 gol, sementara produktivitas serangan masih tumpul dengan hanya empat gol yang tercipta. Defisit gol tersebut mencerminkan rapuhnya organisasi bertahan sekaligus minimnya efektivitas di lini depan.

Rombakan Pemain Asing, Langkah Berani di Tengah Tekanan

Di tengah performa yang belum stabil, manajemen Persik bersama Marcos Reina mengambil keputusan berani dengan melakukan perombakan besar pada komposisi pemain asing. Langkah ini menunjukkan keseriusan klub untuk tidak terjebak dalam situasi stagnan.

Dua bek asing, Lucas Gama dan Khurshidbek Mukhtarov, harus angkat kaki dari skuad. Selain itu, gelandang serang asal Venezuela, Williams Lugo, serta striker Prancis, Sylvain Atieda, juga diputus kontraknya lebih cepat.

Keputusan ini jelas mengandung risiko besar. Di satu sisi, perubahan diharapkan menghadirkan energi baru. Namun di sisi lain, adaptasi pemain pengganti membutuhkan waktu, sementara kompetisi terus berjalan dan tekanan hasil semakin meningkat.

Langkah tegas tersebut menegaskan bahwa Persik tidak ingin setengah-setengah dalam proses pembenahan. Namun pada akhirnya, hasil di lapangan tetap menjadi tolok ukur utama yang tidak bisa ditawar.

Lini Belakang Masih Jadi Titik Lemah

Kekalahan telak dari Malut United kembali menyoroti persoalan utama Persik, yakni lini pertahanan. Pada laga tersebut, organisasi bertahan Macan Putih tampak rapuh dan mudah dieksploitasi lawan.

Kehadiran Chechu Meneses, bek pinjaman dari Malut United, belum mampu memberikan rasa aman. Duet Rezaldi Hehanusa dan Hamra Hehanusa, yang dipinjam dari Persib Bandung, juga belum menunjukkan pengaruh signifikan dalam memperkuat barisan belakang.

Rezaldi bahkan menjadi sorotan setelah menerima kartu merah dalam laga di Ternate. Situasi tersebut memaksa Persik bermain dengan sepuluh pemain dan semakin kesulitan meredam tekanan lawan.

Sementara itu, Hamra Hehanusa juga sempat melakukan kesalahan fatal saat gagal menyapu bola dengan sempurna. Beruntung, peluang emas yang didapat lawan tidak berujung gol karena kurang maksimal dalam penyelesaian akhir.

Meski pernah membela Persik selama dua musim, Hamra tetap membutuhkan waktu untuk kembali beradaptasi. Minimnya menit bermain di putaran pertama bersama Persib membuat sentuhan dan ritme bertandingnya belum sepenuhnya kembali.

Persaingan Papan Bawah Semakin Ketat

Marcos Reina dan seluruh elemen tim Persik menyadari bahwa waktu tidak berpihak. Dengan 16 pertandingan tersisa, setiap laga kini bernilai krusial dan tidak boleh disia-siakan.

Ancaman nyata datang dari tim-tim pesaing di papan bawah. Madura United, PSBS Biak, Persijap Jepara, Semen Padang, hingga Persis Solo terus berbenah dengan mendatangkan pemain asing berkualitas.

Persaingan zona bawah pun diprediksi semakin sengit. Selisih poin yang tipis membuat satu kesalahan kecil bisa berujung pada posisi yang semakin terjepit.

Meski demikian, harapan belum sepenuhnya padam. Kehadiran pemain anyar seperti Jon Toral dan Adrian Luna diharapkan mampu memberikan dimensi berbeda dalam permainan, sekaligus membantu menerjemahkan ide-ide Marcos Reina di atas lapangan.

Jalan Persik Kediri memang masih terjal. Namun dengan kerja keras, fokus penuh, dan adaptasi yang tepat, Macan Putih masih memiliki peluang untuk bangkit dan menjauh dari zona berbahaya.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE