Persija Jakarta kembali menjadi sorotan pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Kedatangan penyerang asing anyar Alaaeddine Ajaraie membuat tim berjuluk Macan Kemayoran harus melakukan penyesuaian skuad, khususnya terkait regulasi jumlah pemain asing.
Situasi tersebut berujung pada keputusan manajemen untuk mengakhiri kerja sama dengan gelandang asal Brasil, Gustavo Franca. Nama Franca pun langsung dikaitkan dengan Arema FC, klub yang disebut-sebut menjadi pelabuhan barunya pada paruh kedua musim ini.
Persija Alami Surplus Pemain Asing
Kehadiran Alaaeddine Ajaraie menjadi titik balik keputusan Persija Jakarta. Penyerang yang berstatus top scorer Liga India musim lalu itu resmi didatangkan dengan status pinjaman dari NorthEast United hingga akhir musim kompetisi.
Dengan masuknya Ajaraie, Persija kini memiliki 12 pemain asing, jumlah yang melebihi batas regulasi BRI Super League 2025/2026. Kondisi ini memaksa manajemen untuk melepas satu legiun impor agar tetap sesuai dengan aturan kompetisi.
Setelah melalui evaluasi internal, Persija memutuskan untuk mengakhiri kontrak Gustavo Franca, gelandang yang sejak awal musim diharapkan menjadi motor permainan tim.
Gustavo Franca Dilepas, Arema FC Jadi Tujuan
Kabar kepindahan Gustavo Franca ke Arema FC semakin menguat setelah pernyataan langsung dari manajer Persija, Ardhi Tjahjoko. Ia tidak membantah bahwa pemain asal Brasil tersebut telah dilepas dan akan bergabung dengan klub berjuluk Singo Edan.
“Ya, Persija melepas Gustavo Franca ke Arema FC,” ujar Ardhi saat dikonfirmasi, Minggu (18/1/2026).
Jika transfer ini terealisasi sepenuhnya, Franca akan menjadi rekrutan asing baru Arema FC pada bursa transfer paruh musim. Klub asal Malang itu memang tengah melakukan perombakan skuad demi memperbaiki performa di putaran kedua.
Kontribusi Gustavo Franca Dinilai Belum Maksimal
Sebagai pemain asing, kontribusi Gustavo Franca selama berseragam Persija dinilai belum memenuhi ekspektasi. Dari 17 pertandingan yang telah dijalani Persija di putaran pertama, Franca tampil dalam 13 laga, namun enam di antaranya sebagai pemain pengganti.
Gelandang berusia 28 tahun tersebut sejatinya diproyeksikan sebagai otak serangan Macan Kemayoran. Namun, ia belum mampu sepenuhnya menerjemahkan peran tersebut di bawah arahan pelatih Mauricio Souza.
Sepanjang paruh pertama musim, Franca hanya mencatatkan satu gol dan dua assist, angka yang dianggap belum cukup untuk pemain asing dengan peran sentral di lini tengah.
Rekam Jejak di Brasil Jadi Modal di Arema FC
Gustavo Franca bergabung dengan Persija pada awal musim 2025/2026 setelah direkrut dari klub Serie C Brasil, Londrina-PR. Bersama Londrina, Franca tampil dalam 23 pertandingan, mencetak tiga gol dan satu assist.
Pengalaman tersebut diharapkan bisa menjadi modal penting bagi Franca jika benar-benar bergabung dengan Arema FC. Tim Singo Edan membutuhkan gelandang kreatif yang mampu mengalirkan bola dan menghubungkan lini tengah dengan lini depan.
Di Arema FC, Franca diproyeksikan untuk menggantikan salah satu dari dua pemain asing yang telah dilepas lebih dulu, yakni Paulinho Moccelin dan Ian Puleio, yang tidak lagi menjadi bagian dari skuad pada paruh kedua musim.
Arema FC Lanjutkan Perombakan Skuad
Arema FC memang tengah aktif melakukan evaluasi menyeluruh. Performa yang belum konsisten pada putaran pertama membuat manajemen dan tim pelatih mengambil langkah tegas dengan melakukan perubahan komposisi pemain asing.
Jika resmi bergabung, Gustavo Franca diharapkan bisa memberikan variasi permainan baru di lini tengah Arema FC. Pengalamannya bermain di Brasil dan Indonesia dinilai cukup untuk membantu Singo Edan bersaing lebih kompetitif di sisa musim.
Nasib Gustavo Almeida dan Ryo Matsumura Masih Abu-abu
Selain Gustavo Franca, dua nama pemain asing Persija lainnya juga sempat dikabarkan berada dalam posisi rawan, yakni Gustavo Almeida dan Ryo Matsumura. Namun, manajemen Persija belum memberikan kepastian terkait masa depan keduanya.
Ardhi Tjahjoko menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan lanjutan mengenai dua pemain tersebut.
“Sementara belum ada,” ucap Ardhi singkat.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa evaluasi skuad Persija belum sepenuhnya selesai. Pergerakan Macan Kemayoran di bursa transfer paruh musim masih berpotensi berlanjut, tergantung kebutuhan tim dan dinamika kompetisi.
Dengan melepas Gustavo Franca dan mendatangkan Alaaeddine Ajaraie, Persija berharap dapat meningkatkan daya gedor sekaligus menjaga keseimbangan skuad. Sementara itu, Arema FC berpeluang mendapatkan tambahan kekuatan baru jika transfer Franca benar-benar rampung.
BACA JUGA :












