Duel klasik bertajuk El Clasico Indonesia antara Persib Bandung dan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) beberapa waktu lalu masih meninggalkan kesan mendalam, tidak hanya bagi suporter, tetapi juga bagi mantan pemain profesional seperti Egy Melgiansyah. Laga yang digelar pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 itu berakhir dengan kemenangan tipis Persib 1-0 berkat gol semata wayang Beckham Putra pada menit kelima pertandingan.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan dominasi Maung Bandung di paruh musim dengan mengumpulkan 38 poin, menjadikan mereka sementara waktu sebagai juara paruh musim. Egy, yang kini aktif sebagai analis dan komentator di kanal YouTube Bicara Bola, memberikan komentar lengkap mengenai jalannya pertandingan dan performa kedua tim.
Persib Unggul Berkat Materi Pemain Merata
Menurut Egy, keberhasilan Persib tidak lepas dari skuad yang merata dan kuat. Ia menekankan, meski beberapa pemain inti absen, kualitas tim cadangan mampu menjaga performa tetap stabil. Hal ini menurutnya menjadi salah satu kunci keberhasilan pelatih Bojan Hodak dalam memimpin tim.
“Saya pikir dari pemain intinya sampai pemain cadangan, Persib sama bagusnya. Tidak jomplang gitu. Pemainnya merata semua. Walaupun ada pemain yang absen, kualitas pemain cadangan juga baik,” ujar Egy.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa faktor bermain di kandang menjadi keuntungan tambahan bagi Persib. Suasana GBLA yang penuh dukungan suporter membuat motivasi Beckham Putra dkk. meningkat, sehingga mereka mampu memanfaatkan peluang seawal menit kelima.
“Kalau menurut prediksi saya kemarin sebenarnya skornya imbang. Cuma ya, Persib lebih beruntung karena mungkin bermain di kandang. Terus punya semangat yang lebih besar dari Persija,” tutur pemain berusia 35 tahun tersebut.
Persija Tampil Luar Biasa, Hanya Kurang Beruntung
Meskipun kalah tipis, Egy memuji performa Persija yang tetap agresif meski bermain dengan 10 pemain setelah Bruno Tubarao dikartu merah pada menit ke-54. Ia menilai Macan Kemayoran tetap menekan lawan dan menampilkan permainan ofensif, bahkan saat berada dalam tekanan jumlah pemain yang lebih sedikit.
“Bermain dengan 10 pemain saja mereka tidak bertahan, tapi ofensif. Menyerang terus. Apa pun yang dilakukan pelatih Persija kemarin, saya lihat mereka menguasai pertandingan. Sedangkan Persib saya lihat bertahan dan serangan balik,” jelas Egy.
Ia juga menambahkan, kiper Persija beberapa kali membuat penyelamatan krusial yang mencegah skor lebih besar bagi Persib. Hal ini menunjukkan mental juara yang masih dimiliki Macan Kemayoran.
“Kalau mereka bermain dengan 11 pemain penuh, mungkin skor bisa sama, tapi, ya itulah permainan,” ungkapnya.
El Clasico Indonesia: Ajang Persaingan dan Motivasi
Egy menekankan bahwa El Clasico Indonesia bukan sekadar laga biasa, tetapi ajang pembuktian dan motivasi bagi kedua klub. Persib yang unggul di klasemen sementara menunjukkan konsistensi, sementara Persija bertekad membalas kekalahan di laga berikutnya.
Ia memprediksi bahwa saat pertemuan kedua yang dijadwalkan pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026, tepatnya 10 Mei 2026, Persija akan tampil lebih agresif dan bertekad meraih tiga poin di kandang, menghadapi dukungan penuh dari Jakmania.
“Sudah pasti ya, siapa pun yang bermain di kandang pasti ingin meraih tiga poin. Saya pikir, Persija pun seperti itu. Pastinya mereka ingin membalas kekalahan kemarin,” kata Egy.
Faktor Mental dan Strategi
Egy juga menyoroti aspek mental pemain dalam laga klasik ini. Menurutnya, fokus, disiplin, dan motivasi tinggi menjadi penentu hasil pertandingan. Persib mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan tekanan dari suporter, sementara Persija menampilkan semangat juang yang tinggi meski dalam situasi sulit.
Ia menekankan bahwa pertandingan ini juga menjadi pelajaran penting bagi kedua tim. Konsistensi performa dan kemampuan beradaptasi terhadap kondisi sulit, termasuk kartu merah atau tekanan stadion lawan, menjadi faktor penentu kemenangan di level liga profesional.
Kesimpulan: El Clasico Indonesia Tetap Memikat
Bagi Egy Melgiansyah, El Clasico Indonesia 2025/2026 menunjukkan kualitas kedua tim, baik Persib maupun Persija. Persib tampil solid dengan materi pemain merata, sementara Persija menunjukkan mental juara dan semangat juang luar biasa. Laga ini bukan hanya soal skor, tetapi juga menunjukkan bagaimana strategi, kondisi mental, dan dukungan suporter menentukan hasil pertandingan.
Egy menutup komentarnya dengan memuji atmosfer luar biasa yang tercipta di stadion dan menegaskan bahwa El Clasico Indonesia akan terus menjadi laga paling menarik di kalender BRI Super League.
BACA JUGA :












