1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Emil Audero di Laga Fiorentina vs Cremonese Lebih Gemilang dari David de Gea, Sayang Timnya Kalah

Penampilan gemilang ditunjukkan kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, meski hasil akhir tak berpihak kepada timnya. Audero tampil luar biasa di bawah mistar Cremonese saat bertandang ke markas Fiorentina, namun gol dramatis di masa injury time membuat tim tamu harus menelan kekalahan tipis 0-1.

Pertandingan pekan ke-18 Liga Italia 2025/2026 itu digelar di Stadion Artemio Franchi, Minggu (4/1/2026) malam WIB. Laga ini menjadi sorotan karena mempertemukan dua penjaga gawang berkelas dunia, Emil Audero yang membela Cremonese dan David de Gea yang menjaga gawang Fiorentina.

Meski bermain di kandang lawan dan berada di bawah tekanan hampir sepanjang laga, Audero justru menjadi pemain paling menonjol di lapangan. Serangkaian penyelamatan krusialnya membuat Fiorentina frustrasi hingga menit-menit akhir pertandingan.

Emil Audero Jadi Tembok Kokoh Cremonese

Sejak peluit awal dibunyikan, Fiorentina langsung mengambil inisiatif serangan. Baru lima menit laga berjalan, Emil Audero sudah diuji melalui sepakan jarak jauh Nicolo Fagioli. Tanpa ragu, kiper berusia 28 tahun itu sigap mengamankan bola dan memberi sinyal bahwa ia siap menjalani malam yang sibuk.

Tekanan terus mengalir ke pertahanan Cremonese. Pada menit ke-12, sundulan Fabiano Parisi sempat membuat publik tuan rumah bersorak, namun bola hanya membentur mistar gawang. Tak berselang lama, Audero kembali unjuk refleks saat menggagalkan tembakan Rolando Mandragora dan Roberto Piccoli dari jarak dekat.

Tak hanya piawai menepis bola, Audero juga menunjukkan kecerdikan membaca permainan. Ia beberapa kali keluar dari sarangnya untuk memotong umpan berbahaya, termasuk operan matang Fagioli yang nyaris disambut Cher Ndour di kotak penalti.

Fiorentina Mendominasi, VAR Selamatkan Cremonese

Dominasi Fiorentina semakin terasa menjelang akhir babak pertama. Emil Audero kembali menjadi sorotan setelah berhasil menepis umpan silang Albert Gudmundsson yang meluncur tajam ke arah gawang.

Drama sempat terjadi ketika wasit menunjuk titik putih setelah menganggap terjadi pelanggaran di kotak penalti Cremonese. Namun, keputusan itu dianulir usai tinjauan VAR menunjukkan Roberto Piccoli lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Federico Baschirotto.

Hingga turun minum, skor tetap 0-0. Statistik menunjukkan kontras yang mencolok: Fiorentina mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang, sementara Cremonese bahkan belum mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. David de Gea praktis menjadi penonton, sedangkan Audero menjadi penyelamat utama tim tamu.

Babak Kedua Masih Jadi Panggung Emil Audero

Memasuki babak kedua, Fiorentina tak mengendurkan tekanan. Cremonese mencoba keluar dari tekanan dan sempat mencuri peluang melalui Jamie Vardy yang berhasil merebut bola di area berbahaya. Sayangnya, umpan matang yang dilepaskan kepada Federico Bonazzoli berhasil dipatahkan barisan belakang tuan rumah.

Fiorentina kembali mengancam di menit ke-73. Kali ini giliran Robin Gosens yang melepaskan tembakan keras, namun Emil Audero kembali menunjukkan kualitasnya dengan penyelamatan impresif yang membuat bangku cadangan Cremonese berdiri memberikan aplaus.

Di sisi lain, David de Gea baru benar-benar diuji menjelang akhir pertandingan. Peluang dari Antonio Sanabria dan Alessio Zerbin memaksa kiper veteran asal Spanyol itu melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawang Fiorentina tetap perawan.

Gol Injury Time Hancurkan Harapan Cremonese

Ketika laga tampak akan berakhir tanpa gol, nasib berkata lain bagi Cremonese. Pada menit kedua masa injury time, Fiorentina melancarkan serangan terakhir. Emil Audero sempat melakukan penyelamatan luar biasa dengan memblok sundulan Niccolo Fortini tepat di depan garis gawang.

Namun, bola muntah jatuh ke kaki Moise Kean yang baru masuk sebagai pemain pengganti. Tanpa pengawalan berarti, Kean dengan dingin menceploskan bola ke gawang dan memastikan kemenangan Fiorentina 1-0.

Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Cremonese, terutama bagi Emil Audero yang tampil nyaris sempurna sepanjang pertandingan. Satu momen kecil di akhir laga menghancurkan usaha besar yang telah ia bangun selama lebih dari 90 menit.

Emil Audero Tetap Dapat Pujian Meski Kalah

Meski harus pulang tanpa poin, performa Emil Audero mendapat banyak pujian dari media Italia dan pengamat sepak bola. Ia dianggap sebagai salah satu faktor utama yang membuat Fiorentina harus bersusah payah meraih kemenangan di kandang sendiri.

Bagi Timnas Indonesia, penampilan ini menjadi kabar positif. Audero menunjukkan bahwa ia mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa dan tampil konsisten menghadapi tekanan besar. Kekalahan ini mungkin pahit bagi Cremonese, namun bagi Audero, laga di Artemio Franchi menjadi bukti kualitas dan mentalitasnya sebagai penjaga gawang kelas atas.

Jika performa seperti ini terus berlanjut, Emil Audero bukan hanya akan menjadi andalan Cremonese, tetapi juga aset berharga bagi Timnas Indonesia di pentas internasional.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE