1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Emosi Tak Terkendali, Rafael Struick Digusur Wasit Usai Tendang Bola ke Arah Spasojevic

Rafael Struick kembali menjadi sorotan publik sepak bola nasional. Namun kali ini, perhatian tidak datang dari kontribusi positif atau gol penentu kemenangan. Penyerang Dewa United tersebut justru terlibat dalam insiden panas yang berujung kartu merah langsung pada laga Bhayangkara FC vs Dewa United di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin (5/1/2026) sore WIB.

Struick diusir wasit Asep Yandis pada menit ketujuh injury time babak kedua. Keputusan tersebut diambil setelah sang pemain melakukan tindakan yang dinilai melampaui batas sportivitas. Insiden ini menjadi noda tersendiri dalam perjalanan Struick di BRI Super League 2025/2026, yang sejauh ini belum berjalan sesuai ekspektasi.

Kronologi Insiden Tendangan ke Arah Ilija Spasojevic

Kartu merah yang diterima Rafael Struick berawal dari duel fisik di area tengah lapangan. Dalam sebuah perebutan bola, Ilija Spasojevic terjatuh setelah berbenturan dengan Egy Maulana Vikri. Situasi tersebut seharusnya bisa disikapi dengan normal, mengingat pelanggaran dalam sepak bola adalah hal yang lumrah.

Namun, emosi Struick tampak tak terkendali. Saat Spasojevic masih tergeletak di atas rumput, Struick justru menendang bola ke arah tubuh striker Bhayangkara FC tersebut. Aksi ini langsung memancing reaksi keras dari Spasojevic yang merasa tindakan itu tidak pantas dan tidak menjunjung nilai fair play.

Spasojevic pun bangkit dan mendorong Struick sebagai bentuk protes. Ketegangan sempat meningkat, tetapi para pemain dari kedua tim segera melerai sehingga keributan besar berhasil dihindari. Wasit Asep Yandis yang melihat kejadian tersebut tanpa ragu langsung mengeluarkan kartu merah untuk Rafael Struick.

Keputusan wasit mendapat dukungan dari banyak pihak karena tindakan Struick dianggap jelas sebagai perilaku tidak sportif yang tidak bisa ditoleransi di level kompetisi profesional.

Kekalahan Dewa United dan Dampak Langsung Kartu Merah

Pertandingan tersebut akhirnya dimenangkan Bhayangkara FC dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal The Guardian dicetak oleh Fareed Sadat, yang memastikan tiga poin penting bagi tim tuan rumah. Dewa United harus pulang dengan tangan hampa, ditambah kehilangan salah satu pemainnya akibat kartu merah.

Bagi tim asuhan Dewa United, kartu merah Struick menjadi kerugian ganda. Selain gagal menyamakan kedudukan di menit-menit akhir, mereka juga harus kehilangan pemain untuk laga berikutnya akibat sanksi larangan bermain.

Situasi ini semakin memperumit langkah Dewa United dalam persaingan papan tengah BRI Super League. Konsistensi tim kembali dipertanyakan, terutama dalam mengontrol emosi di laga-laga krusial.

Periode Sulit Rafael Struick di BRI Super League

Insiden kartu merah ini kian memperpanjang periode sulit Rafael Struick sejak bergabung dengan Dewa United. Datang dengan status pemain Timnas Indonesia dan eks pemain Eropa, Struick dibebani ekspektasi tinggi untuk menjadi tumpuan lini depan.

Namun hingga pekan ke-16, Struick belum mampu mencetak satu gol pun di BRI Super League 2025/2026. Statistik tersebut tentu jauh dari harapan, baik bagi manajemen klub maupun para pendukung Dewa United.

Alih-alih menjadi pembeda di lapangan, Struick justru kerap terlihat frustrasi. Tekanan untuk segera mencetak gol dan membuktikan kualitas tampaknya berdampak pada kondisi mental sang pemain, yang puncaknya terlihat dalam insiden melawan Bhayangkara FC.

Dampak terhadap Karier dan Tim Nasional

Kartu merah ini bukan hanya berdampak pada level klub, tetapi juga berpotensi memengaruhi karier internasional Struick. Pemain yang telah mengoleksi 23 caps bersama Timnas Indonesia tersebut belakangan mulai tersisih dari skuad utama.

Persaingan di lini depan Timnas semakin ketat dengan munculnya nama-nama baru yang tampil konsisten di liga. Ketika performa di klub menurun dan disiplin di lapangan dipertanyakan, peluang Struick untuk kembali menjadi pilihan utama tentu semakin kecil.

Situasi ini menjadi alarm serius bagi Struick. Sebagai pemain profesional, ia dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kematangan emosi dan sikap di lapangan.

Evaluasi dan Pelajaran Berharga

Insiden tendangan ke arah Ilija Spasojevic menjadi pelajaran penting bagi Rafael Struick. Di level kompetisi sekelas BRI Super League, setiap tindakan pemain berada dalam pengawasan ketat wasit dan kamera. Emosi sesaat bisa berujung konsekuensi panjang, baik secara individu maupun tim.

Dewa United dipastikan akan melakukan evaluasi internal, termasuk dalam aspek disiplin pemain. Klub tentu berharap Struick mampu bangkit, memperbaiki performa, dan kembali fokus pada kontribusi nyata di lapangan, bukan justru menjadi sumber masalah.

Bagi Struick sendiri, masa depan masih terbuka lebar. Usianya masih relatif muda, pengalaman internasional sudah dimiliki, dan kualitas teknis tidak diragukan. Namun, semua itu harus dibarengi dengan kontrol emosi dan profesionalisme tinggi.

Penutup

Kartu merah Rafael Struick dalam laga Bhayangkara FC vs Dewa United menjadi salah satu momen paling disorot di pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026. Insiden ini menegaskan bahwa tekanan besar bisa berdampak serius jika tidak dikelola dengan baik.

Kini, publik menunggu respons Struick setelah hukuman ini. Apakah ia mampu bangkit dan menjawab kritik dengan performa gemilang, atau justru semakin terpuruk dalam tekanan. Waktu akan menjawab, namun satu hal pasti, sepak bola selalu memberi kesempatan kedua bagi mereka yang mau belajar dan berubah.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE