PSS Sleman memasuki fase krusial dalam perjalanan mereka di Pegadaian Championship 2025/2026. Dua pertandingan penting sudah menanti Tim Super Elang Jawa dan akan sangat menentukan nasib mereka dalam perburuan tiket promosi ke Liga 1 musim depan. Dalam situasi persaingan yang sangat ketat, PSS dituntut tampil maksimal tanpa ruang untuk kesalahan.
Dua laga penentuan tersebut adalah partai tandang melawan Persipura Jayapura di Stadion Lukas Enembe, Sabtu (24/1/2026), sebelum menjamu Barito Putera di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (31/1/2026). Kedua lawan tersebut merupakan rival langsung di papan atas Grup Timur yang sama-sama mengincar posisi terbaik pada akhir musim.
Saat ini, klasemen sementara menunjukkan persaingan tiga besar yang begitu rapat. Barito Putera memimpin dengan koleksi 36 poin, PSS Sleman menempel di posisi kedua dengan 34 poin, sementara Persipura Jayapura menguntit di peringkat ketiga dengan 33 poin. Dengan selisih poin yang sangat tipis, hasil dari dua pertandingan ini berpotensi mengubah peta persaingan secara signifikan.
Dua Laga Penentu Nasib Promosi PSS
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, tidak menampik bahwa dua laga tersebut memiliki bobot yang sangat besar. Ia menegaskan bahwa timnya harus memaksimalkan setiap peluang jika ingin menjaga asa promosi tetap hidup hingga akhir musim.
Ansyari menyadari bahwa laga melawan Persipura di Jayapura akan menjadi ujian berat, mengingat faktor perjalanan jauh, atmosfer stadion, serta kualitas lawan. Namun, ia menilai PSS tidak boleh gentar dan harus tetap fokus pada target utama.
Menurut Ansyari, kunci keberhasilan PSS terletak pada konsistensi permainan dan mental bertanding. Ia meminta para pemain untuk tampil disiplin, menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan, serta berani mengambil inisiatif saat peluang datang.
Kerja Keras dan Kebersamaan Jadi Kunci
Lebih jauh, Ansyari Lubis menekankan pentingnya kerja keras seluruh elemen tim, bukan hanya pemain di lapangan. Ia menilai bahwa keberhasilan dalam laga-laga krusial seperti ini hanya bisa diraih jika semua pihak memiliki visi dan semangat yang sama.
Pelatih yang pernah menangani PSMS Medan tersebut menegaskan bahwa tidak ada target yang mustahil selama tim mau berjuang bersama. Fokus, konsentrasi, dan semangat kolektif disebutnya sebagai fondasi utama untuk melewati tekanan besar di momen-momen penentuan.
Pandangan serupa juga disampaikan penjaga gawang senior PSS, Ega Rizky Pramana. Kiper berusia 33 tahun itu menyatakan keyakinannya terhadap kualitas skuad Super Elang Jawa. Menurut Ega, seluruh pemain memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi Pegadaian Championship.
Ega menilai rasa percaya diri menjadi modal penting dalam menghadapi dua laga berat ini. Ia berharap rekan-rekannya mampu menunjukkan mentalitas pantang menyerah, terutama saat menghadapi tekanan dari suporter tuan rumah dan situasi pertandingan yang tidak ideal.
Persiapan Matang Jelang Lawatan ke Jayapura
Sebagai bagian dari persiapan, skuad PSS Sleman telah bertolak menuju Papua pada Rabu (21/1/2026) malam WIB. Rombongan tim menempuh perjalanan udara dengan transit di Jakarta sebelum melanjutkan penerbangan ke Jayapura.
Perjalanan panjang tersebut menjadi tantangan tersendiri, namun tim pelatih telah menyiapkan program pemulihan dan adaptasi agar kondisi pemain tetap optimal saat hari pertandingan. Fokus PSS adalah menjaga kebugaran pemain sekaligus memastikan kesiapan taktik berjalan sesuai rencana.
Direktur Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra, menyampaikan optimisme menjelang dua laga krusial tersebut. Ia menilai PSS telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi Persipura dan Barito Putera, dua tim dengan reputasi kuat dan pengalaman panjang di sepak bola nasional.
Menurut Huistra, tekanan dalam pertandingan besar adalah hal yang tidak bisa dihindari. Namun, ia justru melihat tekanan tersebut sebagai bagian dari proses pendewasaan pemain. Ia menegaskan bahwa pemain yang ingin bersaing di level atas harus mampu tampil lebih baik ketika berada di bawah tekanan.
Ujian Mental di Tengah Persaingan Ketat
Laga melawan Persipura dan Barito Putera tidak hanya menguji kemampuan teknis PSS, tetapi juga mental dan karakter tim. Persaingan di papan atas Grup Timur membuat setiap poin menjadi sangat berharga, dan kesalahan kecil bisa berdampak besar pada posisi klasemen.
Bagi PSS Sleman, dua pertandingan ini menjadi cerminan kesiapan mereka untuk kembali ke Liga 1. Kemenangan akan membuka jalan lebar menuju promosi, sementara hasil negatif bisa membuat persaingan semakin rumit hingga pekan-pekan terakhir.
Dukungan suporter juga diharapkan menjadi energi tambahan, terutama saat PSS menjamu Barito Putera di Maguwoharjo. Atmosfer kandang yang kuat diyakini dapat menjadi pembeda dalam laga yang diprediksi berlangsung ketat dan penuh tensi.
Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, PSS Sleman kini berada di persimpangan penting musim ini. Dua laga krusial akan menentukan apakah ambisi promosi Super Elang Jawa dapat terus terjaga. Fokus, kerja keras, dan mental juara menjadi kunci utama bagi PSS untuk memaksimalkan peluang dan menjaga mimpi kembali ke Liga 1 tetap menyala.
BACA JUGA :












