Hansamu Yama Pranata memulai debutnya bersama Arema FC dengan cara yang luar biasa. Pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026, Senin (2/2/2026), pemain berusia 31 tahun ini sukses mencetak gol tunggal yang membawa Singo Edan menang 1-0 atas Persijap Jepara di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Gol tersebut menjadi awal yang manis bagi Hansamu, tetapi ia memilih untuk tetap rendah hati. Pemain pinjaman dari Persija Jakarta itu menegaskan bahwa fokus utamanya bukan pada pencapaian individu, melainkan kesempatan bermain lebih banyak dan memberikan kontribusi bagi tim.
“Saya tidak memikirkan gol. Yang terpenting bagi saya dapat kesempatan main,” ujar Hansamu Yama dengan tegas.
Latar Belakang Persaingan di Persija Jakarta
Sebelum bergabung dengan Arema, Hansamu hanya bermain dalam empat pertandingan di putaran pertama bersama Persija Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia hampir selalu menjadi pengganti di menit-menit akhir. Persaingan di lini belakang Persija sangat ketat, dengan hadirnya stoper tangguh seperti Thales Lira, Rizky Ridho, dan Jordi Amat. Hal ini membuat Hansamu sulit untuk menjadi pilihan utama.
Namun, kepindahannya ke Arema menjadi kesempatan emas untuk membuktikan kualitasnya.
Langsung Jadi Pilihan Utama di Arema FC
Di Arema FC, situasinya berbeda. Klub berjuluk Singo Edan hanya memiliki dua stoper asli, yakni Anwar Rifai dan Odivan Koerich, yang justru lebih sering berada di bangku cadangan. Pelatih Marcos Santos lebih memilih menempatkan Julian Guevara, pemain gelandang, sebagai salah satu starter di lini belakang.
Dengan formasi yang ada, Hansamu langsung mendapatkan posisi sebagai stoper utama. Meski baru dua kali mengikuti sesi latihan bersama Arema, performanya saat melawan Persijap Jepara membuatnya berhasil menarik perhatian pelatih. Kepercayaan yang diberikan langsung membuktikan kualitas dan pengalaman Hansamu di lapangan.
Bukti Kualitas di Usia 31 Tahun
Usia 31 tahun biasanya menjadi titik di mana performa pemain mulai menurun. Namun, Hansamu seolah membuktikan dirinya masih tajam dan mampu bersaing di level tertinggi Liga Indonesia. Masa peminjaman setengah musim ini menjadi ajang pembuktian bahwa ia belum habis dan masih memiliki kontribusi besar untuk tim.
“Saya ingin membantu Arema di setiap pertandingan. Karena itu sudah jadi tugas kami,” jelas Hansamu.
Keberadaan Hansamu di Arema juga menunjukkan bahwa pemain yang berasal dari generasi emas Timnas Indonesia U-19 2013 masih bisa tampil di kasta tertinggi. Banyak rekannya dari generasi yang sama, seperti Evan Dimas, kini tengah menghadapi masa sulit atau bahkan tanpa klub.
Pemain lain, seperti Dimas Drajad dan Ilham Udin Armayn, lebih sering ditempatkan sebagai pengganti dan tidak lagi menjadi opsi utama di klub masing-masing. Hal ini membuat Hansamu tampil sebagai salah satu sosok senior yang tetap relevan dan berpengaruh di lapangan.
Tantangan dan Misi Utama Hansamu Yama
Bagi Hansamu, debut manis ini bukan tujuan akhir. Pemain yang dikenal disiplin dan profesional ini memiliki misi utama: mendapatkan kesempatan bermain reguler dan membantu Arema meraih hasil maksimal di setiap laga BRI Super League.
Selain itu, Hansamu juga menekankan pentingnya pengalaman dan kepemimpinan yang ia bawa. Dengan jam terbang yang tinggi, ia diharapkan mampu memberikan arahan kepada pemain muda Arema, menjaga soliditas lini belakang, dan menjadi panutan di dalam maupun luar lapangan.
Pelatih Marcos Santos pun menaruh harapan besar pada Hansamu. Dengan kombinasi pengalaman dan kemampuan bertahan yang matang, Hansamu dinilai dapat memperkuat pertahanan Arema dan memberikan stabilitas di momen-momen krusial pertandingan.
Kesimpulan: Peluang dan Pembuktian
Debut Hansamu Yama bersama Arema FC menjadi simbol awal pembuktian kariernya. Gol kemenangan yang ia cetak sekaligus menegaskan bahwa usia 31 tahun bukan halangan untuk tampil maksimal di level profesional.
Misi utama Hansamu jelas: konsisten bermain, menjaga performa Arema, dan membuktikan bahwa dirinya masih menjadi stoper handal di BRI Super League. Dengan dukungan pelatih dan kesempatan yang diberikan, Hansamu berpeluang menegaskan kembali statusnya sebagai salah satu pemain senior yang masih relevan di sepak bola Indonesia.
Ke depan, penggemar Singo Edan tentu akan menantikan performa Hansamu di setiap laga. Selain mencetak gol atau menghentikan serangan lawan, kontribusinya di lini belakang diharapkan mampu menjadi fondasi bagi Arema FC meraih hasil terbaik hingga akhir musim.
BACA JUGA :












