1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP: Jadwal Masih Dicari Uji Coba Jong Oranje vs Garuda Muda Tak Semudah yang Dibayangkan

Pertandingan uji coba antara tim nasional U-23 Indonesia, atau yang akrab disebut Garuda Muda, dengan tim muda Belanda, Jong Oranje, menjadi topik hangat di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air. Rencana pertemuan dua kekuatan muda ini sudah menjadi perbincangan sejak awal 2024, terutama setelah semakin banyak pemain diaspora berdarah Indonesia mulai mencuat di berbagai kompetisi Eropa. Namun, seperti yang kerap terjadi dalam dunia sepak bola, tidak semua rencana berjalan semulus yang diharapkan.

Meskipun komunikasi antara PSSI dan KNVB (Asosiasi Sepak Bola Belanda) sudah dijalin sejak beberapa waktu lalu, kesepakatan soal jadwal dan tempat pelaksanaan laga ini masih belum juga tercapai. Pertanyaannya pun mencuat: Mengapa begitu sulit merealisasikan laga uji coba ini?

Antusiasme Tinggi di Dua Negara

Tidak bisa dipungkiri, baik di Indonesia maupun di Belanda, minat terhadap pertandingan ini sangat tinggi. Di Indonesia, laga ini dianggap sebagai batu loncatan penting untuk menguji kekuatan Garuda Muda sebelum menghadapi turnamen besar seperti Piala Asia U-23 maupun Asian Games. Sedangkan di Belanda, keterlibatan pemain-pemain berdarah Indonesia di skuad muda mereka, seperti Ivar Jenner dan Mees Hilgers, menciptakan daya tarik tersendiri bagi para penonton dan media.

Di sisi lain, ini juga menjadi kesempatan emas bagi para pemain diaspora Indonesia yang berkarier di Belanda untuk unjuk gigi, baik bagi tim nasional Indonesia maupun klub-klub Eropa. Nama-nama seperti Nathan Tjoe-A-On, Calvin Verdonk, hingga Jay Idzes kini menjadi sorotan publik Indonesia karena kiprahnya di Belanda maupun negara-negara Eropa lainnya.

Permasalahan Jadwal yang Rumit

Salah satu faktor utama yang membuat uji coba ini sulit terwujud adalah penjadwalan. Di Eropa, kalender kompetisi sepak bola sangat padat, terutama untuk tim-tim usia muda yang kerap kali menjadi bagian penting dari rotasi klub utama. Jong Oranje sendiri memiliki agenda kompetisi resmi di bawah UEFA, termasuk babak kualifikasi Piala Eropa U-21 dan laga-laga persahabatan yang telah dijadwalkan jauh hari sebelumnya.

Sementara itu, Timnas U-23 Indonesia juga tengah menjalani persiapan untuk turnamen-turnamen penting yang waktunya kerap berbenturan dengan agenda FIFA. Hal ini membuat ruang untuk mengatur jadwal uji coba yang pas menjadi sangat sempit. Bahkan, pelatih Shin Tae-yong sempat mengungkapkan bahwa idealnya uji coba seperti ini dilakukan di luar kalender padat kompetisi domestik agar para pemain terbaik bisa tampil.

Lokasi Pertandingan Belanda Indonesia atau Negara Netral

Isu lain yang menjadi penghambat adalah penentuan lokasi pertandingan. Sebagian besar penggemar di Indonesia tentu berharap laga bisa digelar di Tanah Air, mengingat besarnya dukungan suporter yang bisa memompa semangat para pemain muda. Namun, secara teknis, mengundang Jong Oranje ke Indonesia bukan perkara mudah. Masalah logistik, jarak tempuh, serta waktu istirahat pemain menjadi pertimbangan utama KNVB.

Sebaliknya, menggelar pertandingan di Belanda juga tak semudah membalikkan telapak tangan. Selain karena faktor visa dan adaptasi waktu bagi para pemain Indonesia, ada juga biaya tinggi yang harus ditanggung PSSI jika harus mengirimkan seluruh skuad ke Eropa.

Beberapa pihak pun mengusulkan opsi ketiga: bermain di negara netral yang mudah diakses oleh kedua belah pihak, misalnya di Qatar, UEA, atau Turki. Namun kembali lagi, faktor anggaran dan persiapan menjadi tantangan berat.

Kepentingan Komersial dan Hak Siar

Tak dapat dipungkiri, pertandingan uji coba seperti ini juga menjadi ajang komersial yang potensial. Banyak sponsor, stasiun televisi, hingga platform digital yang tertarik untuk menyiarkan pertandingan ini jika memang terlaksana. Hal ini justru menciptakan tantangan tambahan: siapa yang memegang hak siar? Bagaimana pembagian hak komersialnya?

PSSI dan KNVB tentu ingin mendapatkan manfaat finansial dari laga ini, terutama karena popularitas pemain-pemain muda berdarah Indonesia yang tengah naik daun. Negosiasi di balik layar mengenai hak siar dan hak komersial pun menjadi salah satu alasan mengapa proses perencanaan laga ini menjadi lebih lambat dari harapan.

Dilema Pemain Diaspora

Laga uji coba ini juga diharapkan bisa menjadi ajang pendekatan untuk para pemain diaspora yang masih berada di posisi abu-abu terkait status kebangsaan mereka. Sejumlah pemain seperti Mees Hilgers dan Calvin Verdonk masih menunggu kejelasan dari FIFA dan proses naturalisasi yang dijalankan oleh PSSI.

Bermain menghadapi tim asal negara kelahiran mereka bisa menjadi pengalaman emosional dan menentukan arah karier internasional mereka. Namun, di sisi lain, jika belum memiliki paspor Indonesia, mereka tidak bisa secara resmi memperkuat Timnas U-23 dalam uji coba tersebut. Hal ini menambah kerumitan dalam penyusunan skuad Garuda Muda.

Suporter sebagai Kekuatan Besar

Jika pertandingan ini akhirnya terlaksana, satu hal yang bisa dipastikan adalah atmosfer luar biasa dari para suporter Indonesia. Dimanapun laga digelar, diaspora Indonesia dikenal sangat aktif memberikan dukungan di tribun. Bahkan di negara seperti Belanda, ribuan WNI siap memadati stadion demi menyaksikan aksi para pemain muda Indonesia.

Fakta ini juga diakui oleh media Belanda, yang menyebut bahwa kehadiran suporter Indonesia bisa menciptakan “home atmosphere” di laga tandang. Itulah sebabnya, laga ini dianggap sangat menarik dari sisi promosi dan eksposur global.

Respons Shin Tae-yong dan Tim Pelatih

Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menyambut positif rencana uji coba ini. Menurutnya, laga melawan tim kuat seperti Jong Oranje akan sangat bermanfaat untuk perkembangan mental dan kualitas pemain muda Indonesia. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk mengatur strategi dan rotasi terbaik agar tim tampil maksimal.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa prioritas utama adalah menjaga kebugaran dan ketersediaan pemain untuk turnamen resmi. Maka dari itu, jadwal uji coba harus benar-benar dikaji secara cermat agar tidak mengganggu agenda lain.

Langkah PSSI dan Harapan ke Depan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sudah mengonfirmasi bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi aktif dengan KNVB dan pihak-pihak terkait untuk mewujudkan pertandingan ini. Bahkan, ia mengisyaratkan kemungkinan laga bisa digelar dalam rangkaian FIFA Matchday jika kedua belah pihak sepakat.

PSSI juga menyebutkan bahwa pertandingan ini bukan hanya soal hasil, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pemain muda Indonesia. Dengan menghadapi lawan tangguh seperti Belanda, para pemain diharapkan bisa menimba pengalaman internasional yang tak ternilai.

Sebuah Misi yang Layak Diperjuangkan

Meski penuh tantangan, uji coba antara Jong Oranje dan Garuda Muda merupakan misi yang patut diperjuangkan. Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan simbol hubungan erat antara Indonesia dan Belanda, baik dari sisi sejarah, diaspora, maupun perkembangan sepak bola.

Jika semua pihak mampu menyatukan visi dan menyelesaikan berbagai hambatan yang ada, maka pertandingan ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi sepak bola Indonesia. Kini, tinggal menunggu waktu: akankah laga impian ini benar-benar menjadi kenyataan? Atau hanya menjadi wacana yang tak kunjung terwujud?

Waktu akan menjawab, namun satu hal pasti — harapan publik begitu besar, dan dukungan untuk Garuda Muda tak pernah padam.

Baca Juga:

TAGS:
CLOSE