1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Jelang Putaran Kedua BRI Super League, PSIM Yogyakarta Beri Libur Dua Hari untuk Pemain

PSIM Yogyakarta memutuskan memberikan waktu istirahat singkat kepada para pemainnya menjelang dimulainya putaran kedua BRI Super League musim 2025/2026. Manajemen Laskar Mataram meliburkan skuad selama dua hari sebagai bagian dari strategi menjaga kebugaran fisik dan mental pemain sebelum memasuki fase kompetisi yang lebih menantang.

Keputusan tersebut diambil setelah PSIM menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan pada putaran pertama. Jadwal yang cukup padat serta intensitas laga yang tinggi membuat tim pelatih menilai jeda singkat diperlukan agar para pemain bisa kembali ke lapangan dengan kondisi optimal.

Media Officer PSIM Yogyakarta, Irza Triamanda, menyampaikan bahwa masa libur diberikan pada pertengahan Januari 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari perencanaan tim secara menyeluruh menjelang laga perdana putaran kedua.

“PSIM meliburkan pemain selama dua hari jelang putaran kedua, yaitu pada Selasa dan Rabu, tanggal 13 hingga 14 Januari 2026,” ujar Irza kepada awak media, Senin (12/1/2026).

Setelah masa rehat tersebut, seluruh pemain dijadwalkan kembali mengikuti latihan intensif seperti biasa di bawah arahan pelatih kepala Jean-Paul van Gastel. Fokus utama latihan akan diarahkan pada peningkatan kebugaran, pemantapan taktik, serta evaluasi performa tim selama paruh pertama kompetisi.

Fokus Persiapan Sambut Putaran Kedua

PSIM Yogyakarta dipastikan langsung menghadapi tantangan berat pada laga pembuka putaran kedua. Mereka akan menjamu Persebaya Surabaya dalam pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul.

“Setelah libur, tim akan kembali berlatih secara intensif untuk mempersiapkan laga perdana putaran kedua melawan Persebaya Surabaya di Stadion Sultan Agung, Bantul,” lanjut Irza.

Pertandingan tersebut akan digelar pada Minggu, 25 Januari 2026, dengan jadwal kick-off pukul 15.30 WIB. Laga ini diprediksi menyedot perhatian besar mengingat posisi kedua tim yang berdekatan di klasemen sementara BRI Super League.

PSIM saat ini berada di peringkat keenam dengan koleksi 30 poin, sementara Persebaya menempel ketat di bawahnya dengan selisih dua angka. Kondisi tersebut membuat duel di Bantul berpotensi berlangsung sengit dan menentukan arah persaingan di papan atas.

Ujian Berat Kontra Persebaya Surabaya

Persebaya Surabaya bukan lawan yang mudah, terutama karena mereka sedang menunjukkan tren positif setelah dilatih oleh Bernardo Tavares. Perubahan gaya bermain serta peningkatan performa Bajul Ijo dalam beberapa laga terakhir menjadi catatan penting bagi PSIM.

Tim pelatih Laskar Mataram menyadari bahwa laga pembuka putaran kedua memiliki arti krusial, bukan hanya dari sisi perolehan poin, tetapi juga sebagai momentum menjaga konsistensi performa. Oleh karena itu, masa persiapan yang tersedia akan dimanfaatkan secara maksimal.

Latihan intensif pasca-libur diharapkan mampu mengembalikan ritme permainan PSIM sekaligus mematangkan skema taktik yang akan diterapkan menghadapi Persebaya. Selain aspek strategi, kondisi fisik dan fokus mental pemain juga menjadi perhatian utama.

Performa PSIM di Luar Dugaan

Sebagai tim promosi, pencapaian PSIM Yogyakarta pada putaran pertama BRI Super League 2025/2026 tergolong impresif. Laskar Mataram bahkan menjadi klub promosi dengan catatan terbaik dibandingkan tim pendatang baru lainnya.

PSIM mampu unggul atas Bhayangkara FC yang kini berada di posisi kesembilan, serta jauh meninggalkan Persijap Jepara yang masih terpuruk di peringkat ke-18. Hasil tersebut menegaskan bahwa PSIM bukan sekadar pelengkap di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Dari total 17 pertandingan yang telah dilakoni, Reva Adi Utama dan rekan-rekannya mencatatkan delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan hanya tiga kali menelan kekalahan. PSIM juga tampil cukup produktif dengan torehan 23 gol, serta kebobolan 18 kali.

Statistik tersebut mencerminkan keseimbangan permainan PSIM, baik dari sisi menyerang maupun bertahan. Konsistensi performa inilah yang menjadi modal berharga untuk menghadapi tantangan lebih berat pada putaran kedua.

Kebanggaan dan Optimisme Pelatih

Pelatih kepala PSIM, Jean-Paul van Gastel, tidak menutupi rasa bangganya terhadap performa tim asuhannya. Pelatih berusia 53 tahun itu menilai capaian PSIM sejauh ini telah melampaui ekspektasi, mengingat status klub sebagai tim promosi yang baru kembali ke level tertinggi setelah penantian panjang.

“Kami tampil dengan baik dan berada di peringkat enam klasemen. Saya pikir, sebagai sebuah klub, kami patut merasa sangat bangga,” ungkap van Gastel.

Meski demikian, pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa timnya tidak boleh cepat berpuas diri. Putaran kedua dipastikan akan menghadirkan tekanan lebih besar, baik dari lawan yang semakin siap maupun target internal klub untuk terus bersaing di papan atas.

Dengan kombinasi antara waktu istirahat yang terukur, latihan intensif, serta mental bertanding yang terjaga, PSIM Yogyakarta berharap mampu melanjutkan tren positif dan memberikan kejutan lebih besar di paruh kedua BRI Super League 2025/2026.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE