Harapan besar kini tertuju kepada John Herdman setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Kehadiran juru taktik asal Inggris tersebut bukan hanya diproyeksikan untuk mendongkrak prestasi skuad Garuda di level Asia dan dunia, tetapi juga diharapkan mampu membawa misi penting lainnya: mengorbitkan lebih banyak pemain lokal ke panggung utama tim nasional.
Ekspektasi publik ini muncul seiring reputasi Herdman sebagai pelatih yang sukses membangun fondasi kuat bersama Timnas Kanada. Di bawah kepemimpinannya, Kanada tidak hanya mencetak prestasi dengan tampil di Piala Dunia 2022, tetapi juga mampu mengembangkan pemain lokal hingga menjadi tulang punggung tim. Pola inilah yang kini diharapkan bisa diterapkan di Indonesia.
Analisis Awal Jadi Kunci John Herdman
Pengamat sepak bola nasional, Gusnul Yakin, menilai Herdman akan memulai pekerjaannya dengan melakukan analisis mendalam terhadap materi pemain yang selama ini memperkuat Timnas Indonesia. Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan langkah lazim yang dilakukan pelatih kelas dunia sebelum menentukan identitas permainan.
“Pelatih baru biasanya akan menganalisis pemain-pemain yang selama ini membela Timnas Indonesia. Dari situ, John Herdman akan menentukan cara bermain yang paling tepat sesuai dengan karakter skuad yang dimilikinya,” ujar Gusnul.
Ia menambahkan bahwa Herdman diyakini tidak akan kesulitan memahami kualitas individu pemain Garuda. Pasalnya, sepak bola Indonesia kini cukup terbuka, dengan data statistik, tayangan pertandingan, serta perkembangan pemain yang mudah diakses oleh pelatih asing.
Timnas Indonesia Dinilai Punya Materi Menjanjikan
Gusnul Yakin menilai keputusan Herdman menerima tawaran PSSI bukanlah langkah yang diambil secara spontan. Menurutnya, Herdman pasti telah melakukan riset mendalam mengenai potensi Timnas Indonesia sebelum akhirnya menyatakan kesediaannya menukangi Garuda.
“Sebelum menerima tawaran melatih Timnas Indonesia, saya yakin John Herdman sudah mempelajari potensi yang dimiliki. Kalau dia melihat tidak ada materi pemain yang mumpuni, saya kira dia akan berpikir panjang,” jelas pengamat asal Malang tersebut.
Hal ini menjadi sinyal positif bahwa Timnas Indonesia dinilai memiliki fondasi yang cukup kuat untuk dikembangkan. Kombinasi pemain lokal, diaspora, dan naturalisasi disebut Gusnul sebagai modal penting, asalkan dikelola dengan visi jangka panjang yang jelas.
Harapan Besar untuk Pemain Lokal
Meski mengakui pentingnya kontribusi pemain naturalisasi, Gusnul menegaskan bahwa pengembangan pemain lokal tetap harus menjadi prioritas. Ia berharap Herdman tidak hanya fokus pada hasil instan, tetapi juga berani memberikan ruang bagi talenta lokal untuk berkembang di level internasional.
“Saya bukan antipemain naturalisasi. Kehadiran mereka juga penting. Namun, jika John Herdman bisa mengorbitkan wajah-wajah baru dari pemain lokal, dampaknya akan sangat positif,” ujar Gusnul.
Menurutnya, keberanian memainkan pemain lokal akan memberikan efek domino yang besar. Para pemain Liga Indonesia akan termotivasi untuk meningkatkan kualitas karena melihat peluang nyata menembus Timnas Indonesia.
Motivasi dan Regenerasi Jadi Dampak Positif
Mengorbitkan pemain lokal dinilai tidak hanya berdampak pada Timnas Indonesia, tetapi juga pada kompetisi domestik. Jika pemain Liga Indonesia merasa punya jalur jelas menuju tim nasional, kualitas liga secara keseluruhan diyakini akan ikut terangkat.
“Ketika pemain lokal melihat ada kesempatan yang adil untuk masuk Timnas, motivasi mereka akan meningkat. Ini penting untuk regenerasi dan masa depan sepak bola Indonesia,” kata Gusnul.
Ia menilai, selama ini masih banyak talenta lokal yang potensinya belum tergali maksimal. Kehadiran pelatih dengan perspektif baru seperti Herdman diharapkan mampu membuka peluang tersebut.
Timnas U-23 Jadi Pintu Masuk Pemain Lokal
Selain menangani Timnas senior, John Herdman juga akan membesut Timnas Indonesia U-23. Menurut Gusnul, hal ini menjadi keuntungan besar bagi pemain lokal muda yang ingin menembus level tertinggi.
“Peluang pemain lokal sangat terbuka di level Timnas U-23. Kita punya banyak pemain usia 19 hingga 22 tahun yang potensial,” ujar Gusnul.
Ia menyebut kelompok usia tersebut sebagai fase krusial dalam pembentukan pemain internasional. Jika Herdman jeli, bukan tidak mungkin pemain dari U-23 akan dipromosikan ke Timnas senior dalam waktu relatif singkat.
Keberanian Pelatih Jadi Penentu
Gusnul menegaskan bahwa kunci utama dari proses pengorbitan pemain lokal terletak pada keberanian pelatih. Memberi kesempatan tampil di laga internasional, menurutnya, adalah langkah penting untuk membentuk mental dan kepercayaan diri pemain.
“Kalau John Herdman berani memberi kesempatan, pemain lokal pasti bisa berkembang. Tinggal bagaimana pelatih mengelola transisi itu dengan baik,” tuturnya.
Dengan pengalaman internasional dan pendekatan modern yang dimilikinya, John Herdman diharapkan mampu menyeimbangkan target prestasi dengan misi regenerasi. Publik sepak bola Indonesia kini menantikan bukti nyata, apakah era baru di bawah Herdman benar-benar akan menjadi panggung kebangkitan prestasi sekaligus lahirnya bintang-bintang lokal Timnas Indonesia.
BACA JUGA :
- SBOTOP : John Herdman Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Siap Antar Garuda Terbang Lebih Tinggi di Level Dunia
- SBOTOP : Soal John Herdman di Timnas Indonesia, Beckham Putra Tegaskan Fokus Utamanya Bersama Persib
- SBOTOP Dari Protagonis ke Antagonis: Supriadi Jadi Sorotan dalam Kekalahan Persik dari Arema FC












