1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : John Herdman Resmi Tangani Timnas Indonesia, Intip Rekam Jejaknya di Asia Tenggara

John Herdman resmi diumumkan oleh PSSI sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Herdman dipastikan akan segera tiba di Jakarta untuk menjalani sesi konferensi pers pertamanya sebagai juru taktik Tim Merah-Putih.

Kedatangan Herdman menandai pengalaman pertamanya melatih sebuah tim di kawasan Asia. Sebelumnya, pelatih asal Inggris ini dikenal luas karena kiprahnya menangani Timnas Kanada dan Timnas Selandia Baru, baik di level senior maupun junior.

Selain itu, Herdman menambah daftar pelatih asal Inggris yang pernah menukangi tim nasional di Asia Tenggara, sebuah wilayah yang jarang dipimpin oleh pelatih asal Inggris. Sejumlah nama legendaris sebelumnya memang pernah mencoba peruntungan di kawasan ini, namun jumlahnya tidak banyak.

Bola.com mengajak pembaca menilik kembali kiprah pelatih Inggris yang pernah menangani timnas di Asia Tenggara. Siapa yang pernah meraih prestasi terbaik sebelum Herdman?

Kedua Setelah Peter Withe

John Herdman menjadi pelatih asal Inggris kedua yang dipercaya menukangi Timnas Indonesia. Sebelumnya, Peter Withe menjadi orang pertama yang memegang jabatan serupa.

Saat itu, PSSI mempercayakan Withe sebagai pelatih Timnas Indonesia senior sekaligus Timnas U-23. Meski prestasinya tidak terlalu spektakuler, kepemimpinan Withe meninggalkan kesan tersendiri bagi sepak bola nasional.

Di bawah asuhan Peter Withe, Timnas Indonesia berhasil menembus final Piala AFF 2004 dan menjadi runner-up. Selain prestasi itu, era kepelatihan Withe juga melahirkan sejumlah bintang baru, termasuk Boaz Solossa, Saktiawan Sinaga, dan Atep, yang kemudian menjadi pilar penting tim nasional.

Sebelum menangani Indonesia, Withe lebih dulu sukses menukangi Timnas Thailand. Di Negeri Gajah Perang, Withe meraih dua gelar juara Piala AFF, sebuah bukti nyata keahlian taktiknya di level regional.

Singapura Jadi Negeri Favorit Pelatih Inggris

Di Asia Tenggara, Singapura menjadi negara yang paling sering mempekerjakan pelatih asal Inggris. Sejauh ini, ada empat pelatih dari Inggris yang pernah menangani Timnas Singapura: Mick Walker (1972-1974), Ken Worden (1994), Douglas Moore (1994-1995), dan Barry Whitbread (1995-1998).

Dari keempat pelatih tersebut, Barry Whitbread menjadi sosok paling sukses. Ia membawa Singapura meraih gelar juara Piala AFF 1998, menjadi salah satu pencapaian tertinggi Singapura di kancah regional.

Keberhasilan Whitbread menjadi bukti bahwa pelatih Inggris mampu membawa sentuhan profesionalisme dan pengalaman Eropa ke sepak bola Asia Tenggara, meskipun tidak semua pelatih Inggris mampu meraih sukses serupa.

Bryan Robson, Legenda MU yang Gagal Bersinar

Selain Herdman dan Withe, satu nama lain yang sempat mencuri perhatian adalah Bryan Robson, mantan kapten legendaris Manchester United. Robson dipercaya menukangi Timnas Thailand pada periode 2009-2011.

Ekspektasi terhadap kehadiran Robson sangat tinggi. Publik Thailand berharap sang legenda MU bisa membawa prestasi besar, mengingat pengalaman internasional dan karier cemerlangnya sebagai pemain.

Namun, kenyataan di lapangan berbeda. Di bawah asuhan Robson, Timnas Thailand justru mengalami performa yang mengecewakan. Mereka gagal melaju dari fase grup Piala AFF 2010 dan juga tidak berhasil menembus putaran final Piala Asia 2011 yang berlangsung di Qatar.

Kegagalan ini menjadi pelajaran bahwa popularitas sebagai pemain top tidak selalu menjamin kesuksesan sebagai pelatih, terutama di kompetisi regional yang memiliki dinamika berbeda.

Peluang John Herdman di Timnas Indonesia

Kini, Herdman menghadapi tantangan baru di Indonesia. Ia ditugaskan untuk membangun kembali mental juara Timnas Merah-Putih dan menyiapkan tim menghadapi kompetisi regional maupun internasional.

Dengan pengalaman panjangnya di Kanada dan Selandia Baru, Herdman dikenal mampu memaksimalkan potensi pemain muda sekaligus membentuk tim yang kompak secara taktik. Hal ini menjadi modal penting untuk menghadapi Piala AFF, Kualifikasi Piala Asia, dan kompetisi internasional lainnya.

Selain itu, Herdman diharapkan membawa metode profesional Eropa ke dalam timnas, baik dalam latihan, manajemen pemain, maupun strategi pertandingan. Keberhasilannya akan menjadi ukuran baru bagi PSSI dalam memilih pelatih asing yang mampu beradaptasi dengan kultur sepak bola Asia Tenggara.

Kesimpulan

Kehadiran John Herdman di Timnas Indonesia menandai babak baru dalam perjalanan sepak bola nasional. Herdman adalah pelatih Inggris kedua yang menukangi Indonesia setelah Peter Withe, dan ia akan menjadi ujian berikutnya bagi kemampuan pelatih asing di Asia Tenggara.

Sementara sejarah mencatat kisah sukses seperti Barry Whitbread di Singapura dan kegagalan Bryan Robson di Thailand, Herdman kini dihadapkan pada tantangan besar: membangun tim Indonesia yang kompetitif, solid, dan siap bersaing di tingkat regional maupun internasional.

Bagi para penggemar Timnas Indonesia, kedatangan Herdman menjadi momentum penting untuk menantikan era baru sepak bola Indonesia, yang menggabungkan pengalaman internasional, metode profesional, dan potensi pemain lokal yang terus berkembang.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE