1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : John Herdman Sambut Positif Meningkatnya Pemain Diaspora di BRI Super League

Fenomena meningkatnya jumlah pemain diaspora yang berkarier di BRI Super League 2025/2026 mendapat sambutan positif dari pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Kehadiran para pemain berdarah Indonesia yang sebelumnya berkiprah di Eropa kini dinilai memberikan keuntungan besar, baik bagi tim nasional maupun bagi pemain itu sendiri.

Sejak awal musim, sejumlah nama seperti Jordi Amat, Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Rafael Struick sudah lebih dulu merasakan atmosfer kompetisi tertinggi di Tanah Air. Terbaru, Shayne Pattynama ikut meramaikan daftar tersebut setelah resmi bergabung dengan Persija Jakarta usai meninggalkan klub Thailand, Buriram United.

Tren ini memperlihatkan bahwa BRI Super League semakin dipercaya sebagai kompetisi yang kompetitif dan layak menjadi destinasi pemain diaspora untuk melanjutkan kariernya.

Mudah Diakses dan Menguntungkan Timnas

John Herdman menilai kehadiran pemain diaspora di kompetisi domestik justru mempermudah proses pemantauan dan komunikasi antara pelatih tim nasional dengan para pemainnya. Akses yang lebih dekat dinilai menjadi nilai tambah dibandingkan ketika pemain tersebar di berbagai liga luar negeri.

“Saya pikir ini sangat penting. Kami tetap membutuhkan pemain yang berkiprah di Eropa karena mereka membawa standar, pengalaman, dan sudut pandang yang berbeda,” ujar Herdman saat ditemui di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

“Namun di sisi lain, bagi para pemain itu sendiri, bermain di sini memberi kesempatan untuk benar-benar memahami kondisi sepak bola Indonesia,” tambah pelatih asal Inggris tersebut.

Menurut Herdman, kombinasi pemain diaspora yang bermain di luar negeri dan di dalam negeri akan menciptakan keseimbangan ideal bagi Timnas Indonesia ke depan.

Proses Adaptasi Jadi Kunci

Herdman menekankan bahwa salah satu tantangan terbesar bagi pemain diaspora adalah adaptasi terhadap iklim dan cuaca Indonesia. Kondisi panas dan tingkat kelembapan tinggi menjadi faktor yang sangat berbeda dibandingkan Eropa.

Karena itu, ia memandang positif keputusan pemain seperti Shayne Pattynama dan lainnya untuk merumput di BRI Super League. Bermain secara rutin di Indonesia akan membantu pemain membangun ketahanan fisik yang lebih sesuai dengan kebutuhan tim nasional.

“Kondisi di sini sangat unik. Panas dan kelembapannya berbeda. Untuk pemain yang terbiasa di Eropa, berlatih dan bermain secara konsisten di sini itu sangat penting,” jelas Herdman.

Ia menilai proses adaptasi tersebut akan berdampak langsung pada performa pemain saat membela Timnas Indonesia, terutama dalam laga-laga internasional yang digelar di kawasan Asia Tenggara.

Menambah Kedalaman dan Kekuatan Skuad

Lebih jauh, Herdman menilai bahwa kehadiran pemain diaspora di liga domestik akan meningkatkan kedalaman skuad Timnas Indonesia. Pemain yang terbiasa dengan ritme dan kondisi lokal dinilai lebih siap ketika dipanggil untuk memperkuat tim nasional.

“Tingkat toleransi fisik yang mereka bangun dari minggu ke minggu akan memberi kami kekuatan tambahan. Ini sangat penting untuk membentuk skuad yang solid dan kompetitif,” ungkap Herdman.

Dengan jadwal padat dan tantangan berbeda di setiap turnamen, Timnas Indonesia membutuhkan pemain yang tidak hanya memiliki kualitas teknis, tetapi juga daya tahan fisik dan mental yang kuat.

Shayne Pattynama Antusias Bersama Persija

Salah satu pemain diaspora yang paling disorot adalah Shayne Pattynama. Pemain berusia 27 tahun itu mengaku sangat antusias bisa bergabung dengan Persija Jakarta, salah satu klub terbesar dan paling bersejarah di Indonesia.

Menurut Pattynama, bergabung dengan Persija bukan sekadar langkah karier, tetapi juga tantangan besar yang ingin ia jawab dengan prestasi.

“Saya sangat antusias dengan tantangan ini. Bisa bergabung dengan klub sebesar Persija adalah sebuah kebanggaan bagi saya,” ujar Pattynama.

Ia mengaku langsung merasakan atmosfer besar Persija dan dukungan luar biasa dari para pendukung setia Macan Kemayoran.

Target Juara Bersama Macan Kemayoran

Tak butuh waktu lama, Shayne Pattynama langsung mematok target tinggi bersama Persija Jakarta. Ia menegaskan ambisi utamanya adalah membawa Persija menjadi juara BRI Super League musim ini.

“Target utama tentu saja menjadi juara. Posisi kami di klasemen cukup baik dan dekat dengan papan atas,” kata Pattynama.

Ia menambahkan bahwa tim memiliki kualitas dan mentalitas untuk bersaing hingga akhir musim. Dengan kerja keras dan konsistensi, ia yakin Persija mampu mencapai target tersebut.

“Kami ingin memenangkan liga, memenangkan sebanyak mungkin pertandingan, dan menunjukkan bahwa Persija adalah klub yang pantas menjadi juara. Saya akan berjuang dan bekerja keras bersama tim,” tegasnya.

BRI Super League Semakin Kompetitif

Meningkatnya jumlah pemain diaspora di BRI Super League menjadi indikator bahwa kompetisi ini semakin berkembang dan kompetitif. Kehadiran pemain dengan latar belakang Eropa diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainan, profesionalisme, serta daya saing liga secara keseluruhan.

Bagi Timnas Indonesia, tren ini menjadi kabar baik. Dengan pemain diaspora yang lebih mudah diakses dan telah beradaptasi dengan kondisi lokal, John Herdman memiliki lebih banyak opsi dalam membangun tim yang kuat dan berkelanjutan.

BRI Super League pun kini tak hanya menjadi panggung kompetisi domestik, tetapi juga bagian penting dari ekosistem pengembangan Timnas Indonesia menuju level yang lebih tinggi.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE