1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Johnny Jansen Harap Klub Lebih Selektif di Bursa Transfer BRI Super League, Bukan Sekadar Rekomendasi Video

Penjelasan Johnny Jansen mengenai sistem perekrutan pemain Bali United akhirnya diluruskan secara terbuka. Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa pernyataannya di media negeri asalnya beberapa waktu lalu telah disalahartikan setelah disadur oleh berbagai akun media sosial di Indonesia.

Isu tersebut mencuat menjelang pergantian tahun 2026, ketika sejumlah media Belanda seperti Leeuwarder Courant dan feanonline.nl memuat wawancara Johnny Jansen terkait pengalamannya melatih Bali United. Dalam wawancara tersebut, Jansen sempat menyinggung soal metode pencarian pemain yang memanfaatkan rekaman video, termasuk dari platform YouTube.

Namun, konteks pernyataan itu berkembang ke arah yang keliru setelah beredar luas di media sosial. Johnny Jansen pun mengaku heran karena apa yang dipahami publik tidak sepenuhnya mencerminkan maksud aslinya.

Salah Tafsir Wawancara Media Belanda

Johnny Jansen menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud mengkritik atau merendahkan sistem yang sudah berjalan di Bali United. Ia justru menghormati struktur klub yang telah dibangun dengan baik oleh manajemen Serdadu Tridatu.

“Jadi apa yang dibuat oleh media di Belanda, disalahartikan di sini. Saya sendiri menghormati klub. Mulai dari owner, manajemen, sampai pelatih. Saya menghormati sistem yang ada di sini,” ujar Jansen seusai laga menghadapi Arema FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu malam (4/1/2026).

Dalam wawancara tersebut, Jansen memang mengakui bahwa manajemen Bali United pernah memperlihatkan beberapa kandidat pemain yang direkomendasikan agen melalui rekaman video, termasuk dari YouTube dan data pendukung seperti Transfermarkt. Namun, ia menilai pendekatan itu sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya dasar pengambilan keputusan.

Menurut Jansen, melihat pemain secara langsung di pertandingan kompetitif tetap menjadi aspek penting dalam proses scouting, terutama untuk memahami karakter, konsistensi, serta adaptasi pemain dalam situasi nyata.

Tujuan Perbaiki Sistem, Bukan Mengganti Total

Lebih lanjut, Johnny Jansen menekankan bahwa pernyataannya di media Belanda bertujuan untuk mendorong perbaikan sistem pencarian dan perekrutan pemain agar Bali United bisa semakin berkembang ke depan. Ia sama sekali tidak berniat mengubah total sistem yang sudah berjalan.

“Ada kesalahan konteks, bukan karena sistem perekrutan pemain di sini jelek, tetapi bagaimana caranya bisa memperbaiki metode yang ada,” jelas mantan pelatih SC Heerenveen dan PEC Zwolle tersebut.

Ia menyayangkan bagaimana sebagian pernyataannya dipotong dan disajikan tanpa konteks yang utuh, sehingga memicu persepsi negatif di kalangan publik. Padahal, fokus utamanya adalah peningkatan kualitas jangka panjang, bukan kritik frontal.

“Kadang ada hal yang diambil atau dipotong sehingga orang-orang justru tidak mengetahui konteks yang sebenarnya,” imbuh Jansen.

Komitmen pada Pengembangan Pemain Muda

Johnny Jansen juga mengungkapkan bahwa selama menangani Bali United, dirinya tidak hanya berfokus pada perekrutan pemain dari luar, tetapi juga memberi perhatian besar pada pembinaan internal, khususnya dari Bali United Youth.

Ia bahkan kerap mengajak pemain-pemain muda berusia 16 tahun untuk berlatih bersama tim senior. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proses adaptasi dan pembentukan mental sejak dini.

“Bagaimana kami mengembangkan klub ini dengan membawa pemain berusia 16 tahun berlatih di tim senior. Tapi orang-orang tidak pernah melihatnya,” ungkapnya.

Menurut Jansen, pengembangan pemain muda merupakan investasi penting bagi masa depan klub. Proses ini mungkin tidak langsung terlihat hasilnya, namun menjadi fondasi kuat agar Bali United tetap kompetitif dalam jangka panjang.

Metode Kerja dan Keharmonisan Tim

Sebagai pelatih kepala, Johnny Jansen mengaku selalu berusaha menerapkan metode terbaik, tidak hanya dalam aspek taktik dan teknik di lapangan, tetapi juga dalam membangun keharmonisan tim di luar lapangan.

Ia menilai komunikasi dua arah antara pelatih dan pemain menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Diskusi terbuka menjadi kebiasaan yang terus ia dorong di dalam tim.

“Mereka ingin terus lebih baik dan itu yang coba saya lakukan di sini. Para pemain mau mendengarkan dan kami berdiskusi bagaimana cara untuk melakukan lebih baik,” kata Jansen.

Pendekatan tersebut dinilai penting, terutama dalam menghadapi dinamika kompetisi yang ketat di BRI Super League. Setiap perubahan strategi dan metode selalu dibahas bersama agar pemain memahami tujuan dan peran masing-masing.

Fokus Jangka Panjang Bali United

Johnny Jansen menegaskan bahwa kehadirannya di Bali United bukan hanya untuk mengejar hasil instan. Ia ingin klub terus bertumbuh, baik di musim ini maupun di musim-musim mendatang.

Menurutnya, perbaikan sistem perekrutan, penguatan akademi, serta konsistensi filosofi bermain adalah kunci agar Bali United tetap berada di level tertinggi sepak bola Indonesia.

“Dari sana, kami terapkan di lapangan dan hasilnya bisa lebih baik meskipun terkadang kami juga melakukannya dengan cara yang berbeda,” tutup Jansen.

Dengan klarifikasi ini, Johnny Jansen berharap publik dapat memahami konteks pernyataannya secara utuh. Bagi sang pelatih, semua masukan yang ia sampaikan semata-mata bertujuan untuk membawa Bali United melangkah lebih maju, bukan untuk memperkeruh suasana atau menimbulkan polemik yang tidak perlu.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE