1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP Jordy Wehrmann Buka Suara : Tak Pernah Tolak Timnas Indonesia, Hanya Miskomunikasi

Isu penolakan Jordy Wehrmann terhadap Timnas Indonesia kembali mencuat ke permukaan setelah sang pemain angkat bicara secara terbuka. Gelandang Madura United itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menolak panggilan Timnas Indonesia, melainkan terjadi miskomunikasi pada awal proses komunikasi dengan tim kepelatihan era Shin Tae-yong.

Nama Jordy Wehrmann memang sempat menjadi perbincangan publik pada 2021. Kala itu, pemain keturunan Indonesia-Belanda tersebut disebut menolak kesempatan membela Merah Putih. Namun, klarifikasi terbaru dari sang pemain menghadirkan sudut pandang berbeda yang selama ini belum diketahui publik.

Dalam wawancara eksklusif pada Sabtu (24/1/2026), Jordy Wehrmann membuka cerita secara detail mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik kabar tersebut.

Awal Komunikasi dengan Timnas Indonesia

Jordy Wehrmann mengungkapkan bahwa ia menerima panggilan telepon dari salah satu asisten pelatih Timnas Indonesia yang kala itu berada di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong. Panggilan tersebut menanyakan kesediaannya untuk membela Timnas Indonesia.

Respons awal Jordy justru penuh antusiasme. Ia mengaku merasa terhormat mendapat perhatian dari Timnas Indonesia.

“Wow, itu sebuah kehormatan,” ujar Jordy saat mengingat kembali reaksinya dalam percakapan tersebut.

Namun, komunikasi tersebut tidak berjalan mulus sebagaimana yang diharapkan kedua belah pihak.

Kendala Bahasa dan Waktu yang Krusial

Menurut Jordy Wehrmann, kendala bahasa menjadi faktor utama yang membuat maksud dan pesannya tidak tersampaikan dengan baik. Ia menilai, baik pihaknya maupun tim kepelatihan Timnas Indonesia sama-sama tidak sepenuhnya memahami konteks pembicaraan.

Pada saat itu, Jordy sedang berada dalam fase penting kariernya. Ia tengah menjalani proses transfer dari Feyenoord Rotterdam menuju klub Swiss, FC Luzern. Situasi tersebut membuatnya meminta waktu agar bisa fokus menyelesaikan kepindahan klub.

“Saya bilang, tolong beri saya waktu. Saya ingin fokus dulu pada transfer karena saya akan pindah ke negara baru,” jelas Jordy.

Permintaan tersebut, menurut Jordy, murni bertujuan untuk menjaga stabilitas kariernya, bukan bentuk penolakan terhadap Timnas Indonesia.

Isu Penolakan yang Mengejutkan

Setelah komunikasi awal tersebut, Jordy mengaku tidak menerima tindak lanjut dalam waktu lama. Ia menunggu kabar lanjutan selama berbulan-bulan, hingga akhirnya dikejutkan oleh pemberitaan yang menyebut dirinya menolak Timnas Indonesia.

“Saya menunggu, menunggu, dan menunggu. Lalu enam atau tujuh bulan kemudian, saya membaca berita bahwa saya menolak Timnas Indonesia. Itu tidak pernah terjadi,” ungkapnya.

Jordy meyakini bahwa salah komunikasi dari kedua belah pihak menjadi penyebab utama munculnya narasi tersebut. Ia merasa pihak Timnas Indonesia mungkin menafsirkan sikapnya sebagai ketidaktertarikan.

“Mereka mungkin merasa saya tidak menginginkannya, padahal bukan itu maksud saya,” tambahnya.

Langkah Besar ke Indonesia

Terlepas dari isu tersebut, Jordy Wehrmann justru mengambil langkah besar dalam kariernya. Pada pertengahan 2024, ia memutuskan meninggalkan Eropa dan bergabung dengan Madura United di BRI Super League.

Keputusan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Jordy tidak menutup pintu terhadap sepak bola Indonesia. Bahkan, kepindahannya ke Madura United dinilai sebagai langkah berani yang menunjukkan komitmennya untuk berkembang di lingkungan baru.

Saat ini, Jordy menjadi salah satu pilar penting di lini tengah Laskar Sape Kerrab. Perannya tidak hanya sebagai pengatur permainan, tetapi juga pemimpin di lapangan dengan pengalaman kompetisi Eropa yang dimilikinya.

Tetap Terbuka untuk Timnas Indonesia

Kini, dengan Timnas Indonesia yang berada di bawah arahan John Herdman, Jordy Wehrmann menegaskan bahwa dirinya selalu terbuka jika kembali mendapatkan panggilan membela Merah Putih.

Ia menilai pengalamannya bermain di Indonesia membuatnya semakin memahami kultur sepak bola nasional dan membuka peluang baru untuk berkontribusi di level internasional.

“Saya tidak pernah menutup pintu. Jika kesempatan itu datang, tentu saya akan mempertimbangkannya dengan sangat serius,” ujar Jordy.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa isu lama tentang penolakan hanyalah kesalahpahaman yang kini akhirnya diluruskan.

Pelajaran dari Masa Lalu

Kisah Jordy Wehrmann menjadi pelajaran penting tentang betapa krusialnya komunikasi yang jelas dalam sepak bola modern. Di tengah perbedaan bahasa, budaya, dan situasi karier, miskomunikasi bisa berkembang menjadi isu besar.

Kini, dengan penjelasan langsung dari sang pemain, publik mendapatkan gambaran utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Jordy Wehrmann tidak pernah menolak Timnas Indonesia, melainkan hanya berada di waktu dan situasi yang kurang tepat.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE