John Herdman resmi menempati posisi pelatih kepala Timnas Indonesia dengan tugas besar di pundaknya. Arsitek asal Inggris ini tidak hanya dituntut memperbaiki performa tim di kancah internasional, tetapi juga diharapkan mampu mengembalikan antusiasme Garuda Fans yang sempat memudar.
Fanatisme suporter Indonesia sempat menurun ketika kendali tim senior dan U-23 beralih dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert. Era Shin Tae-yong dikenal sebagai masa-masa keemasan di mana publik selalu menantikan setiap pertandingan Timnas Indonesia, baik di level U-23 maupun senior. Publik bola Indonesia terbiasa dibawa dalam euforia setiap laga yang digelar, dari kualifikasi Piala Dunia hingga Piala AFF.
Namun, ketika pelatih asal Belanda seperti Patrick Kluivert dan Gerald Vanenburg memimpin, euforia tersebut sempat surut. Performa Timnas Indonesia kurang memuaskan, baik di FIFA Matchday maupun putaran ketiga dan keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Akibatnya, Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Timnas U-23 pun tidak mampu mempertahankan prestasi mereka, seperti lolos ke putaran final Piala Asia U-23, setelah sebelumnya sempat mencapai semifinal di ajang yang sama pada 2024.
Tantangan Mengembalikan Kepercayaan Suporter
Pengamat sepak bola asal Malaysia, Raja Isa Raja Akram Syah, menilai tugas John Herdman sangat berat. Ia harus mampu mengembalikan kepercayaan suporter yang sempat kecewa dan bahkan memboikot menonton pertandingan.
“Saya kira berat tugas John Herdman mengembalikan kepercayaan suporter Timnas Indonesia yang sempat memboikot nonton pertandingan. Saya rindu euforia Garuda Fans,” ujar Raja Isa, yang telah berkarier selama 17 tahun melatih klub-klub Indonesia.
Menurut Raja Isa, fanatisme suporter Indonesia unik dan berbeda dari negara lain. Ia menyebut pengalaman selama melatih di berbagai negara membuatnya sadar betapa khas dan luar biasanya dukungan fans di Tanah Air. “Saya sempat larut dengan euforia mereka saat Timnas Indonesia ditangani Shin Tae-yong,” tambahnya.
Kepercayaan dan dukungan publik merupakan faktor penting bagi performa Timnas Indonesia. Saat fans merasakan tim menampilkan permainan atraktif dan hasil yang memuaskan, stadion selalu penuh, dan semangat tim otomatis meningkat.
John Herdman Harus Membawa Perubahan
Raja Isa menilai John Herdman memiliki potensi untuk membawa perubahan positif bagi Timnas Indonesia. Sebagai pelatih asal Inggris, Herdman dinilai memiliki disiplin tinggi dan pengalaman membangun tim yang solid.
“Timnas Indonesia pernah diasuh pelatih asal Inggris seperti Peter Withe. Arsitek dari negara ini disiplin dan cara membentuk tim bagus. Jadi saya percaya John Herdman akan memberi perubahan untuk Timnas Indonesia,” jelas Raja Isa.
Langkah pertama Herdman menurut Raja Isa adalah menghadirkan warna baru pada permainan timnas. Permainan atraktif, penuh energi, dan hasil yang konsisten menjadi kunci untuk memikat publik.
“Publik Indonesia suka menonton tim yang atraktif dan spartan. John Herdman harus memahami keinginan itu. Bikin Timnas Indonesia tampil bagus dan raih hasil memuaskan. Nanti otomatis publik akan memenuhi stadion di mana pun tim bertanding,” tutur Raja Isa.
Fokus pada Timnas Senior dan U-23
Selain senior, Herdman juga dituntut membangun Timnas U-23 agar kembali kompetitif di kancah Asia. Ini penting untuk menjaga regenerasi pemain dan membangun fondasi yang kuat untuk senior. Pengalaman Herdman dalam mengelola tim nasional sebelumnya di Kanada diyakini dapat diterapkan di Indonesia, baik dalam hal strategi maupun pengelolaan psikologi pemain.
Keberhasilan Herdman akan diukur dari dua hal: peningkatan performa di level internasional dan kembalinya antusiasme Garuda Fans di setiap laga. Suporter di Tanah Air dikenal kritis namun sangat loyal ketika tim menampilkan permainan yang membanggakan.
Optimisme Publik dan Masa Depan Timnas Indonesia
Publik Indonesia berharap Herdman mampu menghadirkan transformasi nyata, mulai dari gaya permainan yang atraktif, manajemen pemain yang tepat, hingga hasil positif di turnamen internasional. Kembalinya euforia Garuda Fans bukan hanya simbol dukungan, tetapi juga indikator kebangkitan sepak bola Indonesia.
Dengan pengalaman Herdman, dukungan penuh suporter, dan manajemen tim yang mendukung, optimisme publik bisa kembali meningkat. Jika berhasil, Herdman akan menjadi pelatih yang tidak hanya memulihkan performa, tetapi juga membangkitkan semangat nasionalisme melalui sepak bola.
Timnas Indonesia di bawah Herdman kini berada di titik awal transformasi besar. Tugasnya jelas: memulihkan marwah tim, menghadirkan permainan berkualitas, dan mengembalikan euforia Garuda Fans di stadion maupun layar kaca.
BACA JUGA :












