Bintang Timnas Indonesia, Kevin Diks, kembali menjadi sorotan setelah gagal membawa Borussia Monchengladbach mencuri poin di laga tandang kontra Hoffenheim dalam lanjutan Bundesliga 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di PreZero Arena, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB, berakhir dengan skor telak 1-5 untuk kemenangan tuan rumah.
Monchengladbach benar-benar dibuat tak berdaya sepanjang pertandingan. Babak pertama saja sudah menjadi mimpi buruk bagi Die Fohlen, dengan gawang mereka jebol empat kali. Salah satu sorotan utama adalah hattrick Andrej Kramaric, penyerang andalan Hoffenheim asal Kroasia, yang membuka pesta gol melalui penalti menit ke-22.
Hanya berselang dua menit, Tim Lemperle menambah keunggulan menjadi 2-0, memanfaatkan bola liar di kotak penalti. Kramaric kemudian menutup babak pertama dengan dua gol tambahan di masa injury time, membuat Monchengladbach tertinggal 0-4 saat turun minum.
Gol Balasan Monchengladbach
Memasuki babak kedua, grafik permainan Monchengladbach perlahan meningkat. Tim yang diasuh Daniel Farke itu akhirnya memperkecil ketertinggalan melalui gol Shuto Machino pada menit ke-69, memanfaatkan assist Rocco Reitz.
Sayangnya, upaya kebangkitan itu hanya sebentar. Pada menit ke-77, gawang Monchengladbach kembali bobol. Max Moerstedt sukses menyundul bola hasil umpan silang Valentin Gendrey, memastikan Hoffenheim mengunci kemenangan telak 5-1.
Hasil minor ini membuat posisi Monchengladbach di klasemen sementara tetap di urutan ke-10 dengan 19 poin dari 17 laga. Sementara Hoffenheim berhasil menyalip ke urutan lima besar, mengoleksi 30 poin. Fokus Monchengladbach kini tertuju pada laga berikutnya menghadapi tuan rumah Hamburg, Sabtu (17/1/2026).
Kiprah Kevin Diks di Pertandingan
Kevin Diks kembali dipercaya menjadi starter dan menjadi tulang punggung lini belakang. Bek asal Indonesia itu membentuk tembok pertahanan bersama Nico Eveldi dan Phillip Sander, menjaga gawang Moritz Nicolas.
Menurut data Fotmob, Kevin Diks meraih rapor 6,5, menjadi pemain dengan nilai tertinggi ketiga di tim, di bawah Shuto Machino (7,1) dan Haris Tabakovic (6,5). Selama 90 menit pertandingan, Kevin Diks mencatat 88 persen akurasi passing, 12 defensive contribution, 4 tekel, 1 blok, 7 sapuan, dan 4 recoveries.
Meski tim kebobolan lima gol, catatan individu Kevin Diks menunjukkan performa solid. Hal ini menegaskan bahwa meskipun Monchengladbach kalah telak, Diks tetap tampil konsisten dan menjadi pilihan utama di lini belakang.
Performa Musim Ini
Musim ini, Kevin Diks menunjukkan adaptasi yang cepat di Bundesliga bersama Monchengladbach. Pemain berusia 29 tahun ini selalu menjadi pilihan utama sejak awal musim. Total, ia tampil di 17 laga, semuanya sebagai starter.
Selama 16 laga beruntun, Kevin Diks mencatat tiga gol (semua lewat penalti) dan menerima tiga kartu kuning. Total menit bermainnya mencapai 1.423 menit, dengan rata-rata rating 6,98 per laga. Catatan ini menunjukkan bahwa Diks bukan hanya pemain reguler, tapi juga andalan yang mampu mengisi berbagai posisi di lini belakang.
Selain itu, Kevin Diks juga dinilai memiliki kemampuan fleksibilitas posisi yang tinggi. Ia mampu bermain sebagai bek kiri, bek tengah, maupun sesekali sebagai wingback. Hal ini membuatnya menjadi aset berharga, terutama ketika tim menghadapi jadwal padat dan rotasi pemain diperlukan.
Tantangan Monchengladbach
Kekalahan ini menyoroti masalah pertahanan Monchengladbach secara keseluruhan. Meskipun Kevin Diks bermain solid, lini belakang tim secara kolektif sering kehilangan koordinasi, terutama dalam menghadapi serangan cepat Hoffenheim. Babak pertama menjadi bukti lemahnya organisasi pertahanan, dengan empat gol bersarang di gawang Moritz Nicolas.
Pelatih Daniel Farke kemungkinan akan melakukan evaluasi menyeluruh, menyesuaikan strategi defensif dan rotasi pemain untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Fokus pada kebugaran, taktik bertahan, dan komunikasi antarbek menjadi prioritas demi mencegah kekalahan serupa.
Kesimpulan
Meskipun Monchengladbach menelan kekalahan telak 1-5, penampilan Kevin Diks tetap menjadi sorotan positif. Bek Timnas Indonesia ini membuktikan bahwa dirinya mampu tampil konsisten, meski lini belakang tim mengalami tekanan luar biasa.
Musim ini, Kevin Diks telah menjadi tulang punggung Monchengladbach, dengan performa stabil di setiap laga. Dengan fokus perbaikan lini belakang, peluang tim untuk memperbaiki posisi di klasemen masih terbuka, terutama ketika menghadapi laga-laga berikutnya seperti kontra Hamburg.
Kehadiran Kevin Diks di Bundesliga juga menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia yang bercita-cita bermain di level Eropa. Meski menghadapi tim-tim kuat, konsistensi, kerja keras, dan adaptasi yang cepat membuatnya tetap menjadi andalan di lini belakang Monchengladbach.
BACA JUGA :
- SBOTOP : John Herdman Sinyalkan Pemanggilan Pemain Diaspora, Tiga Nama Berpeluang Perkuat Timnas Indonesia
- SBOTOP Maung Bandung Mengaum di Puncak Klasemen: Persib Kunci Gelar Juara Paruh Musim Usai Tumbangkan Persija
- SBOTOP : Mengenal Timnas Bulgaria, Calon Lawan Indonesia di FIFA Series 2026 dengan Rekam Jejak Mentereng












