PSIM Yogyakarta menutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026 dengan kepala tegak. Berstatus sebagai tim promosi, Laskar Mataram justru mampu tampil kompetitif dan bersaing di papan atas klasemen, sebuah capaian yang melampaui ekspektasi banyak pihak pada awal musim.
Di bawah arahan pelatih Jean-Paul van Gastel, PSIM sementara menempati posisi keenam klasemen dengan koleksi 30 poin. Catatan ini menjadikan PSIM sebagai salah satu tim promosi paling menjanjikan musim ini, sekaligus bukti bahwa mereka tidak sekadar numpang lewat di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Manajer PSIM Yogyakarta, Razzi Taruna, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas performa tim sejauh ini. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh elemen tim, mulai dari pemain, staf pelatih, hingga manajemen.
“Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan dan cukup baik. Untuk kami sebagai tim promosi, bisa berada di posisi keenam klasemen dengan 30 poin tentu menjadi kebanggaan tersendiri,” ujar Razzi Taruna.
Ia menambahkan bahwa pencapaian ini harus dijadikan modal penting untuk menghadapi putaran kedua, meski tetap dibarengi dengan evaluasi menyeluruh.
PSIM Tampil Kompetitif di Musim Debut
Sejak awal musim, PSIM Yogyakarta tampil tanpa beban namun penuh determinasi. Bermodal komposisi pemain yang solid dan strategi permainan yang disiplin, Laskar Mataram mampu merepotkan banyak tim mapan di BRI Super League.
Konsistensi dalam meraih poin, baik di kandang maupun tandang, menjadi kunci keberhasilan PSIM menembus enam besar. Beberapa kemenangan penting atas tim papan tengah dan atas menunjukkan bahwa PSIM bukan lagi dianggap sebagai tim underdog.
Menurut Razzi Taruna, keberhasilan ini juga tidak lepas dari kesiapan mental para pemain yang mampu beradaptasi cepat dengan atmosfer kompetisi level tertinggi.
“Pastinya sangat senang dan bersyukur. Harapannya di putaran kedua bisa lebih baik lagi. Namun kami sadar masih banyak evaluasi yang harus dilakukan, baik dari sisi pemain, tim pelatih, maupun manajemen,” katanya.
Konsistensi Jadi Catatan Utama Manajemen
Meski puas dengan pencapaian di putaran pertama, Razzi Taruna menegaskan PSIM tidak boleh terlena. Salah satu catatan utama yang menjadi perhatian serius manajemen adalah soal konsistensi permainan.
Menurut Razzi, performa PSIM di paruh pertama musim masih mengalami fluktuasi, terutama saat menghadapi jadwal padat dan tekanan fisik yang tinggi.
“Kalau melihat performa di paruh pertama, salah satu hal yang harus diperbaiki dan dievaluasi adalah konsistensi tim,” ungkapnya.
Ia menilai bahwa menjaga level permainan di setiap pertandingan merupakan tantangan utama bagi tim promosi. Ketika fisik dan fokus menurun, hasil pertandingan pun bisa terdampak.
Jadwal Padat Jadi Tantangan Putaran Kedua
Memasuki putaran kedua, PSIM Yogyakarta akan menghadapi jadwal pertandingan yang lebih padat, terutama pada Februari mendatang. Situasi ini menuntut kesiapan fisik dan mental yang lebih matang dari seluruh pemain.
Razzi Taruna menekankan bahwa manajemen bersama tim pelatih akan memberikan perhatian khusus terhadap kebugaran pemain agar performa tetap terjaga.
“Dengan jadwal yang padat, bagaimana caranya pemain tetap fokus dan menjaga kebugarannya dengan baik. Apalagi di bulan Februari nanti jadwal kami cukup padat,” jelasnya.
Manajemen PSIM juga berupaya memastikan rotasi pemain berjalan optimal agar tidak terjadi kelelahan berlebih yang berpotensi memengaruhi performa tim.
Persiapan Singkat Menuju Paruh Musim Kedua
Sebagai bagian dari persiapan menghadapi putaran kedua, tim pelatih PSIM hanya memberikan waktu libur yang sangat singkat kepada para pemain. Hal ini dilakukan agar momentum positif dari putaran pertama tidak hilang.
“Tim pelatih memang hanya memberikan libur dua hari saja, yakni tanggal 13 dan 14 Januari. Mulai 15 Januari, pemain sudah kembali menjalani latihan agar bisa maksimal di putaran kedua,” tutur Razzi Taruna.
Latihan difokuskan pada pemulihan kondisi fisik, peningkatan konsistensi permainan, serta evaluasi teknis dari laga-laga sebelumnya.
Target Realistis PSIM di Putaran Kedua
Sebagai tim promosi, PSIM Yogyakarta memilih bersikap realistis dalam menentukan target. Fokus utama Laskar Mataram adalah menjaga konsistensi performa dan mengamankan posisi di papan tengah klasemen.
Namun, dengan modal 30 poin di putaran pertama, peluang PSIM untuk terus bersaing di papan atas tetap terbuka jika mampu mempertahankan stabilitas permainan.
“Kami tetap harus fokus dan menjaga kebugaran pemain agar bisa konsisten di putaran kedua. Itu yang paling penting,” tegas Razzi.
Laga Krusial Kontra Persebaya Menanti
Pada laga pembuka putaran kedua, PSIM Yogyakarta dijadwalkan menghadapi tantangan berat. Laskar Mataram akan menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026) pukul 15.30 WIB.
Pertandingan tersebut akan menjadi ujian awal bagi PSIM untuk membuktikan kesiapan mereka menghadapi paruh musim kedua. Hasil positif diyakini mampu menjaga kepercayaan diri tim sekaligus memperkuat posisi mereka di klasemen.
Dengan semangat juang tinggi dan evaluasi berkelanjutan, PSIM Yogyakarta berharap dapat melanjutkan kisah manis mereka di musim debut BRI Super League.
BACA JUGA :












