Persik Kediri dipastikan akan menjalani pertandingan kandang malam hari untuk pertama kalinya pada musim BRI Super League 2025/2026, saat menjamu Persib Bandung pada pekan ke-16. Kepastian ini diperoleh setelah pihak kepolisian setempat mengeluarkan izin resmi untuk pertandingan yang akan digelar di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Senin, 5 Januari 2026 malam WIB.
Laga ini menjadi momen penting bagi Persik, bukan hanya karena menghadapi salah satu kandidat juara, tetapi juga sebagai uji coba kesiapan infrastruktur stadion. Lampu penerangan baru yang dipasang pasca-renovasi akan diuji secara langsung dalam pertandingan resmi malam hari, menandai era baru bagi Persik untuk menyelenggarakan laga di malam hari.
Bagi Persib Bandung, lawatan ke Kediri menjadi bagian dari rangkaian laga krusial di papan atas klasemen. Sementara itu, Persik memanfaatkan status tuan rumah untuk mencoba meredam laju Maung Bandung, meski dengan sejumlah pembatasan terkait jumlah penonton dan regulasi keamanan.
Selain faktor teknis di lapangan, laga ini juga menjadi perhatian serius aparat keamanan. Regulasi pertandingan tanpa suporter tim tamu kembali diterapkan demi menjaga kondusivitas, seiring tingginya tensi yang sering muncul dalam pertemuan kedua tim.
Kick Off Pukul 19.00 WIB, Penonton Dibatasi
Panitia pelaksana memastikan seluruh persiapan telah dilakukan agar pertandingan malam hari dapat berjalan sesuai standar kompetisi. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik, Tri Widodo, menegaskan bahwa pertandingan akan tetap digelar di Stadion Brawijaya dengan waktu kick off yang telah ditetapkan.
“Kami pastikan pertandingan Persik menghadapi Persib akan berlangsung di Stadion Brawijaya, Kota Kediri. Waktu kick off ditetapkan pukul 19.00 WIB. Ini menjadi pertama kalinya kami menggelar pertandingan malam hari setelah lampu stadion diperbaiki,” jelas Tri Widodo dalam keterangan pers.
Tri Widodo juga menegaskan bahwa laga ini akan digelar tanpa kehadiran suporter tim tamu, kebijakan yang merupakan bagian dari regulasi operator kompetisi ILeague dan telah mendapat dukungan penuh dari Polres Kediri Kota.
“Dalam surat izin dari Polres Kediri Kota, disebutkan pertandingan dapat dihadiri penonton dengan jumlah maksimal tiga ribu orang, khusus untuk suporter tuan rumah, yaitu Persikmania,” tambahnya.
Menjaga Kondusivitas Selama Laga
Demi menjaga kepercayaan pihak keamanan, Tri Widodo mengimbau seluruh suporter untuk bersikap tertib dan menciptakan suasana kondusif selama pertandingan berlangsung.
“Mari kita sama-sama menjaga kondusivitas Kota Kediri agar tetap aman dan nyaman selama pertandingan. Dengan begitu, pihak keamanan di masa depan dapat memberikan izin bagi Persik untuk kembali memainkan laga di kandang sendiri,” ujarnya.
Kebijakan pembatasan penonton ini juga diikuti dengan sistem distribusi tiket khusus. Panpel hanya mendistribusikan tiket melalui komunitas resmi suporter untuk memastikan jumlah penonton sesuai kuota dan keamanan tetap terjaga.
“Penjualan tiket hanya dilakukan lewat komunitas Persikmania. Kebijakan ini bertujuan untuk memfilter distribusi agar sesuai peruntukan khusus bagi teman-teman Persikmania,” pungkas Tri Widodo.
Laga Malam Pertama, Tantangan Baru Persik
Pertandingan malam hari menghadirkan tantangan baru bagi Persik, baik dari sisi teknis maupun mental pemain. Bermain di malam hari memerlukan adaptasi terhadap pencahayaan, suhu, dan atmosfer stadion yang berbeda dibandingkan pertandingan siang hari.
Selain itu, Persik juga harus tampil maksimal menghadapi Persib yang dikenal sebagai salah satu tim kuat di BRI Super League. Maung Bandung memiliki reputasi sebagai tim dengan lini serang agresif dan pemain berpengalaman yang siap memanfaatkan setiap kesalahan lawan.
Bagi Persik, laga ini bukan sekadar soal tiga poin. Pertandingan malam hari juga menjadi momen untuk membuktikan kesiapan infrastruktur stadion, serta kemampuan klub dalam mengelola laga dengan standar kompetisi tinggi. Jika berjalan lancar, Stadion Brawijaya bisa menjadi tuan rumah reguler untuk pertandingan malam di musim-musim berikutnya.
Strategi Persik dan Persib
Pelatih Persik diyakini akan memanfaatkan status tuan rumah sebaik mungkin, mengoptimalkan dukungan suporter, serta memaksimalkan efektivitas lini tengah dan serangan. Sementara itu, Persib kemungkinan akan mengandalkan kecepatan dan presisi lini depan untuk menembus pertahanan Persik.
Meski penonton dibatasi, atmosfer pertandingan diprediksi tetap panas dan intens, mengingat rivalitas kedua tim yang sudah lama terjalin di kompetisi nasional. Laga ini juga menjadi salah satu momen penting bagi pemain muda Persik untuk menunjukkan kualitasnya di depan suporter sendiri.
Harapan dan Tujuan Pertandingan
Pertandingan malam pertama musim ini bagi Persik Kediri menjadi ujian kesiapan klub secara menyeluruh. Dari sisi manajemen, keamanan, dan teknis pertandingan, semua harus berjalan lancar untuk membangun kepercayaan publik dan pihak keamanan.
Bagi penggemar Persikmania, laga ini menjadi kesempatan untuk mendukung tim kesayangan meski kuota terbatas, sambil menanti momen pertandingan malam berikutnya di Stadion Brawijaya.
Dengan persiapan matang, perhatian serius dari aparat keamanan, dan strategi permainan yang tepat, laga ini diprediksi akan menjadi salah satu pertandingan menarik di pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026, sekaligus menandai debut Persik dalam menggelar laga malam di musim ini.
BACA JUGA :












