1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Persebaya Vs PSIM, Bonek Pilih Tak Turun ke Bantul untuk Jaga Persaudaraan

Menjelang laga pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026, suporter Persebaya Surabaya, Bonek, mengambil keputusan penting. Mereka meminta seluruh anggotanya menaati regulasi larangan suporter away pada pertandingan kontra PSIM Yogyakarta, yang akan berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (25/1/2026) pukul 15.30 WIB.

Keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan. Selain untuk menghormati aturan operator kompetisi I.League, langkah ini juga bertujuan menjaga hubungan baik dan persaudaraan dengan suporter PSIM. Kedua kubu suporter menyampaikan sikap dewasa menjelang duel sarat gengsi antara Bajul Ijo dan Laskar Mataram.

Suporter PSIM Sambut dengan Hangat

Perwakilan Bonek Jogja, Cak Anom, menyatakan bahwa sebenarnya ada keinginan besar dari suporter PSIM untuk menyambut Bonek dengan hangat, sebagai bentuk persaudaraan yang telah terjalin lama antara pendukung kedua klub.

“Sejatinya, suporter PSIM ingin menyambut Bonek dengan penuh kehangatan sebagai simbol persaudaraan. Namun regulasi operator kompetisi masih melarang kehadiran suporter tim tamu. Karena itu, kami mengimbau seluruh Bonek untuk tidak memaksakan diri datang ke stadion,” ujar Cak Anom, Kamis (22/1/2026).

Langkah ini dianggap sebagai bentuk kedewasaan suporter dalam menghargai aturan dan menjaga keamanan serta ketertiban selama pertandingan berlangsung.

Menurunkan Ego Demi Silaturahmi

Sikap serupa disampaikan perwakilan Bonek lainnya, Sinyo Devara. Ia menekankan pentingnya penurunan ego dari suporter Bajul Ijo demi menjaga silaturahmi dan harmoni antara komunitas suporter Yogyakarta dan Surabaya.

“Melihat situasi saat ini, harapan tertinggi kami adalah teman-teman Persebaya bisa mengambil hikmah. Penurunan ego sangat penting agar silaturahmi persaudaraan Jogja–Surabaya tetap terjaga dengan baik,” kata Sinyo.

Ia menambahkan, “Kami mengimbau seluruh Bonek dan suporter Persebaya untuk menahan diri, tetap mendukung tim dari rumah atau melalui media, dan mendoakan agar pertandingan berjalan lancar tanpa insiden.”

Hubungan Dua Suporter Terjalin Baik

Sementara itu, salah satu wadah suporter PSIM, Brajamusti, menegaskan bahwa hubungan antara kedua kubu suporter selama ini terjalin harmonis. Bahkan, pada laga tandang pertama, fans PSIM difasilitasi ketika bertandang ke Surabaya, menunjukkan sikap terbuka dan sportif.

Presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin, yang akrab disapa Thole, menyatakan, “Selama ini hubungan Brajamusti dengan Bonek terjalin baik. Pada laga perdana, kami difasilitasi saat PSIM bertandang ke Surabaya. Besar harapan kami hal serupa bisa terjadi lagi.”

Meski demikian, regulasi larangan suporter tamu membuat pertemuan di stadion kali ini tidak memungkinkan. “Kami sangat terbuka terhadap kehadiran Bonekmania, tetapi dengan adanya regulasi, kami belum bisa bersilaturahmi secara langsung di stadion,” tambahnya.

Koordinasi Maksimal Demi Silaturahmi

Thole menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan upaya maksimal melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk pihak kepolisian. Salah satu pertemuan dilakukan di Polda DIY pada Kamis (22/1/2026), sebagai bentuk keseriusan Brajamusti dalam menjaga hubungan baik dengan Bonek.

“Usaha kami sudah maksimal demi silaturahmi dengan saudara-saudara dari Surabaya. Namun akhirnya, kami harus menghargai keputusan panitia pelaksana dan kepolisian. Kami tetap berharap silaturahmi antara Bonek dan Brajamusti bisa terjaga selamanya,” harap Thole.

Mengutamakan Keamanan dan Sportivitas

Keputusan Bonek untuk tidak melakukan away ke Bantul dianggap sebagai contoh kedewasaan dan sportivitas suporter. Selain menjaga persaudaraan, langkah ini juga mengurangi risiko potensi bentrokan yang bisa mengganggu jalannya pertandingan.

Para pengamat sepak bola dan pihak keamanan menilai langkah ini strategis, karena memastikan pertandingan berjalan aman, tertib, dan tetap memberikan hiburan bagi penonton. Suporter yang tidak hadir tetap bisa mendukung tim melalui media sosial, televisi, dan aplikasi streaming resmi.

Simbol Persaudaraan Antar Suporter

Pertandingan Persebaya versus PSIM bukan hanya soal tiga poin di klasemen BRI Super League. Bagi kedua suporter, momen ini menjadi simbol persaudaraan, sportivitas, dan kesadaran akan pentingnya keamanan dalam sepak bola modern.

Bonek yang menahan diri dari perjalanan jauh ke Bantul, dan Brajamusti yang tetap menyambut kehadiran lawan dengan niat baik, menunjukkan bahwa persahabatan antar suporter bisa mengalahkan rivalitas di lapangan.

Kesimpulan

Keputusan Bonek untuk tidak melakukan away ke Bantul pada laga Persebaya kontra PSIM menjadi langkah matang dalam menjaga keamanan, kedewasaan, dan persaudaraan antar suporter. Kedua kubu menunjukkan bahwa rivalitas tidak harus mengorbankan nilai sportivitas dan silaturahmi.

Dukungan tetap bisa diberikan dari rumah atau lokasi lain, tanpa harus hadir langsung di stadion. Ini menjadi contoh bagi komunitas suporter lain di BRI Super League bahwa keselamatan dan persaudaraan lebih penting daripada ego rivalitas.

Pertandingan ini bukan sekadar adu skill dan strategi di lapangan, tetapi juga ujian kedewasaan dan sportivitas komunitas suporter, yang berhasil dijalankan dengan baik oleh Bonek dan Brajamusti.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE