Persib Bandung tengah menghadapi situasi yang tidak ideal jelang laga bertajuk big match melawan Persija Jakarta pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan sarat gengsi tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (11/1/2026) sore WIB, dan menjadi salah satu laga paling ditunggu publik sepak bola nasional.
Menjelang duel klasik tersebut, kabar kurang menggembirakan datang dari kubu Maung Bandung. Tiga pemain asing andalan Persib, yakni Luciano Guaycochea, Andrew Jung, dan Federico Barba, masih diragukan tampil. Kondisi ketiganya menjadi perhatian serius tim pelatih karena berpotensi memengaruhi kekuatan Persib saat menghadapi rival abadinya.
Absennya Luciano Guaycochea dan Andrew Jung dalam sesi latihan terakhir Persib di Stadion GBLA semakin memicu tanda tanya besar. Keduanya tak tampak bergabung bersama rekan-rekan setimnya, sehingga memunculkan kekhawatiran terkait kesiapan fisik jelang laga krusial yang juga menentukan posisi papan atas klasemen.
Kondisi Fisik Luciano Jadi Perhatian
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, buka suara terkait kondisi Luciano Guaycochea. Pelatih asal Kroasia tersebut mengungkapkan bahwa gelandang serang asal Argentina itu mengalami nyeri otot akibat kelelahan, yang baru dirasakan dalam beberapa hari terakhir.
“Luciano merasakan sedikit nyeri otot karena kelelahan. Baru dua hari ini dia mengeluhkannya. Saya belum bisa memastikan apakah dia bisa bermain atau tidak, kami masih melihat perkembangannya sampai mendekati pertandingan,” ujar Bojan Hodak kepada awak media usai sesi latihan, Sabtu (10/1/2026).
Bojan mengakui peluang Luciano tampil masih berada di angka 50 persen. Keputusan akhir akan ditentukan berdasarkan kondisi fisik sang pemain pada hari pertandingan. Kehilangan Luciano tentu menjadi pukulan bagi Persib, mengingat perannya sangat vital dalam mengatur tempo dan kreativitas serangan.
Andrew Jung Masih Fokus Pemulihan
Selain Luciano, Persib juga masih menunggu kepastian kondisi Andrew Jung. Pemain berpaspor Australia tersebut masih menjalani proses pemulihan cedera yang membuatnya belum bisa berlatih penuh bersama tim.
Meski tidak merinci cedera yang dialami Andrew, Bojan memastikan bahwa proses pemulihan berjalan sesuai rencana. Namun, ia juga menegaskan tidak ingin mengambil risiko berlebihan yang dapat memperparah kondisi pemain.
“Andrew masih dalam tahap pemulihan. Kami harus berhati-hati karena jadwal ke depan masih panjang. Tidak ada cedera serius, tetapi kami tidak ingin memaksakan pemain,” jelas Bojan.
Jadwal Padat Jadi Faktor Utama
Menurut Bojan Hodak, kondisi fisik beberapa pemain Persib yang menurun tak lepas dari padatnya jadwal pertandingan sepanjang paruh pertama musim. Ia menyebut Persib termasuk tim dengan jumlah laga terbanyak dibandingkan peserta BRI Super League lainnya.
“Dalam empat bulan terakhir, kami memainkan tujuh pertandingan lebih banyak dibanding beberapa tim lain. Itu jelas berpengaruh terhadap kondisi fisik pemain, terutama mereka yang selalu bermain penuh,” paparnya.
Bojan juga menyinggung faktor usia dan menit bermain sebagai variabel penting yang memengaruhi kebugaran pemain. Ia menilai kelelahan akumulatif menjadi tantangan terbesar bagi timnya saat ini.
Kabar baiknya, Persib akan segera memasuki masa jeda kompetisi. Waktu tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk pemulihan fisik, perbaikan kondisi, serta mempersiapkan tim menghadapi periode krusial pada Februari hingga Maret mendatang yang juga dipenuhi jadwal padat.
Federico Barba Masih Jadi Tanda Tanya
Situasi tak kalah rumit juga dialami oleh Federico Barba. Bek asal Italia itu masih berstatus tanda tanya untuk laga kontra Persija. Barba sebelumnya sempat menepi karena cedera dan belakangan namanya juga dikaitkan dengan berbagai spekulasi terkait masa depannya di Persib.
Bojan Hodak mengungkapkan bahwa kondisi Barba sebenarnya sudah menunjukkan progres positif, meski belum sepenuhnya pulih.
“Federico sudah merasa lebih baik, tapi kondisinya belum seratus persen. Jika kami benar-benar membutuhkan dia di pertandingan ini, ada kemungkinan dia bermain dengan bantuan painkiller,” ungkap Bojan.
Meski demikian, Bojan menegaskan bahwa keputusan memainkan Barba akan sangat mempertimbangkan risiko jangka panjang. Ia juga mengisyaratkan adanya faktor internal yang tidak bisa diungkapkan ke publik.
“Apa yang terjadi di ruang ganti tidak semuanya bisa saya sampaikan. Ini adalah keluarga kami. Ada hal-hal yang cukup diketahui di dalam tim saja. Saya ingin jujur kepada semua, tapi kalian juga harus mengerti,” ucap Bojan.
Persib Tetap Fokus Hadapi Persija
Terlepas dari berbagai kendala tersebut, Persib Bandung tetap bertekad tampil maksimal di hadapan publik sendiri. Dukungan penuh Bobotoh di Stadion GBLA diharapkan menjadi suntikan motivasi tambahan bagi skuad Maung Bandung untuk meraih hasil terbaik.
Laga melawan Persija bukan sekadar pertandingan biasa. Selain gengsi rivalitas panjang, hasil pertandingan ini juga berpengaruh besar terhadap persaingan di papan atas klasemen BRI Super League 2025/2026. Persib dituntut tetap solid, baik dengan atau tanpa kehadiran pemain asing andalannya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan hingga menit terakhir, Persib berharap badai cedera dan kelelahan tak menghalangi ambisi mereka untuk menutup paruh musim dengan hasil positif di laga klasik sepak bola Indonesia ini.
BACA JUGA :












