1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Persib Gagal Menang di Markas Persik, Bojan Hodak Kritik Kinerja Wasit di BRI Super League

Persib Bandung harus pulang dengan perasaan kecewa setelah gagal membawa pulang tiga poin dari markas Persik Kediri. Dalam laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026, Maung Bandung hanya mampu bermain imbang 1-1 di Stadion Brawijaya, Senin (5/1/2026). Hasil tersebut terasa sangat menyakitkan, mengingat Persib sempat unggul lebih dulu dan berada di jalur kemenangan hingga menit-menit akhir pertandingan.

Pertandingan berjalan sengit sejak awal. Persik Kediri tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri, sementara Persib mengandalkan permainan rapi dan transisi cepat. Kedua tim saling menekan, namun minim peluang bersih di babak pertama. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Situasi berubah di babak kedua ketika Persib mulai menemukan ritme permainan terbaiknya. Serangan demi serangan akhirnya membuahkan hasil melalui gol Saddil Ramdani pada menit ke-68. Winger lincah itu melepaskan penyelesaian klinis yang sempat membungkam Stadion Brawijaya dan membuka peluang Persib membawa pulang kemenangan penting.

Kartu Merah Saddil Jadi Titik Balik Laga

Keunggulan Persib ternyata tak bertahan lama. Petaka datang pada menit ke-81 ketika Saddil Ramdani menerima kartu kuning kedua dari wasit Muhammad Tri Santoso. Keputusan tersebut langsung memicu protes keras dari pemain Persib, karena dinilai terlalu mudah dan tidak sebanding dengan pelanggaran yang dilakukan.

Dengan keluarnya Saddil, Persib harus bermain dengan 10 pemain di sisa laga. Kondisi ini membuat tekanan Persik meningkat drastis. Tim tuan rumah terus menggempur pertahanan Persib yang terpaksa bertahan total demi mempertahankan keunggulan tipis.

Drama puncak terjadi di masa injury time. Saat kemenangan sudah di depan mata, Persik Kediri berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit 90+5. Gol tersebut sekaligus mengubur harapan Persib meraih tiga poin dan membuat suasana Stadion Brawijaya meledak oleh sorak pendukung tuan rumah.

Kepemimpinan Wasit Jadi Sorotan Utama

Hasil imbang ini langsung memicu kontroversi. Kepemimpinan wasit Muhammad Tri Santoso menjadi sorotan utama, baik dari kubu Persib maupun pengamat sepak bola nasional. Beberapa keputusan krusial, termasuk kartu merah Saddil dan durasi tambahan waktu, dinilai merugikan Maung Bandung.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya usai pertandingan. Pelatih asal Kroasia itu bahkan secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap kepemimpinan wasit.

“Ya, pertama saya akan menyinggung soal wasit. Saya tidak senang dengannya. Tentu saja kami akan mengirim surat (protes),” ujar Hodak, dikutip dari laman resmi Persib.

Namun, Hodak memilih menahan diri untuk tidak mengulas lebih jauh detail keputusan wasit tersebut. Ia menyadari bahwa komentar terlalu terbuka bisa berujung sanksi denda dari operator liga.

“Saya tidak bisa bicara banyak soal wasit. Kalau saya jelaskan, nanti bisa kena potong gaji. Jadi saya tidak mau itu,” tambahnya.

Kekecewaan Mendalam di Ruang Ganti Persib

Kekecewaan tidak hanya dirasakan oleh tim pelatih, tetapi juga para pemain Persib. Bek kiri Alfeandra Dewangga Santosa mengakui bahwa hasil imbang ini jauh dari target tim. Menurutnya, Persib seharusnya mampu mengamankan kemenangan jika tidak kehilangan fokus di menit-menit akhir.

“Tentu saja kami kurang bahagia. Seharusnya kami bisa menang, tapi akhirnya harus berbagi satu poin,” ujar Dewangga.

Pemain yang akrab disapa Dewa itu menilai Persib tampil cukup baik secara keseluruhan. Namun, situasi kartu merah dan tekanan di akhir laga membuat tim kesulitan menjaga konsentrasi.

Meski kecewa, Dewangga menegaskan bahwa Persib tidak ingin larut dalam hasil ini. Ia menekankan pentingnya segera bangkit karena tantangan besar sudah menanti di laga berikutnya.

Fokus ke Laga Panas Kontra Persija Jakarta

Hasil imbang di Kediri menjadi peringatan bagi Persib jelang pertandingan besar berikutnya. Maung Bandung dijadwalkan menjamu Persija Jakarta pada Minggu (11/1/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Laga bertajuk El Clasico Indonesia ini dipastikan sarat gengsi dan tekanan.

Dewangga menegaskan bahwa seluruh pemain akan segera mengalihkan fokus ke pertandingan tersebut. Ia menyebut duel melawan Persija sebagai momentum tepat untuk bangkit dan membuktikan mental juara Persib.

“Hasil ini memang tidak bagus untuk tim. Tapi kami harus cepat bangkit dan fokus ke laga selanjutnya,” tegasnya.

Bagi Bojan Hodak, pertandingan melawan Persija juga menjadi ajang pembuktian. Ia diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan diri tim sekaligus meredam kritik setelah hasil kontroversial di Kediri.

Persib Tetap Punya Modal Positif

Meski gagal menang, Persib tetap memiliki sejumlah catatan positif. Permainan kolektif tim dinilai cukup solid, terutama sebelum kartu merah Saddil Ramdani. Gol Saddil juga menjadi bukti bahwa lini serang Persib masih tajam dan berbahaya.

Namun, insiden wasit dan kehilangan fokus di menit akhir menjadi pekerjaan rumah besar bagi Maung Bandung. Jika ingin bersaing di papan atas BRI Super League 2025/2026, Persib harus lebih matang dalam mengelola emosi dan situasi krusial.

Hasil imbang ini mungkin menyakitkan, tetapi Persib masih memiliki kesempatan untuk bangkit. Dengan jadwal besar melawan Persija Jakarta di depan mata, Maung Bandung diharapkan mampu menjawab kekecewaan dengan kemenangan di hadapan pendukung setianya sendiri.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE