1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Persijap Hadapi Alarm Bahaya di BRI Super League, Divaldo Alves Buka Suara Soal Kebutuhan Pemain Baru

Pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves, mulai memetakan langkah strategis jelang bergulirnya putaran kedua BRI Super League musim 2025/2026. Pelatih asal Portugal itu secara terbuka mengakui bahwa timnya masih membutuhkan tambahan amunisi baru agar mampu bersaing lebih kompetitif di sisa musim.

Evaluasi menyeluruh dilakukan manajemen dan tim pelatih menyusul performa Laskar Kalinyamat yang belum stabil. Hingga pekan ke-16, Persijap masih tertahan di papan bawah klasemen dan belum mampu keluar dari tren negatif yang membelit sejak awal kompetisi.

Divaldo Alves Identifikasi Kebutuhan Tim Secara Internal

Dalam keterangannya kepada media, Divaldo Alves menegaskan bahwa pihaknya sudah mengantongi daftar posisi yang perlu diperkuat. Namun, ia memilih untuk tidak membeberkan secara detail demi menjaga suasana ruang ganti tetap kondusif.

“Kami sudah mengidentifikasi beberapa area yang membutuhkan tambahan pemain. Tapi itu masih kami simpan untuk internal tim, karena kami harus menghormati pemain-pemain yang ada sekarang,” ujar Divaldo Alves, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, membuka posisi secara gamblang ke publik justru berpotensi menurunkan kepercayaan diri pemain yang saat ini masih menjadi bagian dari skuad utama.

“Saya tidak bisa menyebutkan secara spesifik seperti bek kanan atau bek kiri. Yang jelas, kami sudah tahu area mana saja yang perlu diperbaiki dan ditambah,” tambahnya.

Pendekatan ini menunjukkan kehati-hatian Divaldo dalam menjaga stabilitas tim di tengah tekanan hasil yang belum memuaskan.

Dua Pemain Asing Jadi Awal Perombakan

Sebagai langkah awal, Persijap Jepara telah lebih dulu memperkenalkan dua pemain asing baru meski bursa transfer paruh musim belum resmi dibuka. Kedua pemain tersebut adalah Borja Herrera asal Spanyol dan Aly Ndom dari Prancis.

Kehadiran dua gelandang asing itu diharapkan mampu memberikan keseimbangan dan kreativitas di lini tengah, sektor yang selama ini kerap kalah duel dan kurang efektif dalam transisi bertahan maupun menyerang.

Divaldo menilai lini tengah menjadi fondasi penting untuk memperbaiki performa tim secara keseluruhan. Dengan aliran bola yang lebih rapi, Persijap diharapkan bisa mengurangi tekanan ke lini belakang serta menciptakan lebih banyak peluang di area lawan.

Bocoran Evaluasi: Lini Depan hingga Pertahanan

Meski enggan menyebut posisi secara eksplisit, Divaldo Alves sempat memberikan gambaran mengenai aspek permainan yang menurutnya masih bermasalah. Ia menyoroti tiga poin utama: penyelesaian akhir, kehilangan bola di area berbahaya, dan organisasi pertahanan.

“Kalau melihat pertandingan kami, sebenarnya ada peluang untuk mencetak gol, tapi tidak menjadi gol. Ada juga momen ketika kami kehilangan bola di zona sendiri, dan itu sangat berbahaya,” ujar Divaldo.

Ia juga menyinggung soal kebobolan yang kerap memaksa timnya mengubah rencana permainan di tengah laga.

“Ketika kami kebobolan, situasi pertandingan berubah dan kami harus bermain berbeda dari rencana awal. Ini tentu menjadi evaluasi penting,” jelasnya.

Menurut Divaldo, siapa pun yang menyaksikan pertandingan Persijap dapat dengan mudah menebak sektor mana yang membutuhkan perbaikan serius.

Catatan Minor Persijap Jadi Alarm Bahaya

Statistik memperkuat pernyataan Divaldo Alves. Hingga pekan ke-16, Persijap Jepara menjadi salah satu tim dengan produktivitas gol terendah di BRI Super League 2025/2026.

Laskar Kalinyamat baru mencetak 14 gol dari 16 pertandingan. Catatan tersebut menempatkan Persijap sebagai tim dengan jumlah gol terendah ketiga di liga, hanya lebih baik dari PSBS Biak dan Bhayangkara FC.

Minimnya ketajaman lini depan membuat Persijap kerap gagal memaksimalkan peluang, bahkan ketika tampil cukup solid di awal laga.

Masalah tak berhenti di situ. Lini pertahanan Persijap juga belum menunjukkan kestabilan. Total 30 gol telah bersarang ke gawang mereka, menjadikan Persijap salah satu tim dengan catatan kebobolan terburuk musim ini.

Terjebak Tren Negatif di Klasemen

Hasil buruk yang terus berulang membuat Persijap Jepara belum mampu keluar dari tren tanpa kemenangan. Kekalahan terbaru dari Persija Jakarta semakin memperpanjang periode sulit yang dialami Wahyudi Hamisi dan kawan-kawan.

Saat ini, Persijap telah melewati 11 pertandingan tanpa meraih kemenangan. Rentetan hasil tersebut menyeret mereka ke posisi ke-17 klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin dari 16 laga.

Situasi ini membuat putaran kedua menjadi momen krusial bagi Persijap. Tanpa perubahan signifikan, ancaman terdegradasi akan semakin nyata.

Bursa Transfer Jadi Penentu Nasib Laskar Kalinyamat

Dengan waktu yang semakin sempit, bursa transfer paruh musim menjadi harapan terbesar Persijap Jepara untuk membalikkan keadaan. Tambahan pemain yang tepat sasaran diyakini mampu mengangkat performa tim, terutama di sektor-sektor krusial yang selama ini menjadi titik lemah.

Divaldo Alves menegaskan bahwa fokusnya bukan sekadar menambah jumlah pemain, melainkan menghadirkan sosok yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim dan filosofi permainan yang ingin dibangun.

Putaran kedua BRI Super League akan menjadi ujian sesungguhnya bagi proyek Divaldo Alves bersama Persijap. Apakah tambahan amunisi baru mampu menghentikan tren negatif dan menyelamatkan Laskar Kalinyamat dari zona bahaya, jawabannya akan segera terungkap di sisa musim kompetisi.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE